Mengenal 4 Tipe Bidadari yang Ada di Surga
Minggu, 14 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Pendapat Muqatil tersebut sama dengan pendapat al-Farra yang mengatakan bahwa mereka hanya bersama suami mereka, mereka tidak menginginkan orang lain kecuali suami mereka, dan tidak melihat kepada selain suami mereka.
2. Khairatun Hisan
A;llah Ta'ala berfirman:
فِيۡهِنَّ خَيۡرٰتٌ حِسَانٌۚ
“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (khairatun hisan).” (QS. Ar-Rahman:70).
Khairat adalah jamak dari khairatun yang berarti baik. Sedangkan Hisan adalah jamak dari hasanah yang berarti rupawan. Khairatun terkait dengan kebaikan perilaku, sedangkan hasanah terkait dengan kecantikan wajah.
Baca juga: Ilmuwan Sebut Pelangi Terindah Ada di Hawaii, Seperti Apa Keindahannya Ya?
Waki’ meriwayatkan dari Sufyan, dari Jabir, dari Qasim ibn Abi Barrah, dari Abu Ubaidah, dari Masruq, dari Abdullah yang mengatakan “Setiap muslim mempunyai khairsh (bidadari yang baik dan cantik). Setiap khairah mempunyai satu kemah. Setiap kemah mempunyai empat pintu, yang dari situ berbagai hadiah dan karunia diberikan setiap hari. Tanpa kesedihan, tanpa bau busuk, tanpa bau kemenyan dan tanpa hal-hal menjijikan.”
3. Kawa’ib
Allah Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (Yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya (Wa kawa’iba atraban)” (Qs. An-Naba: 31-33).
Baca juga: Fasilitasi Pemda Bangun Desa Wisata, Sandiaga Uno: dari Fasilitas, Tumbuhlah Inspirasi Gerakan Ekonomi Rakyat
Kawa’ib adalah jamak dari ka’ib. Menurut Qatadah, Mujahid dan para penafsir al-Quran ka’ib berarti montok. Al-Kalabi mengartikannya dengan perempuan dengan buah dada yang membusung indah. Asal katanya adalah istidarah yang berarti bulat. Artinya buah dada mereka bulat seperti delima.
2. Khairatun Hisan
A;llah Ta'ala berfirman:
فِيۡهِنَّ خَيۡرٰتٌ حِسَانٌۚ
“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (khairatun hisan).” (QS. Ar-Rahman:70).
Khairat adalah jamak dari khairatun yang berarti baik. Sedangkan Hisan adalah jamak dari hasanah yang berarti rupawan. Khairatun terkait dengan kebaikan perilaku, sedangkan hasanah terkait dengan kecantikan wajah.
Baca juga: Ilmuwan Sebut Pelangi Terindah Ada di Hawaii, Seperti Apa Keindahannya Ya?
Waki’ meriwayatkan dari Sufyan, dari Jabir, dari Qasim ibn Abi Barrah, dari Abu Ubaidah, dari Masruq, dari Abdullah yang mengatakan “Setiap muslim mempunyai khairsh (bidadari yang baik dan cantik). Setiap khairah mempunyai satu kemah. Setiap kemah mempunyai empat pintu, yang dari situ berbagai hadiah dan karunia diberikan setiap hari. Tanpa kesedihan, tanpa bau busuk, tanpa bau kemenyan dan tanpa hal-hal menjijikan.”
3. Kawa’ib
Allah Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (Yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya (Wa kawa’iba atraban)” (Qs. An-Naba: 31-33).
Baca juga: Fasilitasi Pemda Bangun Desa Wisata, Sandiaga Uno: dari Fasilitas, Tumbuhlah Inspirasi Gerakan Ekonomi Rakyat
Kawa’ib adalah jamak dari ka’ib. Menurut Qatadah, Mujahid dan para penafsir al-Quran ka’ib berarti montok. Al-Kalabi mengartikannya dengan perempuan dengan buah dada yang membusung indah. Asal katanya adalah istidarah yang berarti bulat. Artinya buah dada mereka bulat seperti delima.
Lihat Juga :