3 Hadis Palsu tentang Haji dan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW
Senin, 27 Juni 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut al-Albani, sanad ini sangat lemah. Sebabnya: Lemahnya Laits bin Abi Sulaim, karena terbukti mencampur-aduk hadis. Hafsh bin Sulaiman yang dinamakan juga al-Gadhri sangat lemah seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya at-Taqrib, bahkan Ibnu Muin menyatakan sebagai pendusta dan pemalsu hadis.
Baca juga: 3 Hadis Dhaif tentang Negeri Syam dan Perempuan Cantik
Syekhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa seluruh hadis yang berkenaan dengan ziarah ke makam Rasulullah sangat lemah sehingga tidak dapat dijadikan hujjah. Karena itu, tidak ada satu pun pakar hadis yang meriwayatkannya.
Lebih jauh Ibnu Taimi'yah mengatakan bahwa kebohongan hadis ini sangat jelas. Sebab, siapa saja yang menziarahi Rasulullah SAW semasa hidupnya dan dia seorang mukmin, berarti ia sahabat beliau.
Apalagi bila ia termasuk orang yang hijrah bersama beliau atau berjihad bersamanya. Maka telah dinyatakan oleh beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
"Janganlah kalian mencaci maki sahabat-sahabatku. Demi Zat yang aku ada di tangan-Nya, seandainya seorang di antara kalian ada yang membelanjakan hartanya berupa emas sebesar Gunung Uhud, itu tidak akan mencapai secupak jasa-jasa mereka atau bahkan separonya."
Jadi, siapa pun orangnya setelah generasi sahabat tidaklah dapat menandingi apalagi melebihi derajat keutamaan sahabat, terutama dalam menjalankan ibadah yang bersifat wajib.
Hadis ketiga tentang ziarah ke makam Nabi SAW yang ditengarahi hadis palsu berbunyi:
"Barangsiapa menziarahiku dan menziarahi kakekku Ibrahim dalam satu tahun, ia masuk surga."
"Ini hadis maudhu'," kata Al-Albani. Az-Zarkasyi dalam kitab al-La'ali al-Mantsurah menyatakan, "Hadis tersebut maudhu' dan tak seorang pun pakar hadis yang meriwayatkannya." Bahkan oleh Ibnu Taimiyah dan Imam Nawawi dinyatakan maudhu' dan tak ada sumbernya.
Baca juga: 3 Hadis Masyhur tapi Dhaif dan Maudhu Menurut Syaikh Al-Albani
Baca juga: 3 Hadis Dhaif tentang Negeri Syam dan Perempuan Cantik
Syekhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa seluruh hadis yang berkenaan dengan ziarah ke makam Rasulullah sangat lemah sehingga tidak dapat dijadikan hujjah. Karena itu, tidak ada satu pun pakar hadis yang meriwayatkannya.
Lebih jauh Ibnu Taimi'yah mengatakan bahwa kebohongan hadis ini sangat jelas. Sebab, siapa saja yang menziarahi Rasulullah SAW semasa hidupnya dan dia seorang mukmin, berarti ia sahabat beliau.
Apalagi bila ia termasuk orang yang hijrah bersama beliau atau berjihad bersamanya. Maka telah dinyatakan oleh beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
"Janganlah kalian mencaci maki sahabat-sahabatku. Demi Zat yang aku ada di tangan-Nya, seandainya seorang di antara kalian ada yang membelanjakan hartanya berupa emas sebesar Gunung Uhud, itu tidak akan mencapai secupak jasa-jasa mereka atau bahkan separonya."
Jadi, siapa pun orangnya setelah generasi sahabat tidaklah dapat menandingi apalagi melebihi derajat keutamaan sahabat, terutama dalam menjalankan ibadah yang bersifat wajib.
Hadis ketiga tentang ziarah ke makam Nabi SAW yang ditengarahi hadis palsu berbunyi:
"Barangsiapa menziarahiku dan menziarahi kakekku Ibrahim dalam satu tahun, ia masuk surga."
"Ini hadis maudhu'," kata Al-Albani. Az-Zarkasyi dalam kitab al-La'ali al-Mantsurah menyatakan, "Hadis tersebut maudhu' dan tak seorang pun pakar hadis yang meriwayatkannya." Bahkan oleh Ibnu Taimiyah dan Imam Nawawi dinyatakan maudhu' dan tak ada sumbernya.
Baca juga: 3 Hadis Masyhur tapi Dhaif dan Maudhu Menurut Syaikh Al-Albani
(mhy)
Lihat Juga :