alexametrics

Ratusan napi belajar salat dan mengaji

loading...
Ratusan napi belajar salat dan mengaji
Suasana Ramadan di LP Jombang (foto: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
Sindonews.com - Di bulan Ramadan, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) juga sibuk melakukan ibadah untuk mencari berkah Ramadan. Selama bulan Ramadan, LP kelas II B Jombang memfasilitasi ratusan tahanannya untuk belajar salat dan tadarus.

Setiap pagi dan malam usai salat tarawih, para napi tampak sibuk belajar salat dan mengaji. Meski sempat terlibat tindak kriminal, namun saat Ramadan datang ternyata para napi ini juga giat belajar salat dan mengaji. Mereka sangat antusias menghafalkan doa-doa salat atau pun belajar membaca Alquran ayat demi ayat.

Kepala LP Jombang Nur Ahmadi mengatakan untuk membantu para napi belajar, pihak LP sengaja mendatangkan belasan orang pengajar ke dalam LP. Pembelajaran salat dan mengaji memang sengaja di berikan oleh LP selama bulan suci Ramadan kepada 352 orang napi penghuni LP Jombang.



"Momen ini sangat baik untuk membina dan menyadarkan para napi agar tidak mengulangi perbuatannya melanggar hukum kelak setelah bebas dan kembali ke masyarakat," ungkap Nur menjelaskan kepada wartawan, Jumat (27/7/2012).

Dengan belajar salat dan mengaji, sejumlah napi bahkan sampai menangis dan berurai air mata.
Tak sedikit dari mereka yang menjadi rindu pada anak dan cucu.

Salah seorangnya seperti yang diungkapkan Iskan (59) salah satu napi. Di usianya yang sudah tergolong lanjut, Iskan tak menyangka jika pada bulan Ramadan tahun ini dilewatinya di dalam penjara.

"Setiap azan magrib, saya selalu menangis karena menyesal kini tak bisa lagi berbuka puasa bersama anak, istri dan cucu-cucu saya," ujar Iskan yang dipenjara lantaran bermain judi.

Kelak setelah masa hukumannya selesai, Iskan pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya bermain judi.
(azh)
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak