Buya Yahya: Jangan Salah Kaprah, Inilah Musuh Islam yang Sebenarnya
Senin, 07 Juni 2021 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan ada yang seruan begini: "Siapa yang tidak membela Islam adalah musuhku." Hanya karena tidak membela atau diam saja langsung dijadikan musuh. Ini bahaya sekali.
Salah Memilih Kawan dan Lawan
Di sisi lain, ada yang salah memilih kawan dan salah memilih lawan. Inilah sebab turunnya ayat di atas. Kalau dengan orang di luar Islam dia bisa mesra, tetapi dengan orang Islam dia bikin masalah.
Orang semacam ini ada di negeri kita ini, ketika ada yang mengganggu orang di luar Islam dia langsung bangkit (membela). Giliran yang diganggu umat Islam, kita tidak tahu dia tidur dimana. Maka itu, loyalitas kita harus kepada Allah dan Rasulullah serta kepada agama Allah.
Kita harus membela kebenaran. Akan tetapi membela kebenaran pun ada rambu-rambunya, bukan menerjang semua orang. Orang Yahudi dan Nasrani yang menjadi tetangga kita tidak boleh diperangi atau dimusuhi. Mereka memang berbeda agama dengan kita, tetapi mereka tidak mengganggu kita.
Musuh kita sebenarnya adalah mereka yang memusuhi agama kita, yang mengganggu agama kita, yang mengganggu Nabi Muhammad, yang mengganggu Al-Qur'an, yang mengganggu syariat. Tapi, kalau ada tetangga yang bukan muslim namun bersikap baik-baik kepada kita, tidak boleh diganggu. Itulah Al-Wala' wal-Baro' yang sesungguhnya.
Kemudian memang ada orang muslim yang tidak memahami Al-Wala' wal-Baro'. Sehingga loyalitas yang seharusnya dia tidak boleh loyal seperti dijelaskan di atas, yaitu seorang muslim yang mendukung orang-orang di luar Islam.
Ada pembantaian kepada kaum muslimin, dia diam. Tapi di saat orang di luar Islam punya masalah, dia langsung melakukan pembelaan. Ketahuilah bahwa Islam itu adil. Lihatlah kisah kejahatan dilakukan oleh kaum muslim di zaman Khalifah Umar Bin Khattab, dia dihukum oleh Umar. Bukan mentang-mentang yang bersalah adalah orang Islam lalu dibebaskan. Tidak demikian di zaman Umar.
Intinya, Islam itu sangat indah. Di zaman sekarang malah terbalik, kawan jadi lawan. Ustaz musuhnya ustaz, umat muslim musuhnya umat muslim. Jadi kesimpulan Al-Wala' wal-Baro' itu ialah siapa sebenarnya yang harus kita musuhi. Siapa orang yang kita cintai dan kita bela itu namanya Al-Wala'. Siapa orang yang kita cuci tangan dan terbebas dari urusannya itulah Al-Baro'. Kalau memang berlebihan harus kita perangi. Tetapi ingat, dalam memeranginya pun ada aturannya, bukan main tembak.
Semoga Allah memberi kita pemahaman memaknai Al-Wala' wal-Baro' sehingga kita dapat menampilkan Islam yang indah dan adil sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW dan para sahabat.
Baca Juga: Islam Itu Unik, Siapa yang Mengenalnya Akan Jatuh Cinta
Wallahu A'lam
Berikut Ceramah Buya Yahya tentang "Musuh Islam yang Sebenarnya" yang disiarkan Al-Bahjah TV:
Salah Memilih Kawan dan Lawan
Di sisi lain, ada yang salah memilih kawan dan salah memilih lawan. Inilah sebab turunnya ayat di atas. Kalau dengan orang di luar Islam dia bisa mesra, tetapi dengan orang Islam dia bikin masalah.
Orang semacam ini ada di negeri kita ini, ketika ada yang mengganggu orang di luar Islam dia langsung bangkit (membela). Giliran yang diganggu umat Islam, kita tidak tahu dia tidur dimana. Maka itu, loyalitas kita harus kepada Allah dan Rasulullah serta kepada agama Allah.
Kita harus membela kebenaran. Akan tetapi membela kebenaran pun ada rambu-rambunya, bukan menerjang semua orang. Orang Yahudi dan Nasrani yang menjadi tetangga kita tidak boleh diperangi atau dimusuhi. Mereka memang berbeda agama dengan kita, tetapi mereka tidak mengganggu kita.
Musuh kita sebenarnya adalah mereka yang memusuhi agama kita, yang mengganggu agama kita, yang mengganggu Nabi Muhammad, yang mengganggu Al-Qur'an, yang mengganggu syariat. Tapi, kalau ada tetangga yang bukan muslim namun bersikap baik-baik kepada kita, tidak boleh diganggu. Itulah Al-Wala' wal-Baro' yang sesungguhnya.
Kemudian memang ada orang muslim yang tidak memahami Al-Wala' wal-Baro'. Sehingga loyalitas yang seharusnya dia tidak boleh loyal seperti dijelaskan di atas, yaitu seorang muslim yang mendukung orang-orang di luar Islam.
Ada pembantaian kepada kaum muslimin, dia diam. Tapi di saat orang di luar Islam punya masalah, dia langsung melakukan pembelaan. Ketahuilah bahwa Islam itu adil. Lihatlah kisah kejahatan dilakukan oleh kaum muslim di zaman Khalifah Umar Bin Khattab, dia dihukum oleh Umar. Bukan mentang-mentang yang bersalah adalah orang Islam lalu dibebaskan. Tidak demikian di zaman Umar.
Intinya, Islam itu sangat indah. Di zaman sekarang malah terbalik, kawan jadi lawan. Ustaz musuhnya ustaz, umat muslim musuhnya umat muslim. Jadi kesimpulan Al-Wala' wal-Baro' itu ialah siapa sebenarnya yang harus kita musuhi. Siapa orang yang kita cintai dan kita bela itu namanya Al-Wala'. Siapa orang yang kita cuci tangan dan terbebas dari urusannya itulah Al-Baro'. Kalau memang berlebihan harus kita perangi. Tetapi ingat, dalam memeranginya pun ada aturannya, bukan main tembak.
Semoga Allah memberi kita pemahaman memaknai Al-Wala' wal-Baro' sehingga kita dapat menampilkan Islam yang indah dan adil sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW dan para sahabat.
Baca Juga: Islam Itu Unik, Siapa yang Mengenalnya Akan Jatuh Cinta
Wallahu A'lam
Berikut Ceramah Buya Yahya tentang "Musuh Islam yang Sebenarnya" yang disiarkan Al-Bahjah TV:
(rhs)
Lihat Juga :