Begini Cara 'Utbah bin Abu Lahab Menceraikan Ruqayyah Putri Rasulullah SAW
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Setelah kedua putri Rasulullah SAW tersebut diceraikan, mereka dinikahi oleh Utsman ibn 'Affan RA dalam waktu yang berbeda. Utsman menikahi Ruqayyah terlebih dahulu. Namun, Ruqayyah meninggal pada 2 H. Setelah itu, Utsman menikahi Ummu Kultsum yang juga meninggal selang lima tahun kemudian (7 H).
Baca juga: Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab
Sayang Keluarga
Sejatinya, Abu Lahab lumayan sayang dengan keluarga. Hanya saja, ia sangat tamak akan harta dan tahta. Dia sangat ambisius dan takut kehilangan kedudukannya.
Haekal mengatakan sebelum Muhammad diangkat menjadi rasul, hubungan beliau dengan Abu Lahab baik-baik saja, bahkan begitu mesra. Abu Lahab sangat senang memiliki keponakan yang disayangi oleh semua anggota keluarganya, terutama ayahnya, 'Abdul Muthalib, dan adiknya, Abu Thalib.
Kedekatan itu semakin erat saat Abu Lahab menerima kedua putri Rasulullah SAW sebagai menantunya.
Abu Lahab berharap hubungan pernikahan tersebut dapat mempererat hubungannya dengan Rasulullah SAW. Dr Bassam Muhammad Hamami dalam "Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam", menceritakan kala itu, para tokoh pembesar keluarga Abdul Muthalib berdatangan ke rumah Rasulullah untuk dapat berbesan dengan putri paman mereka, Muhammad SAW.
Sesepuh mereka Abu Thalib pun datang mendekat kepada Rasulullah seraya berkata, "Wahai keponakanku, engkau telah menikahkan Zainab dengan Abu al-Ash ibn Rabi dan ia merupakan menantu terbaik, tetapi para sepupumu yang lain merasa engkau pun harus memberikan kepada mereka seperti yang telah engkau berikan terhadap lbnu Rabi'. Mereka juga tidak kalah mulia dan terhormat dari Ibnu Rabi'."
Rasulullah pun menjawab, "Engkau benar wahai pamanku." Seperti kebiasaan Rasulullah dalam menikahkan para putrinya, beliau meminta izin kepada dua putrinya, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, tentang pernikahan mereka dengan putra paman mereka Abdul 'Uzza, 'Utbah dan 'Utaibah putra Abu Lahab.
Kedua putri Rasulullah itu bukankah putri yang berani menentang perintah ayah mereka atau menimbulkan kesulitan bagi keluarga dan sanak familinya. Diam dan tenang adalah jawaban mereka.
Baca juga: Kuburan Busuk Abu Lahab: Begini Bengisnya Keluarga Si Gendut Ini kepada Nabi SAW
Baca juga: Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab
Sayang Keluarga
Sejatinya, Abu Lahab lumayan sayang dengan keluarga. Hanya saja, ia sangat tamak akan harta dan tahta. Dia sangat ambisius dan takut kehilangan kedudukannya.
Haekal mengatakan sebelum Muhammad diangkat menjadi rasul, hubungan beliau dengan Abu Lahab baik-baik saja, bahkan begitu mesra. Abu Lahab sangat senang memiliki keponakan yang disayangi oleh semua anggota keluarganya, terutama ayahnya, 'Abdul Muthalib, dan adiknya, Abu Thalib.
Kedekatan itu semakin erat saat Abu Lahab menerima kedua putri Rasulullah SAW sebagai menantunya.
Abu Lahab berharap hubungan pernikahan tersebut dapat mempererat hubungannya dengan Rasulullah SAW. Dr Bassam Muhammad Hamami dalam "Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam", menceritakan kala itu, para tokoh pembesar keluarga Abdul Muthalib berdatangan ke rumah Rasulullah untuk dapat berbesan dengan putri paman mereka, Muhammad SAW.
Sesepuh mereka Abu Thalib pun datang mendekat kepada Rasulullah seraya berkata, "Wahai keponakanku, engkau telah menikahkan Zainab dengan Abu al-Ash ibn Rabi dan ia merupakan menantu terbaik, tetapi para sepupumu yang lain merasa engkau pun harus memberikan kepada mereka seperti yang telah engkau berikan terhadap lbnu Rabi'. Mereka juga tidak kalah mulia dan terhormat dari Ibnu Rabi'."
Rasulullah pun menjawab, "Engkau benar wahai pamanku." Seperti kebiasaan Rasulullah dalam menikahkan para putrinya, beliau meminta izin kepada dua putrinya, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, tentang pernikahan mereka dengan putra paman mereka Abdul 'Uzza, 'Utbah dan 'Utaibah putra Abu Lahab.
Kedua putri Rasulullah itu bukankah putri yang berani menentang perintah ayah mereka atau menimbulkan kesulitan bagi keluarga dan sanak familinya. Diam dan tenang adalah jawaban mereka.
Baca juga: Kuburan Busuk Abu Lahab: Begini Bengisnya Keluarga Si Gendut Ini kepada Nabi SAW
Lihat Juga :