Kisah Sayyidina Husein Tidur di Punggung Kuda, Bermimpi Dirinya dan Pengikutnya Terbunuh

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:15 WIB
loading...
A A A
"Demi Allah! Kita berada dalam kebenaran," jawab Imam Husein menimpali.

"Jika begitu, kita tidak akan pernah takut terhadap kematian," jawab Ali Akbar tegas.

"Semoga Allah menganugerahkan kebaikan kepadamu," harap Imam Husein.

Baca juga: Begini Sikap Ahlussunnah tentang Tragedi Karbala dan Cinta Keluarga Rasulullah SAW

Kisah Ali al-Akbar
Tentang putranya Ali Akbar ini, Sayyidina Husein seringkali memperkenalkannya sebagai orang yang paling mirip dengan Nabi Muhammad SAW, seraya mengatakan, "setiap kali kami rindu kepada Nabi SAW, kami melihatnya".

Ali Akbar lahir di Madinah pada 11 Syaban 33 H (10 Maret 654 M). Pada saat pertempuran Karbala usianya baru 18 tahun. Namun ada yang bilang 25 tahun.

Sejarawan menyebut Ali Akbar adalah putra tertua Husein karena nama Akbar. Akbar adalah kata Arab yang berarti "lebih besar" atau "terbesar".

Dalam "Encyclopedia Britannica" disebutkan Ali Akbar dibunuh oleh Murrah ibn Munqad pada 10 Muharram 61 H dalam pertempuran Karbala. Ali al-Akbar adalah salah satu orang terakhir yang tewas di medan perang.

Ali Husayn al-Ali dalam bukunya berjudul "Karbala and Ashura" mengisahkan pada pagi hari Asyura, Husein meminta putranya itu untuk mengumandangkan adzan.

Husein dan banyak wanita di tenda mereka mulai menangis ketika Ali Akbar mulai mengumandangkan Adzan, curiga bahwa itu mungkin kali terakhir mereka mendengar Ali Akbar mengumandangkan Adzan.

Baca juga: Kisah Perjalanan Sayyidina Husain ke Karbala, Bergabungnya Zuhair bin Qain

Ali Akbar berdiri di depan ayahnya setelah salat Zuhur dan berkata: "Ayah saya mohon izin untuk pergi dan memerangi musuh-musuh Islam."

Ayahnya memberinya izin dan berkata, "Semoga Allah bersamamu! Tapi Akbar, kamu tahu betapa ibu, saudara perempuan, dan bibimu mencintaimu. Pergi dan ucapkan selamat tinggal kepada mereka."

Ali Akbar masuk ke tenda ibunya, Ummi Layla. Setiap kali dia ingin keluar dari tenda, ibu, bibi, dan saudara perempuannya akan menarik jubahnya dan berkata, "Wahai Akbar, Bagaimana kami akan hidup tanpamu?" Husein harus memohon dengan segala cara untuk melepaskan Ali Akbar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Rekomendasi
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Baru Kehidupan di Mars
Ilmuwan Temukan Gumpalan...
Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik
Harta Karun Pembawa...
Harta Karun Pembawa Kutukan Paling Mematikan di Dunia
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved