Hikmah Isra Miraj di Era Covid-19

Sabtu, 27 Maret 2021 - 14:12 WIB
loading...
Hikmah Isra Miraj di...
Ustaz Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation yang juga Imam/Direktur Jamaica Muslim Center. Foto/Ist
A A A
Ustaz Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

Dalam perjalanan Isra Miraj, Rasulullah صلى الله عليه وسلم melakukan beberapa hal. Di antara yang terpenting adalah sholat berjamaah dengan para Nabi dan Rasul di Baitul Maqdis Jerussalem. Beliau yang ditetapkan oleh Allah sebagai Imam sholat jamaah tersebut.

Peristiwa ini merupakan penggambaran akan 'makaanah' atau posisi Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam tatanan para Nabi dan Rasul. Beliau adalah Imam dari semuanya. Dengan kata lain beliau adalah “penghulu” (sayyid) sekaligus "khaatam" (penutup) para Nabi dan Rasul.

Secara manusia, Muhammad صلى الله عليه وسلم memang dikenal sebagai "khaer al-basyar" atau "khaer al-anaam" (manusia terbaik). Hal itu karena Nabi Muhammad menyatukan ragam karakter dan nilai (value) dari seluruh Bani Adam (anak-cucu Adam).

Tidak kalah penting tentunya karena Rasulullah memang menjadi sosok yang menyimpulkan esensi ajaran Allah yang diturunkan untuk manusia. Berbeda dengan para nabi dan rasul lainnya. Islam yang disampaikan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah Islam yang universal dan secara mendasar (inherent) ditujukan oleh seluruh alam.

Sehingga ayat-ayat maupun hadis Rasulullah sendiri menyimpulkan semua itu. Salah satu ayat Al-Qur'an yang paling populer adalah "Dan tidak Kami (Allah) utus kamu melainkan sebagai Rahmah bagi seluruh alam semesta."

Ayat lain bahkan menekankan: "Dan tidaklah Kami utus kamu melainkan kepada seluruh manusia untuk memberikan berita gembira (basyiira) dan menyampaikan peringatan (nadzira)."

Maka Islam pun kita kenal sebagai agama yang lintas batas. Baik batas negara, suku, ras, bahkan warna kulit dan budaya. Dan semua manusia tanpa kecuali bisa menjadi yang terbaik (the best) dalam agama ini.

Pertemuan dan menjadi imamnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada semua Nabi dan Rasul sekaligus juga sebagai konfirmasi atau juga justifikasi akan agama Allah yang benar dan disahkan di sisi Allah. "Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam."

Ini sekaligus merupakan konfirmasi bahwa semua nabi dan rasul telah hadir dengan ajaran yang sama. Itulah Islam. Kalau belakangan ada perbedaan agama-agama maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Perbedaan itu ada pada penafsiran dan tatacara beragama sesuai zaman masing-masing. Atau memang agama yang telah dibawa para nabi dan rasul sebelum Muhammad صلى الله عليه وسلم telah mengalami distorsi.

Ungkapan ini tidak bertendensi merendahkan keyakinan orang lain. Yang saya sampaikan adalah pemahaman saya sebagai seorang Muslim tentang kenapa terjadi perbedaan-perbedaan di antara agam-agama dunia.

Dengan demikian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertemu semua para Nabi dan Rasul pada malam Isra Mi’raj mengindikasikan bahwa mereka semua sesungguhnya telah hadir ke atas dunia ini dengan misi yang sama. Yaitu membawa ajaran Allah untuk menusia bernama Islam.

Pemahaman bahwa agama sejatinya satu sebenarnya sangat logis. Logikanya adalah bahwa Tuhan hanya satu. Kemanusiaan (fitrah atau hati) menusia juga semua sama. Maka pastinya akan logis jika petunjuk atau ajaran dari Tuhan yang satu untuk kemanusiaan yang satu itu satu atau tunggal.

Namun, demikian kita tetap menghargai jika sebagian manusia memahaminya berbeda. Di situlah arti dari saling memahami dan toleransi. Bahwa manusia punya kecenderungan kuriositas (curiosity) dan kebebasan berpikir. Sehingga pada akhirnya semua manusia punya hak untuk memutuskan tentang apa yang dianggap benar dan terbaik dalam hidupnya.

Tapi bagi sekali lagi, keyakinan seorang Muslim mengatakan bahwa agama itu satu. Yaitu agama yang mengajarkan berserah diri secara mutlak kepada Pencipta langit dan bumi. Dan itulah sesungguhnya makna Islam.

(bersambung)

Baca Juga: Isra Miraj di Era Covid-19
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Masjid Az-Zikra Sentul...
Masjid Az-Zikra Sentul Gelar Zikir Akbar Spesial Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
Rasulullah SAW Paling...
Rasulullah SAW Paling Sering Berpuasa di Bulan Syaban, Ini Alasannya!
Nubuat Rasulullah SAW...
Nubuat Rasulullah SAW Tentang Perang Besar Akhir Zaman
Rekomendasi
Ironi Para Ilmuwan Hebat...
Ironi Para Ilmuwan Hebat yang Tak Pernah Memenangkan Nobel
Fenomena Alam Pemicu...
Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari Terdeteksi
5 Tokoh Muslim yang...
5 Tokoh Muslim yang Mengguncang Peradaban Barat
Artikel Terkini
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Infografis
Media Asing Soroti Penanganan...
Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved