alexametrics

Lafaz Niat Puasa Sunnah Dzulqa'dah, Pahalanya Dilipatgandakan

loading...
Lafaz Niat Puasa Sunnah Dzulqadah, Pahalanya Dilipatgandakan
Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Dzulqadah adalah menghidupkan puasa sunnah. Foto Ilustrasi/dok rasiyambumen
Dzulqa'dah adalah bulan yang diistimewakan Allah Ta'ala bersama tiga bulan haram lainnya (Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Barangsiapa yang beramal saleh di bulan ini maka Allah akan melipatgandakan pahalanya.

Adapun amalan yang dianjurkan dibulanharam ini adalah menghidupkan puasa sunnah. Ini sejalan dengan perkataan Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu dalam Lathoif Al Ma'arif: "Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan saleh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak".(Baca Juga: Selamat Datang Dzulqa'dah, Bulan Haram yang Diagungkan Allah)

Mengenai anjuran berpuasa di bulan haram ini dikemukakan dalam satu Hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Dawud. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Sa'id Al Jurairi, dari Abu As Salil dari Mujibah Al Bahili, dari ayahnya atau pamannya bahwa ia datang kepadaRasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian pergi. Kemudian ia datang kepada beliau setelah satu tahun, dan keadaan serta penampilannya telah berubah.(Baca Juga: Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Juni 2020)



Kemudian ia berkata; wahai Rasulullah, apakah engkau mengenalku? Beliau berkata: "Siapa kamu?" Ia berkata; saya adalah Al Bahili yang telah datang kepada engkau pada tahun pertama. Beliau berkata: "Apakah yang telah mengubahmu? Dahulu penampilanmu baik." Ia berkata; saya tidak makan kecuali pada malam hari semenjak saya berpisah dengan engkau. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Kenapa engkau menyiksa dirimu?" Kemudian Nabi berkata: "Berpuasalah pada bulan yang penuh kesabaran (Ramadhan), dan satu hari setiap bulan." Ia berkata; tambahkan untukku, karena sesungguhnya saya kuat. Beliau bersabada: "Berpuasalah dua hari!" Ia berkata; tambahkan untukku! Beliau bersabda: "Berpuasalah tiga hari!" Ia berkata; tambahkan untukku! Beliau bersabda: "Berpuasalah sebagian dari bulan hurum (Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram)." Beliau mengatakannya dengan memberi isyarat menggunakan ketiga jari-jarinya, beliau menggenggamnya kemudian membukanya. (Hadis Sunan Abu Dawud No. 2073)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

ﻛُﻞُّ ﻋَﻤَﻞِ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻳُﻀَﺎﻋَﻒُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﻋَﺸْﺮُ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒْﻌِﻤِﺎﺋَﺔِ ﺿِﻌْﻒٍ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﺼَّﻮْﻡَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟِﻰ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﺟْﺰِﻯ ﺑِﻪِ ﻳَﺪَﻉُ ﺷَﻬْﻮَﺗَﻪُ ﻭَﻃَﻌَﺎﻣَﻪُ ﻣِﻦْ ﺃَﺟْﻠِﻰ ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻓَﺮْﺣَﺘَﺎﻥِ ﻓَﺮْﺣَﺔٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻓِﻄْﺮِﻩِ ﻭَﻓَﺮْﺣَﺔٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻟِﻘَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻪِ . ﻭَﻟَﺨُﻠُﻮﻑُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﻃْﻴَﺐُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦْ ﺭِﻳﺢِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Kecuali amalan Puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi". (HR. Muslim No. 1151)

Lafaz Niat Puasa Sunnah Dzulqa'dah
Seperti diketahui niat tempatnya di hati. Namun mazhab Syafi'iiyah mensunnahkan melafazkan niat karena melafazkan niat dapat dapat membantu kekhusuan hati dan menjauhkan dari was-was (gangguan setan). Berikut bacaan niat puasa sunnah Dzulqa'dah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ذُو ٱلْقَعْدَة لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu Shauma Ghadin 'an Adaa-i Sunnati Dzulqa'dah Lillahi Ta'ala.

"Aku berniat puasa sunnah Dzulqa'dah besok hari karena Allah Taala."

(Baca Juga: Totalitas Puasa untuk Meraih Taqwa)
(rhs)
cover top ayah
اَفَاَمِنَ اَهۡلُ الۡـقُرٰٓى اَنۡ يَّاۡتِيَهُمۡ بَاۡسُنَا بَيَاتًا وَّهُمۡ نَآٮِٕمُوۡنَؕ‏
Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?

(QS. Al-A’raf:97)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak