Sumber Petaka Itu Bernama Lisan, Peringatan untuk Para Da'i
Senin, 26 Juli 2021 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
“Paling banyak kesalahan anak Adam bersumber pada lisannya.” (HR. Thobaroni, Ibnu Asakir dll. Lihat As-Shohihah no. 53416)
Abu Bakar khawatir atas lisannya karena rasa takutnya kepada Allah, namun kita yang banyak dosa justru tidak khawatir terhadap lisan kita karena tipisnya rasa takut kita kepada Allah SWT.
Dalam banyak hadits ini, Nabi SAW menganjurkan kepada kita untuk mengucapkan ucapan yang baik atau diam.
Banyak sekali dalil dalil dalam Al-Qur’an dan sunnah yang memerintahkan kita untuk menjaga lisan dan tidak ada asal ngegas tanpa memikirkan secara matang dampaknya.
Sungguh betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang ditimbulkan oleh lisan yang tak bertulang sehingga menjadi faktor utama dicampakkannya ke api Neraka !!
Baca juga: Idul Adha, Ajari Anak Cinta Rasulullah dan Ahli Baitnya
Dan perlu diketahui bahwa seorang sebelum melontarkan sebuah ucapan, maka hendaknya mengecek empat aspek:
Pertama, tujuan dan niat. Baiknya niat menjadikan kata yang terucap dari lisan terasa sejuk dan mendatangkan kedamaian bagi orang yang mendengarnya. Apalah artinya kata-kata indah jika ternyata tersimpan dalam hatinya bisa dan racun yang mematikan.
Kedua, kandungan makna ucapan. Oleh karenanya seorang harus selektif dalam bertutur kata karena setiap huruf yang keluar dari lisan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, yang berdampak tentang nasib kelak di akherat.
Ketiga, kelembutan kata. utur kata yang lembut dan santun terbukti ampuh memikat hati dan meruntuhkan amarah yang berkobar-kobar dan berubah menjadi keakraban dan kasih sayang.
Abu Bakar khawatir atas lisannya karena rasa takutnya kepada Allah, namun kita yang banyak dosa justru tidak khawatir terhadap lisan kita karena tipisnya rasa takut kita kepada Allah SWT.
Dalam banyak hadits ini, Nabi SAW menganjurkan kepada kita untuk mengucapkan ucapan yang baik atau diam.
Banyak sekali dalil dalil dalam Al-Qur’an dan sunnah yang memerintahkan kita untuk menjaga lisan dan tidak ada asal ngegas tanpa memikirkan secara matang dampaknya.
Sungguh betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang ditimbulkan oleh lisan yang tak bertulang sehingga menjadi faktor utama dicampakkannya ke api Neraka !!
Baca juga: Idul Adha, Ajari Anak Cinta Rasulullah dan Ahli Baitnya
Dan perlu diketahui bahwa seorang sebelum melontarkan sebuah ucapan, maka hendaknya mengecek empat aspek:
Pertama, tujuan dan niat. Baiknya niat menjadikan kata yang terucap dari lisan terasa sejuk dan mendatangkan kedamaian bagi orang yang mendengarnya. Apalah artinya kata-kata indah jika ternyata tersimpan dalam hatinya bisa dan racun yang mematikan.
Kedua, kandungan makna ucapan. Oleh karenanya seorang harus selektif dalam bertutur kata karena setiap huruf yang keluar dari lisan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, yang berdampak tentang nasib kelak di akherat.
Ketiga, kelembutan kata. utur kata yang lembut dan santun terbukti ampuh memikat hati dan meruntuhkan amarah yang berkobar-kobar dan berubah menjadi keakraban dan kasih sayang.
Lihat Juga :