Bolehkan Puasa Asyura Tanggal 10 Muharram Saja?
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi Rasulullah SAW sesudah itu memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi dengan berpuasa satu hari sebelumnya yakni tanggal 9 Muharram atau satu hari sesudahnya yakni tanggal 11 Muharram.
Atas dasar itu, kata Al-Utsaimin, yang paling utama adalah berpuasa pada hari kesepuluh (10 Muharram) lalu merangkaikan satu hari sebelumnya, atau satu hari sesudahnya. "Tambahan di hari kesembilan lebih utama daripada hari kesebelas," katanya.
Baca juga: Doa Puasa Asyura Beserta Latin dan Artinya
Puasa 3 Hari
Dalam Buku "Misteri Bulan Asyura Antara Mitos dan Fakta" karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa disebutkan sebagian kalangan mempermasalahkan sifat dan cara berpuasa tiga hari pada 9-10-11 dengan alasan bahwa hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang hal itu tidak sahih, yaitu hadis:
“Puasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.
Disebutkan, bahwa benar, bahwa hadis ini lemah, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, sebagaimana dikutip darikitab Nail al-Uthar, Imam as-Syaukani. Namun demikian, bukan berarti pengamalannya salah, bahkan tetap dibenarkan oleh para ulama karena alasan-alasan lainnya. Adapun alasan para ulama adalah sebagai berikut:
Pertama, sebagai kehati-hatian. Hal ini karena Dzulhijjah bisa 29 atau 30 hari. Apabila tidak diketahui penetapan awal bulan dengan tepat, maka berpuasa pada tanggal 11-nya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapati puasa Tasua (tanggal 9) dan puasa Asyura (tanggal 10).
Kedua, dia akan mendapat pahala puasa tiga hari dalam sebulan, sehingga bisa meraih pahala seperti puasa sebulan penuh. (Muslim: 1162)
Ketiga, keumuman dalil tentang anjuran memperbanyak puasa di bulan Muharram yang mana Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah mengatakan:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Atas dasar itu, kata Al-Utsaimin, yang paling utama adalah berpuasa pada hari kesepuluh (10 Muharram) lalu merangkaikan satu hari sebelumnya, atau satu hari sesudahnya. "Tambahan di hari kesembilan lebih utama daripada hari kesebelas," katanya.
Baca juga: Doa Puasa Asyura Beserta Latin dan Artinya
Puasa 3 Hari
Dalam Buku "Misteri Bulan Asyura Antara Mitos dan Fakta" karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa disebutkan sebagian kalangan mempermasalahkan sifat dan cara berpuasa tiga hari pada 9-10-11 dengan alasan bahwa hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang hal itu tidak sahih, yaitu hadis:
“Puasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.
Disebutkan, bahwa benar, bahwa hadis ini lemah, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, sebagaimana dikutip darikitab Nail al-Uthar, Imam as-Syaukani. Namun demikian, bukan berarti pengamalannya salah, bahkan tetap dibenarkan oleh para ulama karena alasan-alasan lainnya. Adapun alasan para ulama adalah sebagai berikut:
Pertama, sebagai kehati-hatian. Hal ini karena Dzulhijjah bisa 29 atau 30 hari. Apabila tidak diketahui penetapan awal bulan dengan tepat, maka berpuasa pada tanggal 11-nya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapati puasa Tasua (tanggal 9) dan puasa Asyura (tanggal 10).
Kedua, dia akan mendapat pahala puasa tiga hari dalam sebulan, sehingga bisa meraih pahala seperti puasa sebulan penuh. (Muslim: 1162)
Ketiga, keumuman dalil tentang anjuran memperbanyak puasa di bulan Muharram yang mana Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah mengatakan:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Lihat Juga :