Hakim Pening Hadapi Kasus Sengketa Kebun Abu Nawas dan Tuan Tanah

Rabu, 24 Juni 2020 - 08:32 WIB
loading...
Hakim Pening Hadapi...
Saya belum pernah kalah kecuali dengan satu orang: Abu Nawas, ujar Hakim. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). (Baca juga: Abu Nawas, Abu Wardah, dan Seorang Pengemis )

Alkisah, suatu ketika Abu Nawas melihat-lihat kebunnya yang sudah lama tidak diurus. Di saat dirinya asyik melihat-lihat pohon di dalam kebun, tiba-tiba ada suara menghardik. "Ngapain kau masuk kebunku," ujar seorang lelaki yang oleh penduduk setempat berjuluk Tuan Tanah.

"Apa?" Abu Nawas kaget bukan kepalang. "Ini kebun milikku. Jangan mengaku-aku ya," lanjut Abu Nawas dengan suara tak kalah kencang.

Abu Nawas dan Tuan Tanah sama-sama kekeuh mengklaim itu kebun miliknya.

Kasus ini jelas ruwet karena pemilik kebun kala itu tidak memiliki surat-surat tanda kepemilikan. Cara musyawarah dan mufakat tak bisa putus. Keduanya mengaku itu kebunnya.

Tak ada jalan lain bagi Abu Nawas, kecuali melapor kepada Baginda Raja Harun Al-Rasyid. "Ini masalah rumit Abu. Agar masalahnya bisa diputus secara adil maka mesti ditangani oleh hakim yang bijaksana," ujar Baginda angkat tangan.

"Baik Baginda," sambut Abu Nawas dengan takzim.

Persoalannya, siapa hakim yang akan menangani itu juga bukan perkara mudah. Biasanya urusan yang ruwet seperti ini menjadi pekerjaan Abu Nawas. Kini justru Abu Nawas sendiri yang berperkara. Jadi mesti dicari hakim yang selevel Abu Nawas untuk menangani kasus ini. (Baca juga: Soal Berburu, Jangan Anggap Remeh Abu Nawas )

Baginda Raja akhirnya mendapatkan hakim yang paling baik reputasinya di Baghdad. Hakim ini terkenal cerdas dan berwibawa. Orang-orang yang berperkara dengannya selalu puas.

Baginda yakin, hakim ini akan memutuskan perkara ini dengan adil.

Maka pada hari yang sudah ditentukan, sidang pun dilakukan, di salah satu ruang di istana. Dalam sidang itu, selain pihak yang bersengketa, hadir juga Baginda Raja. Rupanya Baginda ingin tahu siapa sesungguhnya yang mengaku-aku dan biang kerok keruwetan ini. Baginda yakin klaim Abu Nawas atas kebunnya tidak mengada-ada. Tapi sangat sulit bagi dirinya untuk begitu saja memenangkan Abu Nawas. (Baca juga: Akal-Akalan Abu Nawas Menjebak Pencuri Profesional )

Nah, untuk menguji kebenaran pengakuan atas klaim kebun itu maka hakim bertanya kepada kedua belah pihak yang bersengketa.

“Berapa jumlah pohon di dalam kebunmu?” tanya Hakim.

Tuan Tanah tampak kebingungan, bahkan cenderung panik. Sedangkan Abu Nawas tampak lebih tenang. Jujur Abu Nawas tidak pernah menghitung berapa jumlah pohon yang ada di kebunnya. Begitu juga Tuan Tanah. Lagi pula, siapa yang sudi menghitung pohon di kebun? (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Semut dan Capung)

"Bagaimana Anda mengakui itu kebun Anda, sementara Anda tidak kenal dengan kebun sendiri?" kata Hakim.

Tuan Tanah menunduk dalam-dalam. Ia tampaknya grogi berat. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu )

Di tengah tekanan hakim itu, Abu Nawas masih sempat mengapungkan senyum di bibirnya. “Berapa lama tuan hakim tinggal di rumah yang tuan miliki sekarang?” Abu Nawas balik bertanya.

“Sejak beberapa tahun yang lalu,” jawab hakim yang tak mengira akan mendapat balasan pertanyaan.(Baca juga: Sorban Kotor Abu Nawas yang Mendadak Menjadi Harum)

Lalu Abu Nawas bertanya lagi, “Berapa jumlah genting di rumah tuan?”

Hakim ganti yang gelagapan. Ia tidak mampu menjawabnya. Hakim itu lalu berkata, “Kebenaran ada dipihakmu,” katanya kepada Abu Nawas diiringi senyum kecut dan wajah pucat pasi Tuan Tanah. (Baca juga: Urusan Pusar ke Bawah Sampai Cara Membagi Telur Gaya Abu Nawas )

Bisa ditebak wajah pucat tuan tanah itu. Begitu hakim mengetuk palu memenangkan Abu Nawas, maka hukum dari Baginda Raja sudah pasti menanti.(Baca juga: Abu Nawas Ternyata Perenang yang Tangguh, Baginda Berdecak Kagum )

Hakim yang terkenal adil dan bijaksana ini mengakui terkadang kecerdasan dan kejeniusan bisa patah oleh argumen. “Saya belum pernah kalah kecuali dengan satu orang: Abu Nawas," ujar Hakim mengakui kehebatan Abu Nawas.

Setelah itu Tuan Tanah langsung digelandang ke penjara. Enak saja, mengaku-aku kebun milik orang lain. (Baca juga: Lapar Banget, Abu Nawas Membeli Semerbak Bau Masakan )

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Mansa Musa dan Kisah...
Mansa Musa dan Kisah Haji Termegah dan Terkaya dalam Sejarah Dunia
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Rekomendasi
Ronggeng Gunung Pangandaran,...
Ronggeng Gunung Pangandaran, Kalaborasi Tari Lengger dan Ritual Pemujaan untuk Dewi Sri
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Inilah Danau Terkutuk...
Inilah Danau Terkutuk di Dunia, Bisa Ubah Hewan Menjadi Batu
Artikel Terkini
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved