Sikap Tidak Konsisten, Ternyata Berdampak Buruk di Dunia dan Akhirat
Jum'at, 19 November 2021 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 2 Strategi untuk Berlomba-lomba dalam Keshalehan
4. Orang yang enggan mengamalkan ilmunya juga diibaratkan oleh Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam seperti lilin, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:
Artinya: “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia namun ia melupakan dirinya sendiri, laksana sebuah lilin yang menerangi orang sambil membakar dirinya”. (Shahiih Al-Jaami').
5- Di antara ancaman bagi mereka yang enggan mengamalkan ilmunya adalah, seperti seorang laki-laki didatangkan pada hari kiamat lalu dilemparkan ke dalam neraka, sehingga isi perutnya terurai, lalu ia berputar-putar seperti keledai berputar-putar mengitari alat giling (tepung).
Beberapa hadis yang berkaitan dengan Al Qur'an, antara lain adalah :
1. Mengamalkan Apa yang Didakwahkan. Hendaknya seorang da’i mengamalkan apa yang ia dakwahkan dan menjadi teladan didalamnya. Jangan sampai ia sibuk mendakwahi manusia sedang ia lalai terhadap dirinya sendiri. Allah Ta'ala berfirman :
"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidaklah kamu berpikir?"
2. Orang yang tidak mengamalkan ilmunya, ia seperti apa yang Allah firmankan:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. (QS Ash-Shaff: 2-3).
Jadi, amat besar korelasi antara sikap tidak konsekuan dengan kedudukan iman di hati. Iman itu tidak perlu besar bila dia bisa memberikan keteguhan yang luar biasa hebat. Yang bisa membuat diri yakin bahwa ada hal yang terbaik dalam setiap keputusan yang diridhai oleh Allah.
Tak perlu iman yang besar untuk bisa bertobat kepada Allah saban harinya. Karena justru terkadang, dengan iman yang begitu tinggi kita merasa bebas dari dosa. Sehingga tak akan pernah ada lagi kata tobat dalam benak ini. Pahadal, rasulullah saja setiap harinya beristiqfar sampai seratus kali.
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (QS Ali Imran ayat 8).
Baca juga: 5 Rahasia Rasulullah Jarang Sakit, Patut Kita Tiru!
Wallahu A'lam
4. Orang yang enggan mengamalkan ilmunya juga diibaratkan oleh Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam seperti lilin, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلُ الْعَالِمِ الَّذِي يُعَلِّمُ النَّاسَ الْخَيْرَ وَيَنْسَى نَفْسَهُ كَمَثَلِ السِّرَاجِ يُضِيءُ لِلنَّاسِ وَيَحْرِقُ نَفْسَهُ
Artinya: “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia namun ia melupakan dirinya sendiri, laksana sebuah lilin yang menerangi orang sambil membakar dirinya”. (Shahiih Al-Jaami').
5- Di antara ancaman bagi mereka yang enggan mengamalkan ilmunya adalah, seperti seorang laki-laki didatangkan pada hari kiamat lalu dilemparkan ke dalam neraka, sehingga isi perutnya terurai, lalu ia berputar-putar seperti keledai berputar-putar mengitari alat giling (tepung).
Beberapa hadis yang berkaitan dengan Al Qur'an, antara lain adalah :
1. Mengamalkan Apa yang Didakwahkan. Hendaknya seorang da’i mengamalkan apa yang ia dakwahkan dan menjadi teladan didalamnya. Jangan sampai ia sibuk mendakwahi manusia sedang ia lalai terhadap dirinya sendiri. Allah Ta'ala berfirman :
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidaklah kamu berpikir?"
2. Orang yang tidak mengamalkan ilmunya, ia seperti apa yang Allah firmankan:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ، كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. (QS Ash-Shaff: 2-3).
Jadi, amat besar korelasi antara sikap tidak konsekuan dengan kedudukan iman di hati. Iman itu tidak perlu besar bila dia bisa memberikan keteguhan yang luar biasa hebat. Yang bisa membuat diri yakin bahwa ada hal yang terbaik dalam setiap keputusan yang diridhai oleh Allah.
Tak perlu iman yang besar untuk bisa bertobat kepada Allah saban harinya. Karena justru terkadang, dengan iman yang begitu tinggi kita merasa bebas dari dosa. Sehingga tak akan pernah ada lagi kata tobat dalam benak ini. Pahadal, rasulullah saja setiap harinya beristiqfar sampai seratus kali.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (QS Ali Imran ayat 8).
Baca juga: 5 Rahasia Rasulullah Jarang Sakit, Patut Kita Tiru!
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :