Inilah 5 Amalan untuk Menambal Amal Ibadah yang Cacat
Rabu, 09 Februari 2022 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
2. Sedekah
Ketika kita puasa misalnya, puasa yang kita lakukan rawan untuk ditolak karena penjagaan yang kita lakukan juga sangat kurang. Cobalah duduk di sore hari menjelang berbuka, lalu renungkan apakah ibadah puasa kita hari ini bersih dari noda-noda dosa? Karena puasa yang diterima itu adalah puasa yang bersih dari noda dosa. Untuk itulah diperlukan suatu amal yang diharapkan dapat menambal kekurangan dan menutupi cacat puasa kita itu.
Amal yang diharapkan dapat menambal kekurangan dan cacat itu adalah bersedekah. Sedekah itu amat besar manfaatnya. Bukan hanya menambal, tetapi juga mengembalikan pahala ibadah. Ini sangat penting, mengingat sering sekali pahala puasa kita hilang karena tindakan berdosa seperti gibah dan kurang menjaga pandangan.
Imam Al-Ghazali mengutip argumen Ibnu Mas’ud, “Ada seseorang yang telah beribadah selama 70 tahun. Suatu hari dia terjerumus melakukan kekejian, lalu Allah menghapus amal-amalnya. Suatu ketika dia melewati seorang miskin, lalu dia bersedekah kepada si miskin itu dengan sepotong roti, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan mengembalikan kembali kepadanya kebaikan amalnya selama 70 tahun itu.” Luqman pernah berkata kepada anaknya, “Apabila engkau berbuat kesalahan, maka berikanlah sedekah.” (Ihya, 1/227)
Hadis Nabi Shallalahu alaihi wa sallam menyebutkan, “Sedekah itu memadamkan keburukan sebagaimana air memadamkan api.” (HR Ibnu Al-Mubarak, At-Tirmidzi dan lain-lain)
Baca juga: Anjuran Memuliakan Janda, Begini Penjelasannya
3. Istighfar
Meminta ampunan pada Allah. Istighfar adalah penutup setiap amalan shalehh. Salat lima waktu, haji, shalat malam, dan pertemuan dalam majelis biasa ditutup dengan amalan dzikir istighfar ini.
Al Hasan Al Bashri berkata, "Perbanyaklah istighfar karena kalian tidaklah tahu kapan waktu turunnya rahmat."
Lukman pun pernah berkata pada anaknya, "Wahai anakku, basahilah lisanmu dengan bacaan istighfar (permohonan ampun pada Allah) karena Allah telah memilih beberapa waktu yang doa orang yang meminta tidak tertolak saat itu".(Dikutip dari kitab Lathaif Al-Maarif, karya Ibnu Rajab)
4. Memperbanyak membaca Al-Qur'an
Ketika kita puasa misalnya, puasa yang kita lakukan rawan untuk ditolak karena penjagaan yang kita lakukan juga sangat kurang. Cobalah duduk di sore hari menjelang berbuka, lalu renungkan apakah ibadah puasa kita hari ini bersih dari noda-noda dosa? Karena puasa yang diterima itu adalah puasa yang bersih dari noda dosa. Untuk itulah diperlukan suatu amal yang diharapkan dapat menambal kekurangan dan menutupi cacat puasa kita itu.
Amal yang diharapkan dapat menambal kekurangan dan cacat itu adalah bersedekah. Sedekah itu amat besar manfaatnya. Bukan hanya menambal, tetapi juga mengembalikan pahala ibadah. Ini sangat penting, mengingat sering sekali pahala puasa kita hilang karena tindakan berdosa seperti gibah dan kurang menjaga pandangan.
Imam Al-Ghazali mengutip argumen Ibnu Mas’ud, “Ada seseorang yang telah beribadah selama 70 tahun. Suatu hari dia terjerumus melakukan kekejian, lalu Allah menghapus amal-amalnya. Suatu ketika dia melewati seorang miskin, lalu dia bersedekah kepada si miskin itu dengan sepotong roti, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan mengembalikan kembali kepadanya kebaikan amalnya selama 70 tahun itu.” Luqman pernah berkata kepada anaknya, “Apabila engkau berbuat kesalahan, maka berikanlah sedekah.” (Ihya, 1/227)
Hadis Nabi Shallalahu alaihi wa sallam menyebutkan, “Sedekah itu memadamkan keburukan sebagaimana air memadamkan api.” (HR Ibnu Al-Mubarak, At-Tirmidzi dan lain-lain)
Baca juga: Anjuran Memuliakan Janda, Begini Penjelasannya
3. Istighfar
Meminta ampunan pada Allah. Istighfar adalah penutup setiap amalan shalehh. Salat lima waktu, haji, shalat malam, dan pertemuan dalam majelis biasa ditutup dengan amalan dzikir istighfar ini.
Al Hasan Al Bashri berkata, "Perbanyaklah istighfar karena kalian tidaklah tahu kapan waktu turunnya rahmat."
Lukman pun pernah berkata pada anaknya, "Wahai anakku, basahilah lisanmu dengan bacaan istighfar (permohonan ampun pada Allah) karena Allah telah memilih beberapa waktu yang doa orang yang meminta tidak tertolak saat itu".(Dikutip dari kitab Lathaif Al-Maarif, karya Ibnu Rajab)
4. Memperbanyak membaca Al-Qur'an
Lihat Juga :