Sejarah Idul Adha dan Perayaannya di Dalam Al-Qur'an

Senin, 04 Juli 2022 - 18:44 WIB
loading...
A A A
Pada mulanya, Nabi Ibrahim agak ragu terkait mimpinya tersebut. Muqatil bin Sulaiman menyebutkan – sebagaimana dikutip oleh Imam al-Qurthubi dalam Tafsir al-Qurthubi – Nabi Ibrahim baru yakin terhadap mimpinya setelah mimpi tersebut terulang selama tiga malam berturut-turut. Dengan kemantapan hati, ia kemudian melakukan perintah itu.

Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah dengan penuh keyakinan dan tawakal kepada-Nya. Namun ada hal menarik yang beliau lakukan, yakni memberitahukan perintah tersebut terlebih dahulu kepada sang anak guna menenangkan hatinya. Beliau sama sekali tidak menggunakan jalan kekerasan dan pemaksaan sekalipun apa yang akan dilakukannya adalah perintah Allah Yang Maha Mutlak.

Baca juga: Perbedaan Aqiqah dan Qurban Menurut Syariat

Setelah mengetahui Nabi Ismail bersedia menunaikan perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim kemudian membawa anaknya tercinta untuk bersiap-siap. Firman Allah, “Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).” Pada saat itu keduanya telah siap dan tawakal menjalankan perintah Allah SWT.

Menurut sebagian riwayat dari Ibnu Abbas Mujahid, dan Sa’id bin Jubair, karena hati nabi Ibrahim merasa iba terhadap Ismail, beliau menelungkupkan anaknya dan ingin menyembelih di tengkuk agar tidak melihat wajah anaknya yang tercinta.

Sedangkan riwayat lain menyebut Nabi Ibrahim membaringkan anaknya sebagaimana membaringkan hewan kurban ketika hendak disembelih.

Ketika penyembelihan Nabi Ismail hampir terlaksana, saat itulah ada sebuah panggilan yang datang dari Allah SWT sebagaimana tertuang dalam surah as-Saffat [37] ayat 104-105 yang bermakna, "Lalu Kami panggil dia, 'Wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.' Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

Nabi Ismail yang sudah siap disembelih digantikan dengan seekor kibas. Firman Allah SWT, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Menurut Ibnu Abbas, kibas itu adalah kambing besar yang dipersembahkan oleh Habil untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang dipelihara di surga sehingga dipakai menebus Ismail.

Berkat ketabahan, keikhlasan, serta keyakinan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Allah SWT memberikan anugerah yang teramat besar bagi keduanya.

Peristiwa asal-usul ibadah kurban ini kemudian diakhiri dengan penegasan bahwa Nabi Ibrahim benar-benar adalah hamba sekaligus utusan Allah SWT dan ia termasuk di antara orang-orang yang salih.

Pada ayat-ayat tersebut, Allah seakan menyatakan bahwa penyembelihan Nabi Ismail pada hakikatnya adalah ujian yang ia berikan kepada Nabi Ibrahim. Jika ia lulus, maka akan kami beri anugerah. Firman Allah SWT, ”Selamat sejahtera bagi Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. As-Saffat [37] ayat 109-111).

Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Aksi Sosial Iduladha,...
Aksi Sosial Iduladha, PB PMII Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban
Iduladha: Napak Tilas...
Iduladha: Napak Tilas Cinta dan Ketaatan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As
Hari Raya Iduladha :...
Hari Raya Iduladha : Tapak Tilas Bersejarah Nabi Ibrahim AS
Ibadah Kurban Momentum...
Ibadah Kurban Momentum Membebaskan Diri dari Pesona Duniawi
2 Jenis Takbiran Hari...
2 Jenis Takbiran Hari Raya Iduladha, Apa Saja?
Rekomendasi
Gali Semua Tanah Palestina,...
Gali Semua Tanah Palestina, Arkeolog Blak-Blakan Soal Kuil Suci Sulaiman
Cumi-cumi Raksasa Laut...
Cumi-cumi Raksasa Laut Dalam Lahirkan Spesies Baru yang Lebih Besar
Teliti Bencana Kebakaran...
Teliti Bencana Kebakaran Hutan, Ilmuwan Temukan Keajaiban pada Pohon
Artikel Terkini
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
Perlu Diketahui, Ini...
Perlu Diketahui, Ini Sejarah dan Asal Usul THR di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved