Ustaz Dokter Zaidul Akbar: Jangan Panik, Islam Mengajarkan Optimisme

loading...
Ustaz Dokter Zaidul Akbar: Jangan Panik, Islam Mengajarkan Optimisme
Orang beriman tidak perlu panik berlebihan menyikapi pandemi ini. Optimistis dalam Islam harus digantungkan kepada Allah. Foto/dok IG @zaidulakbar
Dai Penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JRS) Ustaz Dokter Zaidul Akbar mengajak kaum muslimin untuk membangun optimisme seperti yang diajarkan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Tidak perlu panik berlebihan menyikapi pandemi saat ini.

"Mengapa optimisme itu diperlukan? Banyak hal, optimistis dalam Islam digantungkan kepada Allah, dan Allah tak pernah mengingkari janji-Nya dan tidak ada ceritanya Allah menyusahkan hamba-Nya. Kalaulah ada ujian maka itupun bagian dari kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya," kata Ustaz Zaidul Akbar lewat postingannya di IG @zaidulakbar.

Baca Juga: Tips Herbal Ustaz Dokter Zaidul Akbar Bentengi Diri dari Covid-19

Kata Dai yang berlatar belakang dokter ini, apabila optimisme ini hilang atau memudar berarti secara tidak langsung kehilangan kepercayaan kepada Allah yang memberikan keadaan yang banyak orang menyebutnya ujian.

Di tengah ramainya kondisi yang sakit karena virus ini, virus ketidakoptimisan justru malah banyak berkembang. Tentunya ada kontribusi Iblis dan bala-tentaranya agar dengan ketidakoptimisan tersebut ibadah melemah, kepercayaan terhadap Tuhan juga melemah.

"Padahal, dari sekian yang terkena virus ini, lebih banyak yang sembuh daripada yang wafat. Tentunya kita mendoakan yang sakit agar diberi kesembuhan dan yang sehat senantiasa dikuatkan tubuhnya oleh Allah," kata Ustaz Zaidul Akbar.

Terlalu gencarnya pancaindra mendapatkan informasi keadaan yang ada khususnya informasi yang bikin susah hati seperti angka kematian dan lainnya, akhirnya membuat banyak orang berada dalam panic state.

"Yakinlah. tanpa atau dengan virus ini kita akan mati, pasti mengalami kematian mau sembunyi kemana juga," tururnya.

Ustaz Zaidul Akbar menceritakan sebuah kisah hikmah dari salah satu akun. Diceritakan, ada orang yang terkena virus ini tetapi masih "memaksakan" dirinya sholat malam, baca Qur'an di tengah kondisi tubuh terbilang tidak normal. Well.. kekuatan orang beriman itu bukan pada raganya, tapi imannya, hatinya, raga hanya mengikuti saja.

"Yakinlah, penyakit apapun akan sembuh, janji Allah melalui lisan Baginda Rasulullah seperti itu. Jikalau tidak rezeki sembuh, insya Allah bertemu Allah dalam keadaan dosa-dosa sudah dibersihkan dengan sakit tersebut. Jadi suci bertemu Ilahi Robbi," terangnya.
halaman ke-1
cover top ayah
وَاتَّخَذُوۡا مِنۡ دُوۡنِهٖۤ اٰلِهَةً لَّا يَخۡلُقُوۡنَ شَيۡـًٔـا وَّهُمۡ يُخۡلَقُوۡنَ وَلَا يَمۡلِكُوۡنَ لِاَنۡفُسِهِمۡ ضَرًّا وَّلَا نَفۡعًا وَّلَا يَمۡلِكُوۡنَ مَوۡتًا وَّلَا حَيٰوةً وَّلَا نُشُوۡرًا‏
Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal mereka tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan oleh manusia, dan tidak kuasa untuk menolak bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat mendatangkan manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak pula membangkitkan.

(QS. Al-Furqan:3)
cover bottom ayah
preload video