Larangan Membuka Aib dan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain

loading...
Larangan Membuka Aib dan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Islam melarang umatnya untuk mencari tahu aib dan mengungkit-ungkit kesalahan orang lain. Foto/Ist
Membuka aib sesama muslim dan mencari kesalahan orang lain merupakan perbuatan tercela yang amat dibenci Allah dan Rasul-Nya.

Orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain dengan tujuan untuk membongkar aib dan dosa seseorang disebut Tajassus (bahasa Arab). Dalam Al-Qur'an, Allah melarang keras perbuatan ini sebagaiman firman-Nya dalam Surat Al-Hujurat Ayat 12.

Dai yang belajar di Kairo Mesir, Ustaz Amru Hamdany menjelaskan, seorang muslim tidak dibolehkan bertanya atau mencari tahu ke orang lain tentang perbuatan maksiat masa lalu seseorang. Sebab hal tersebut termasuk Tajassus yang dilarang.

Hal itu membuat ia mujaharah (menampakkan) dosa yang telah Allah tutupi, dan itu terlarang. Misalnya, "Sudah nggak kamu minum khomr?" "Sudah nggak situ mencuri uang ibumu?" "Did you watch blue film?"

Alangkah banyaknya pemuda sekarang yang isi tongkrongannya adalah saling tanya aib. Imam Al-Mardawi dalam Mandzhumah Al-Adab As-Syar'iyyah mengatakan:

ويحرُمُ تجسيسٌ على متستِّرٍ #
بفسقٍ وماضي الفسقِ إن لم يجددِّ

Imam Safarini yang mensyarah bait tersebut menulis: "Haram mencari-cari tau perbuatan fasiq seseorang di masa lalunya, misalnya seseorang telah minum khomar di masa lalu kemudian kamu mencari-cari tahu tentang itu, karena sesungguhnya itu adalah termasuk mengumbar kemungkaran."

Orang yang sudah Allah tutupi dosanya jangan lagi kita bantu untuk membukanya. Dan termasuk tajassus yang haram adalah ketika membuka galeri HP teman kita atau melihat history pencarian Google atau media sosialnya, dengan niat ingin tahu aib dan keburukan teman tersebut.

Dalam satu Hadis kita diingatkan: "Barangsiapa mencari-cari kesalahan saudaranya, maka Allah akan menampakan kejelekannya."

Semoga Allah selalu menutup aib orang-orang yang tidak mau tahu aib orang lain.

Baca Juga: Islam Mengajarkan untuk Tidak Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
(rhs)
preload video