Ramadhan Bulan Berjihad dari Keburukan untuk Menciptakan Perdamaian
Minggu, 03 April 2022 - 04:38 WIB
loading...
A
A
A
Dengan cara tersebut, Denny optimistis konten berimbang yang berisi konten keagamaan maupun konten positif lainnya dapat menutup ruang narasi kelompok radikal.
“Maka kita harus imbangi dengan konten positing yang berhubungan dengan agama dan sebagainya. Jangan diam saja karena mereka ini sebenarnya menyebarkan konten atau narasi kecil namun karna mereka kompak maka ini menjadi besar, maka kita kerahkan semua lini untuk menyampaikan hal yang positif,” tandasnya.
Ia juga menyinggung peran pemerintah beserta segenap tokoh agama untuk bisa memanfaatkan momen Ramadhan sebagai wadah untuk memasifkan upaya pencegahan radikalisme. Hal itu dengan mengusung aksi konkrit demi mengusung tahun 2022 sebagai tahun toleransi yang penuh perdamaian dan tahun tahun berikutnya.
“Bukti konkritnya adalah kita lakukan ceramah, tabligh akbar, seminar atau workshop misalnya. Lalu kita mengimbau kepada para tokoh agama agar juga harus masif dan militan melawan kelompok mereka. Kita isi tahun ini dengan hal positif, bagaimana menyongsong tahun berikutnya sebagai tahun harapan kita. Kita wajib membantu pemerintah,” ujarnya.
Seperti halnya apa yang dilakukan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dalam mewujudkan perdamaian dan harmoni sosial masyarakat dengan aksi nyata memberikan pengertian sekaligus mencontohkan kepada masyarakat untuk melakukan hal-hal positif.
“Kita bergerak untuk memberikan pengertian sekaligus mencontohkan kepada masyarakat untuk melakukan hal-hal positif, sesuai maqom dan kemampuan kita masing-masing, sebagai bentuk kewajiban PITI membantu pemerintah,” ungkapnya.
Terakhir, Denny berpesan kepada masyarakat agar mampu menahan dan mengendalikan diri untuk menyikapi berbagai hal yang terjadi khususnya fenomena hoaks dan hatespeech di dunia maya demi membangun kehidupan yang harmonis dan saling bertoleransi.
“Mari kita sibukkan diri dengan segala sesuatu yang positif yaitu menyiukkan diri dengan amalan agama atau segala sesuatu yang berhubungan dengan nasihat agama, syiar agama sehingga tidak ada ruang untuk kita mendengar hal hal yang negatif,” pungkasnya.
“Maka kita harus imbangi dengan konten positing yang berhubungan dengan agama dan sebagainya. Jangan diam saja karena mereka ini sebenarnya menyebarkan konten atau narasi kecil namun karna mereka kompak maka ini menjadi besar, maka kita kerahkan semua lini untuk menyampaikan hal yang positif,” tandasnya.
Ia juga menyinggung peran pemerintah beserta segenap tokoh agama untuk bisa memanfaatkan momen Ramadhan sebagai wadah untuk memasifkan upaya pencegahan radikalisme. Hal itu dengan mengusung aksi konkrit demi mengusung tahun 2022 sebagai tahun toleransi yang penuh perdamaian dan tahun tahun berikutnya.
“Bukti konkritnya adalah kita lakukan ceramah, tabligh akbar, seminar atau workshop misalnya. Lalu kita mengimbau kepada para tokoh agama agar juga harus masif dan militan melawan kelompok mereka. Kita isi tahun ini dengan hal positif, bagaimana menyongsong tahun berikutnya sebagai tahun harapan kita. Kita wajib membantu pemerintah,” ujarnya.
Seperti halnya apa yang dilakukan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dalam mewujudkan perdamaian dan harmoni sosial masyarakat dengan aksi nyata memberikan pengertian sekaligus mencontohkan kepada masyarakat untuk melakukan hal-hal positif.
“Kita bergerak untuk memberikan pengertian sekaligus mencontohkan kepada masyarakat untuk melakukan hal-hal positif, sesuai maqom dan kemampuan kita masing-masing, sebagai bentuk kewajiban PITI membantu pemerintah,” ungkapnya.
Terakhir, Denny berpesan kepada masyarakat agar mampu menahan dan mengendalikan diri untuk menyikapi berbagai hal yang terjadi khususnya fenomena hoaks dan hatespeech di dunia maya demi membangun kehidupan yang harmonis dan saling bertoleransi.
“Mari kita sibukkan diri dengan segala sesuatu yang positif yaitu menyiukkan diri dengan amalan agama atau segala sesuatu yang berhubungan dengan nasihat agama, syiar agama sehingga tidak ada ruang untuk kita mendengar hal hal yang negatif,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :