Surat Al Kahfi 9-26: Sosok Tanpa Nama Ashaba Al-Kahfi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Di tempat tersebut, mereka berdoa, lalu tertidur. Setelah ratusan tahun mereka terbangun, dan mengira mereka hanya tidur sebentar saja.
Baca juga: Tafsir Al-Kahfi Ayat 9, Kisah 7 Pemuda Tertidur di Gua 300 Tahun
Siapapun tentu akan berdecak kagum akan pengalaman yang mereka jalani, dan menjadi peristiwa yang demikian menghebohkan. Tapi bagi Allah SWT, kisah mereka sebenarnya tidaklah luar biasa. Ketika mengawali kisah Ashāba Al-Kahfi, Allah SWT berfirman:
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? ( QS Al-Kahfi: 9 )
Ketika menafsirkan ayat ini, Quraish Shihab menjelaskan tentang begitu banyaknya tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang berseliweran di sekitar kita.
Peristiwa yang dialami oleh Ashhab al-Kahf/para Penghuni Gua tidaklah lebih menakjubkan dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang lain. Hanya saja tanda-tanda yang lain telah seringkali kita saksikan, sehingga keajaiban dan kekaguman kita menjadi berkurang atau sirna.
Bahkan keberadaan diri kita sendiri, dari sebelumnya tidak ada sama sekali, hingga menjadi seperti sekarang, merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang sangat luar biasa.
Munculnya keinginan manusia terhadap keajaiban-keajaiban kecil terjadi karena mereka senantiasa luput dari kesadaran akan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang demikian banyak ini.
Mengenai tafsir atas tanda kebesaran Allah SWT yang terdapat dalam ayat ini, Quraish Shibab mengutip pendapat Thahir Ibn ‘Asyur yang menilai ayat ini bagaikan berkata, “Apakah engkau menduga bahwa peristiwa yang dialami Ashāba Al-Kahfi merupakan kisah ajaib?
Baca juga: Tafsir Al-Kahfi Ayat 9, Kisah 7 Pemuda Tertidur di Gua 300 Tahun
Siapapun tentu akan berdecak kagum akan pengalaman yang mereka jalani, dan menjadi peristiwa yang demikian menghebohkan. Tapi bagi Allah SWT, kisah mereka sebenarnya tidaklah luar biasa. Ketika mengawali kisah Ashāba Al-Kahfi, Allah SWT berfirman:
أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَٰبَ ٱلْكَهْفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُوا۟ مِنْ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? ( QS Al-Kahfi: 9 )
Ketika menafsirkan ayat ini, Quraish Shihab menjelaskan tentang begitu banyaknya tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang berseliweran di sekitar kita.
Peristiwa yang dialami oleh Ashhab al-Kahf/para Penghuni Gua tidaklah lebih menakjubkan dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang lain. Hanya saja tanda-tanda yang lain telah seringkali kita saksikan, sehingga keajaiban dan kekaguman kita menjadi berkurang atau sirna.
Bahkan keberadaan diri kita sendiri, dari sebelumnya tidak ada sama sekali, hingga menjadi seperti sekarang, merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang sangat luar biasa.
Munculnya keinginan manusia terhadap keajaiban-keajaiban kecil terjadi karena mereka senantiasa luput dari kesadaran akan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang demikian banyak ini.
Mengenai tafsir atas tanda kebesaran Allah SWT yang terdapat dalam ayat ini, Quraish Shibab mengutip pendapat Thahir Ibn ‘Asyur yang menilai ayat ini bagaikan berkata, “Apakah engkau menduga bahwa peristiwa yang dialami Ashāba Al-Kahfi merupakan kisah ajaib?
Lihat Juga :