Berikut ini Contoh Bersikap Ghuluw terhadap Rasulullah SAW
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Nabi SAW agar mengembalikan semua urusan kepada-Nya, dan hendaklah Nabi SAW menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui perkara gaib di masa mendatang dan tidak sedikit pun mengetahui hal tersebut kecuali sebatas apa yang telah diperlihatkan oleh Allah kepada dirinya. Hal ini seperti apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. ( QS Al-Jin : 26).
Dalam surat al-A’raf ayat 188 ini, kata Asy-Syaukani, sebagai penjelas ayat sebelumnya (yang berbunyi) :
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat; kapan terjadinya?, Katakanlah:” Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada di sisi Rabb-ku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.” ( QS al-A’râf/7 : 187)
Di sebagian kalangan sufi juga ada yang meyakini bahwa Rasulullah SAW mengetahui kapan terjadinya hari akhir. Padahal istri Rasulullah ‘Aisyah ra dalam Shahîh Bukhari sudah mengatakan:
وَمَنْ زَعَمَ أَنَّهُ يُخْبِرُ بِمَا يَكُونُ فِى غَدٍ فَقَدْ أَعْظَمَ عَلَى اللَّهِ الْفِرْيَةَ وَاللَّهُ يَقُولُ (قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ ).
Barang siapa yang mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW mengetahui apa yang akan terjadi di esok hari, maka sungguh dia telah berbuat dusta yang besar kepada Allah SWT. Allah telah berfirman (yang artinya), ”Katakanlah, tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” ( QS an-Naml : 65)
Baca juga: Inilah Perkara-perkara yang Dirahasiakan Allah Ta'ala dari Manusia
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. ( QS Al-Jin : 26).
Dalam surat al-A’raf ayat 188 ini, kata Asy-Syaukani, sebagai penjelas ayat sebelumnya (yang berbunyi) :
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat; kapan terjadinya?, Katakanlah:” Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada di sisi Rabb-ku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.” ( QS al-A’râf/7 : 187)
Di sebagian kalangan sufi juga ada yang meyakini bahwa Rasulullah SAW mengetahui kapan terjadinya hari akhir. Padahal istri Rasulullah ‘Aisyah ra dalam Shahîh Bukhari sudah mengatakan:
وَمَنْ زَعَمَ أَنَّهُ يُخْبِرُ بِمَا يَكُونُ فِى غَدٍ فَقَدْ أَعْظَمَ عَلَى اللَّهِ الْفِرْيَةَ وَاللَّهُ يَقُولُ (قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ ).
Barang siapa yang mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW mengetahui apa yang akan terjadi di esok hari, maka sungguh dia telah berbuat dusta yang besar kepada Allah SWT. Allah telah berfirman (yang artinya), ”Katakanlah, tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” ( QS an-Naml : 65)
Baca juga: Inilah Perkara-perkara yang Dirahasiakan Allah Ta'ala dari Manusia
(mhy)
Lihat Juga :