Sholat Nisfu Syaban Bidah? Begini Penjelasan Gus Baha
Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Ibnu Al-Jauzi meriwayatkan dalam kitab Al-Maudhu’at, bab tentang hadits sholat dan doa pada malam Nisfhu Sya’ban,
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، الحديث رواه ابن ماجه عن علي
“Jika datang malam Nisfhu Sya’ban, dirikan sholat di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya.” [Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ali]
Mahsyiah berkata, “Dalam kitab Az-Zawaid dikatakan bahwa sanadnya dha’if, karena Ibnu Abi Busrah dianggap lemah. Ahmad dan Ibnu Ma’in berkata bahwa dia memalsukan hadis.
Sholat enam rakaat pada malam Nisfhu Sya’ban dengan niat menolak bencana, panjang usia dan kecukupan dari manusia, lalu membaca surat Yasin dan berdoa di sela-selanya, tidak diragukan lagi bahwa itu ada perkara yang diada-adakan dalam agama dan bertentangan dengan sunah pemimpin para rasul.
Baca juga: Penjelasan Gus Baha Tentang Hukum Merokok
Definisi Bidah
Di sisi lain, Gus Baha juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang bidah.
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR Bukhari no. 2697 dan Muslim no 1718)
Menurut Gus Baha, Rasulullah SAW mengingatkan agar kita berhati-hati dengan hal-hal yang baru menyangkut ajaran agama.
Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، الحديث رواه ابن ماجه عن علي
“Jika datang malam Nisfhu Sya’ban, dirikan sholat di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya.” [Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ali]
Mahsyiah berkata, “Dalam kitab Az-Zawaid dikatakan bahwa sanadnya dha’if, karena Ibnu Abi Busrah dianggap lemah. Ahmad dan Ibnu Ma’in berkata bahwa dia memalsukan hadis.
Sholat enam rakaat pada malam Nisfhu Sya’ban dengan niat menolak bencana, panjang usia dan kecukupan dari manusia, lalu membaca surat Yasin dan berdoa di sela-selanya, tidak diragukan lagi bahwa itu ada perkara yang diada-adakan dalam agama dan bertentangan dengan sunah pemimpin para rasul.
Baca juga: Penjelasan Gus Baha Tentang Hukum Merokok
Definisi Bidah
Di sisi lain, Gus Baha juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang bidah.
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR Bukhari no. 2697 dan Muslim no 1718)
Menurut Gus Baha, Rasulullah SAW mengingatkan agar kita berhati-hati dengan hal-hal yang baru menyangkut ajaran agama.
Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda,
Lihat Juga :