Kisah Abdullah Bin Amr yang Dikhawatirkan Rasulullah SAW Bosan dengan Al-Qur'an
Minggu, 17 Juli 2022 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Jika peperangan itu telah usai, di mana kita akan menemukannya? Di mana lagi, kalau bukan di masjid besar atau di musala rumahnya.
Ia berpuasa pada waktu siang dan berdiri sholat pada waktu malam. Lidahnya tidak mengenal percakapan tentang dunia walaupun terkait permasalahan yang mubah. Itu karena lidahnya selalu basah dengan berzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an, bertasbih dengan memuji-Nya, atau beristigfar atas dosanya.
Untuk mengetahui dimensi ibadah dan ketaatan Abdullah, cukuplah kita perhatikan Rasulullah SAW yang tugasnya memang menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah, harus turut campur tangan agar Abdullah tidak sampai berlebih-lebihan dalam beribadah.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Demikianlah, bila pelajaran dari kehidupan Abdullah bin Amr dibagi menjadi dua, maka satu sisi menyingkap kemampuan luar biasa yang tersimpan dalam jiwa manusia untuk mencapai tingkat tertinggi dalam beribadah dan meninggalkan kesenangan duniawi, sedangkan sisi kedua ialah anjuran agama ini agar orang bersikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam mencapai segala ketinggian dan kesempurnaan itu, hingga jiwa seseorang itu tetap mempunyai gairah dan semangat hidup, dan agar jasmaninya tetap dalam keadaan yang sehat dan selamat.
Rasulullah SAW tahu bahwa Abdullah bin Amr bin Al-Ash menghabiskan kehidupannya pada satu jalur saja. Jika tidak pergi berjihad, hari-harinya dari mulai fajar sampai fajar berikutnya terpusat pada ibadah yang sambung-menyambung: puasa, sholat, dan membaca Al-Qur'an.
Rasulullah SAW memanggil Abdullah dan menyerukan kepadanya agar sedang-sedang saja dalam beribadah. Beliau bersabda kepadanya, “Benarkan engkau selalu berpuasa pada siang hari dan tidak pernah tidak puasa, dan sholat pada malam hari serta tidak pernah tidur? Cukup bagimu puasa tiga hari dalam setiap bulan.”
Abdullah menjawab, “Aku sanggup lebih banyak dari itu.”
Baca juga: Amr bin Al-Ash: Salah Seorang yang Pernah Didoakan Rasulullah SAW Agar Terkena Azab
Nabi SAW bersabda, “Kalau begitu cukuplah bagimu dua hari dalam sepekan.”
Ia berpuasa pada waktu siang dan berdiri sholat pada waktu malam. Lidahnya tidak mengenal percakapan tentang dunia walaupun terkait permasalahan yang mubah. Itu karena lidahnya selalu basah dengan berzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an, bertasbih dengan memuji-Nya, atau beristigfar atas dosanya.
Untuk mengetahui dimensi ibadah dan ketaatan Abdullah, cukuplah kita perhatikan Rasulullah SAW yang tugasnya memang menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah, harus turut campur tangan agar Abdullah tidak sampai berlebih-lebihan dalam beribadah.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Demikianlah, bila pelajaran dari kehidupan Abdullah bin Amr dibagi menjadi dua, maka satu sisi menyingkap kemampuan luar biasa yang tersimpan dalam jiwa manusia untuk mencapai tingkat tertinggi dalam beribadah dan meninggalkan kesenangan duniawi, sedangkan sisi kedua ialah anjuran agama ini agar orang bersikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam mencapai segala ketinggian dan kesempurnaan itu, hingga jiwa seseorang itu tetap mempunyai gairah dan semangat hidup, dan agar jasmaninya tetap dalam keadaan yang sehat dan selamat.
Rasulullah SAW tahu bahwa Abdullah bin Amr bin Al-Ash menghabiskan kehidupannya pada satu jalur saja. Jika tidak pergi berjihad, hari-harinya dari mulai fajar sampai fajar berikutnya terpusat pada ibadah yang sambung-menyambung: puasa, sholat, dan membaca Al-Qur'an.
Rasulullah SAW memanggil Abdullah dan menyerukan kepadanya agar sedang-sedang saja dalam beribadah. Beliau bersabda kepadanya, “Benarkan engkau selalu berpuasa pada siang hari dan tidak pernah tidak puasa, dan sholat pada malam hari serta tidak pernah tidur? Cukup bagimu puasa tiga hari dalam setiap bulan.”
Abdullah menjawab, “Aku sanggup lebih banyak dari itu.”
Baca juga: Amr bin Al-Ash: Salah Seorang yang Pernah Didoakan Rasulullah SAW Agar Terkena Azab
Nabi SAW bersabda, “Kalau begitu cukuplah bagimu dua hari dalam sepekan.”
Lihat Juga :