5 Hadis Palsu Tentang Cincin Akik Menurut Al-Albani
Jum'at, 15 Juli 2022 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, hadis serupa telah banyak dikeluarkan dan semua sanadnya batil seperti yang dinyatakan oleh as-Sakhawi dalam kitab al-Maqashid. Syekh Ali al-Qari dalam al-Maudhu'at halaman 37 berkata, "Riwayat hadis ini dikeluarkan oleh banyak perawi, di antaranya Dailami dengan sanad yang bersumber dari Anas, Umar, Ali dan Aisyah. Itu menunjukkan bahwa riwayat ini mempunyai sumber yang jelas."
Menurut al-Albani, ini adalah pernyataan yang mengambang dan tidak mengena. Di samping oleh as-Sakhawi telah dinyatakan semua sanadnya batil, hadis ini juga telah menyimpang dari ketetapan-ketetapan dan kaidah-kaidah yang disepakati kalangan pakar hadis dan ilmunya.
Disebutkan bahwa banyaknya sanad dalam suatu riwayat dapat menguatkan kedudukan suatu hadis. Namun yang ada dalam riwayat hadis ini tidak demikian. Sebagian besar sanadnya tidak lepas dari tertuduh sebagai pendusta.
Di samping itu, lafaz matannya pun tidak tetap. Misalnya, dalam riwayat Aisyah dinyatakan 'diberkahi', sedang pada riwayat yang lain dinyatakan 'dapat menolak kefakiran', dan sebagainya, yang sungguh tidak bisa dibenarkan syariat maupun akal sehat.
Hadis serupa ini sangat banyak diriwayatkan dan sangat menyesatkan akidah yang sehat dan murni. Di antaranya adalah hadis-hadis berikut ini:
Baca juga: Kisah Penebar Hadis Palsu di Zaman Imam Ahmad bin Hanbal
Hadis soal cincin akik kedua berbunyi, "Gunakanlah cincin akik karena sesungguhnya cincin akik itu dapat menolak kefakiran."
Al-Albani juga mengatakan hadis ini maudhu'. Ibnul Jauzi meriwayatkannya dalam al-Maudhu'at dengan perawi Ibnu Adi, dari al-Husain bin Ibrahim al-Babi, dari Humaid ath-Thawil, dari Anas ra. Ibnu Adi berkata, "Hadis ini batil dan Husain itu majhul."
Adz-Dzahabi dalam al-Mizan berkata, "Ini adalah hadis maudhu'." Pernyataan ini dikuatkan Ibnu Hajar dalam al-Lisan dan Ibnul Jauzi dalam al-Maudhu'at.
Selanjutnya hadis ketiga berbunyi, "Gunakanlah cincin akik karena ia dapat menyukseskan segala urusan, dan tangan kanan lebih patut untuk dihiasi."
Menurut al-Albani, ini adalah pernyataan yang mengambang dan tidak mengena. Di samping oleh as-Sakhawi telah dinyatakan semua sanadnya batil, hadis ini juga telah menyimpang dari ketetapan-ketetapan dan kaidah-kaidah yang disepakati kalangan pakar hadis dan ilmunya.
Disebutkan bahwa banyaknya sanad dalam suatu riwayat dapat menguatkan kedudukan suatu hadis. Namun yang ada dalam riwayat hadis ini tidak demikian. Sebagian besar sanadnya tidak lepas dari tertuduh sebagai pendusta.
Di samping itu, lafaz matannya pun tidak tetap. Misalnya, dalam riwayat Aisyah dinyatakan 'diberkahi', sedang pada riwayat yang lain dinyatakan 'dapat menolak kefakiran', dan sebagainya, yang sungguh tidak bisa dibenarkan syariat maupun akal sehat.
Hadis serupa ini sangat banyak diriwayatkan dan sangat menyesatkan akidah yang sehat dan murni. Di antaranya adalah hadis-hadis berikut ini:
Baca juga: Kisah Penebar Hadis Palsu di Zaman Imam Ahmad bin Hanbal
Hadis soal cincin akik kedua berbunyi, "Gunakanlah cincin akik karena sesungguhnya cincin akik itu dapat menolak kefakiran."
Al-Albani juga mengatakan hadis ini maudhu'. Ibnul Jauzi meriwayatkannya dalam al-Maudhu'at dengan perawi Ibnu Adi, dari al-Husain bin Ibrahim al-Babi, dari Humaid ath-Thawil, dari Anas ra. Ibnu Adi berkata, "Hadis ini batil dan Husain itu majhul."
Adz-Dzahabi dalam al-Mizan berkata, "Ini adalah hadis maudhu'." Pernyataan ini dikuatkan Ibnu Hajar dalam al-Lisan dan Ibnul Jauzi dalam al-Maudhu'at.
Selanjutnya hadis ketiga berbunyi, "Gunakanlah cincin akik karena ia dapat menyukseskan segala urusan, dan tangan kanan lebih patut untuk dihiasi."
Lihat Juga :