Inilah 5 Keutamaan Puasa Syawal Menurut Hadis
Jum'at, 06 Mei 2022 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
3. Tanda diterimanya puasa Ramadhan
Setelah melakukan satu ibadah kita akan menjalankan ibadah ibadah lain, itu adalah salah satu ciri ciri amal ibadah kita diterima. Begitupun dalam puasa Ramadhan. Salah satu ciri-ciri diterimanya puasa Ramadhan adalah seseorang melakukan puasa sunnah Syawal setelahnya.
4. Sebagai tanda syukur
Menjalankan puasa sunnah Syawal merupakan bukti syukur kita karena selama bulan Ramadhan telah memperoleh anugerah dari Allah SWT baik berupa ibadah-ibadah yang bisa dijalani di dalamnya ataupun ampunan yang dijanjikan bagi orang yang beribadah selama bulan puasa. Rasulullah saw bersabda,
Artinya, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)
5. Menjaga konsistensi ibadah
Berakhirnya bulan Ramadhan bukan berarti kita berhenti beribadah. Sebagai umat Islam yang bertaqwa tentunya kita harus tetap menjaga konsistensi ibadah tersebut. Salah satunya adalah dengan berpuasa sunnah Syawal.
Baca juga: Berwisata dengan Tujuan Ibadah akan Lebih Bermakna, Yuk Amalkan!
Wallahu A'lam
Setelah melakukan satu ibadah kita akan menjalankan ibadah ibadah lain, itu adalah salah satu ciri ciri amal ibadah kita diterima. Begitupun dalam puasa Ramadhan. Salah satu ciri-ciri diterimanya puasa Ramadhan adalah seseorang melakukan puasa sunnah Syawal setelahnya.
4. Sebagai tanda syukur
Menjalankan puasa sunnah Syawal merupakan bukti syukur kita karena selama bulan Ramadhan telah memperoleh anugerah dari Allah SWT baik berupa ibadah-ibadah yang bisa dijalani di dalamnya ataupun ampunan yang dijanjikan bagi orang yang beribadah selama bulan puasa. Rasulullah saw bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)
5. Menjaga konsistensi ibadah
Berakhirnya bulan Ramadhan bukan berarti kita berhenti beribadah. Sebagai umat Islam yang bertaqwa tentunya kita harus tetap menjaga konsistensi ibadah tersebut. Salah satunya adalah dengan berpuasa sunnah Syawal.
Baca juga: Berwisata dengan Tujuan Ibadah akan Lebih Bermakna, Yuk Amalkan!
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :