Kisah Rasulullah Marah Saat Orang Yahudi Menanyakan Hal Ini

Minggu, 30 Januari 2022 - 18:20 WIB
loading...
Kisah Rasulullah Marah...
Semua orang mengenal sosok Rasulullah adalah pribadi yang lembut, tidak pernah melaknat apalagi bersikap kasar. Foto ilustrasi/Ist
A A A
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah pribadi dengan kesabaran luar biasa. Semua orang mengenal Beliau sosok yang lembut, tidak pernah melaknat apalagi bersikap kasar.

Ada satu peristiwa yang membuat Nabi marah, namun Allah menenangkannya dengan menurunkan wahyu lewat Malaikat Jibril. Kemarahan beliau tidaklah seperti kita. Beliau marah karena sebab sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan agama, bukan kepentingan pribadi beliau.

Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah, ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, semua orang menyambut hangat beliau termasuk kaum Anshar (penduduk Madinah) dan kaum Yahudi yang bermukim di Madinah. Kedatangan beliau sangat menguntungkan perdagangan kaum Yahudi.

Namun belakangan, orang-orang Yahudi tidak rela melihat kaum Muslimin bertambah sejahtera dan Islam semakin menguat. Apalagi setelah mendengar seorang Nabi yang bukan dari bangsa mereka.

Suatu hari, orang-orang Yahudi Madinah terkejut ketika mendengar seorang pendeta Yahudi bernama Abdullah bin Salam memeluk Islam. Setelah memeluk Islam, Abdullah bin Salam mengajak keluarganya untuk turut serta. Namun, ia masih merahasiakan keislamannya kepada teman-teman Yahudinya.

"Ya Rasulullah, saya khawatir kaumku akan menghinaku dan merendahkan aku jika mereka tahu aku masuk Islam," demikian kata Abdullah kepada Rasulullah.

"Sudikah kiranya Anda menanyakan tentang saya kepada kaum saya."

Rasulullah pun mengabulkan permintaan itu. Beliau menanyakan kepada orang Yahudi mengenai pendapat mereka tentang Abdullah bin Salam. Ternyata orang-orang Yahudi berkata yang baik-baik tentang Abdullah bin Salam. "Dia pemimpin kami, pendeta kami, dan cendekiawan kami."

Mendengar itu, Abdullah bin Salam pun keluar menemui kaumnya dan berkata: "Aku telah memeluk Islam. Kalau kalian menganggapku sebagai pemimpin, pendeta, dan cendekiawan, kalian bisa memercayaiku bahwa sungguh agama yang dibawa Rasulullah adalah agama yang benar."

Namun, apa yang terjadi? Wajah orang-orang Yahudi pucat kehilangan darah karena begitu terkejut. Sesaat, tidak seorang pun yang bicara. Kemudian, bukannya berpikir jernih, mereka menanggapi Abdullah bin Salam dengan marah. "Kamu pasti sudah dihinggapi kegilaan dengan meninggalkan agama kita."

Setelah itu, kata-kata kotor dan tidak baik mulai mereka lontarkan. Abdullah bin Salam dicaci dengan berbagai fitnah dan diumpat dengan kata-kata yang amat kasar.

Sejak saat itu, kaum Yahudi mulai bersepakat untuk menghancurkan Islam. Sebelum Rasulullah diutus, orang-orang Yahudi sudah mengetahui dari Taurat bahwa dalam waktu dekat akan ada seorang Nabi yang diutus Allah. Namun, mereka menduga bahwa Nabi itu akan lahir dari kalangan Yahudi.

Beberapa pemimpin Yahudi mendatangi Rasulullah dan bertanya dengan congkak: "Hai Muhammad! Allah yang telah menciptakan segenap makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah?" (Na'udzubillahi min dzalik)

Mendengar pertanyaan sekeji itu, wajah Rasulullah berubah karena menahan marah. Seketika, turunlah Malaikat Jibril menenangkan Rasulullah seraya menyampaikan firman Allah yang pernah diturunkan di Mekkah untuk menjawab:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Artinya: "Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara (serupa) dengan Dia." (QS Al-Ikhlas Ayat 1-4)

Sesudah Rasulullah membaca ayat tersebut, para ketua Yahudi terdiam dan saling mengejek, ia berkata: "Muhammad, coba engkau sifatkan kepada kami, bagaimana Allah itu. Berapa hasta tinggi-Nya, bagaimana lengan-Nya, bagaimana....?"

Sudah tentu Rasulullah menjadi sangat marah, lebih marah daripada yang pertama. Namun, Jibril kembali turun memadamkan rasa marah Rasulullah sambil menyampaikan firman Allah untuk menjawab pertanyaan lancang itu:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

"Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." (Surah Az-Zumar: 67)

Demikian kisah Rasulullah marah ketika pemuka-pemuka Yahudi mempermainkan Allah dengan pertanyaan ngawur. Kemarahan beliau dinilai wajar, namun beliau tetap menunjukkan akhlak terpuji. Beliau tidak lantas membalasnya dengan cacian dan hinaan. Justru beliau menjawab pertanyaan konyol Yahudi itu dengan firman Allah Yang Maha Agung.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Marah yang Diajarkan Rasulullah SAW
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Menyembelih 100 Unta setelah Melaksanakan Haji Wada
Rasulullah SAW Pernah...
Rasulullah SAW Pernah Menunda Ibadah Haji Hingga 4 Tahun, Begini Kisahnya!
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rekomendasi
Gunung yang Disebut...
Gunung yang Disebut dalam Al-Quran dengan Fenomena Uniknya
Rahasia Piramida Agung...
Rahasia Piramida Agung Giza yang Belum Pernah Terungkap Terpecahkan
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan...
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan Matahari Terbit dari Utara Siklus Normal
Artikel Terkini
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved