Kiai Hasyim Memanggil Kiai Dahlan dengan Panggilan Mas...

Selasa, 15 Juni 2021 - 16:08 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Nahdlatul Ulama Inggris Raya Kecam Kekerasan di Yerusalem

Kiai Ahmad Dahlan juga menanyakan perkembangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang milik Kiai Hasyim beserta kekagumannya pada beliau. Kiai Mas Mansur pun balik mengisahkan kekaguman Kiai Hasyim Asy’ari pada Kiai Ahmad Dahlan.

Atas kedekatan silsilah keilmuan inilah, Kiai Ahmad Dahlan tak ragu mempercayakan perkembangan dakwah Muhammadiyah kepada Kiai Mas Mansur sebagai Ketua Muhammadiyah Cabang Surabaya.

Pahlawan
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud juga pernah mengatakan KH Ahmad Dahlan ddan KH Hasyim Asy’ari adalah murid KH Sholeh Darat Semarang.

Selepas nyantri di bawah asuhan Kiai Sholeh Darat selama dua tahun, keduanya disarankan untuk menimba ilmu di Makkah. Tentu, mereka berdua dibekali oleh sang guru terkait dengan ulama-ulama yang harus diserap ilmunya ketika di Makkah.

Sepulang dari tanah Haram, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dan KH Hasyim Asy’ari mendirikan NU.

Menurut H Marsudi, baik Kiai Dahlan maupun KH Hasyim menjadikan organisasinya itu sebagai sarana untuk berdakwah menyebarkan Islam. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan untuk menyusun strategi dakwah yang jitu.

“Yang hebat dua-duanya bisa memosisikan target market of dakwah yang berbeda,” katanya.

Kiai Dahlan yang tinggal di kota menggunakan sekolah sebagai sarana dakwah. Hingga kemudian sekolah menyebar ke desa-desa. Sementara, Kiai Hasyim yang berangkat dari desa menggunakan pesantren sebagai ‘motor dakwah.’

KH Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868. Ia wafat pada 23 Februari 1923 di usianya yang ke-54 tahun. Pada 18 November 1912, Kiai Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Ia diganjar pemerintah Indonesia sebagai pahlawan nasional pada 1961 karena telah memelopori kebangkitan umat Islam.

KH Hasyim Asy’ari lahir di Demak pada 10 April 1875 dan wafat pada 25 Juli 1947 pada di usia 72 tahun. Pada 1926, bersama dengan ulama-ulama Nusantara Kiai Hasyim memprakarsai berdirinya NU. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1964 atas jasa besarnya melawan penjajah.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menag Nasaruddin Umar:...
Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat
Gelar Salat Idulfitri...
Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Gedung PP Muhammadiyah Menteng Dipadati Jemaah
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Besok, Simak Penjelasannya
Kumpulan Doa untuk Arwah...
Kumpulan Doa untuk Arwah Pahlawan, Lafaz Arab dan Terjemahan, Sarat Makna Penghormatan
Di Hadapan Pemimpin...
Di Hadapan Pemimpin Agama Dunia, KH Cholil Nafis Sebut Peran Tokoh Agama Wujudkan Perdamaian
Rekomendasi
Selain 1.972 Sungai...
Selain 1.972 Sungai Mengering, Ini Fakta Paling Nyata Bahwa Bumi Bocor
Jepang Merevisi Probabilitas...
Jepang Merevisi Probabilitas Gempa Besar di Palung Nankai
Abbas bin Firnas, Ilmuwan...
Abbas bin Firnas, Ilmuwan Islam Penemu Pesawat Terbang Sebelum Wright Bersaudara
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved