Kisah Louis Farrakhan, Pemimpin Nation of Islam yang Hidup Bak Raja

Senin, 28 November 2022 - 05:15 WIB
loading...
Kisah Louis Farrakhan,...
Louis Farrakhan. Foto/Ilustrasii: splcenter
A A A
Dia terlahir dengan nama Louis Eugene Walcott. Setelah bergabung dengan Nation of Islam, organisasi yang didirikan Elijah Muhammad, namanya diganti menjadi Louis Farrakhan. Sepeninggal Elijah Muhammad, ia mendirikan Nation of Islam "baru". Ia hidup mewah bagaikan raja.

Berdirinya organisasi baru itu, setelah putra Elijah, Warith Deen Mohammed mengubah Nation of Islam menjadi Islam Sunni. Di sisi lain, para pengikut yang enggan dengan kepemimpinan Warith banyak yang kembali ke kehidupan lama. Ini membuat Louis Farrakhan naik pitam. "Kalian kembali minum alkohol, mengisap ganja, makan daging babi, dan berdansa," ujarnya di hadapan hadirin di Harlem pada 1980.

"Semua perbaikan yang telah kami usahakan lenyap," lanjutnya sebagaimana dinukil buku berjudul "American Jihad, Islam After Malcolm X" karya Steven Barbosa.

Baca juga: Warith Deen Mohammed, Imam Amerika yang Ubah Nation of Islam Jadi Islam Sunni

Merasa tidak puas, Farrakhan meninggalkan Nation of Islam yang kala itu dipimpin Warith D. Mohammed, purta Elijah Muhammad. Farrakhan mendirikan organisasinya sendiri, New Nation of Islam. Organisasi ini berdasarkan doktrin-doktrin Elijah Muhammad. Sedangkan Warith D. Mohammed mengubah organisasi yang didirikan ayahnya itu ke Islam Sunni.

Dalam buku yang diterjemahkan Sudirman Teba dan Fettiyah Basri menjadi "Jihad Gaya Amerika, Islam Setelah Malcolm X" (Mizan, 1995) dijelaskan dengan Nation barunya, Farrakhan mengangkat dirinya menjadi orang yang terkemuka di antara mereka-mereka yang merasa dikhianati oleh Warith Mohammed.

Farrakhan mencanangkan kembali gaya hidup asketik dan tata cara berpakaian: dasi kupu-kupu dan setelan yang necis, jubah dan tutup kepala.

Dia membentuk kembali Fruit of Islam dan Muslim Girls Training, yaitu kelompok ibu rumah tangga. Dan sebagaimana dalam NOI-nya Elijah, penerimaan anggota baru dilakukan setelah mereka mendapatkan "X".

Gelar ini digunakan sebagai awalan bagi nama depan atau sebagai nama asli untuk menunjukkan bahwa orang tersebut dulunya dikenal dengan "nama budak".

Anggota baru dapat memohon gelar "X" dengan menulis surat kepada Farad dan Elijah, yang mereka yakini masih hidup; surat itu dialamatkan ke kantor Farrakhan di Chicago.

Baca juga: Kisah Prof Ali S Asani: Bukan Sekadar Jihad di Harvard

Berkebangsaan Indian Barat
Louis Farrakhan dilahirkan di Bronx dengan nama Louis Eugene Walcott pada 1933. Ibunya adalah seorang berkebangsaan Indian Barat yang bekerja sebagai pelayan rumah tangga.

Farrakhan, yang gagap sewaktu kecilnya, dibesarkan sebagai anggota Gereja Episcopal. Keluarganya pindah ke Boston, di sana dia masuk ke sekolah negeri.

Dia melanjutkan ke perguruan tinggi di Carolina Utara, di mana dia menekuni olah raga atletik. Tetapi musik adalah hobi utamanya. Pada 1950-an, Farrakhan menjadi seorang penyanyi klub malam dan dibayar sebagai seorang penghibur. Dia menyanyikan lagu-lagu kalipso. Dia seorang pemain biola yang ulung. Pada hari-hari itu, dia mengaku, "Saya menghisap satu-dua batang ganja sehari."

Dia pertama kali mendengar tentang Islam ketika diajak oleh seorang teman menghadiri pertemuan di Chicago. Kemudian dia mengunjungi kuil Nation di Harlem, mendengarkan Malcolm X, dan bergabung.

Elijah melarang pengikutnya menjadi penghibur, maka Farrakhan melepaskan karirnya. Konon dia menolak kontrak film yang belakangan ditandatangani oleh Harry Belafonte. Tetapi dia memanfaatkan bakatnya untuk menulis, menyanyi, dan mengiringi dengan biola lagu tidak resmi NOI, "A White Man's Heaven is a Black Man's Hell" (Surga Orang Kulit Putih adalah Nerakanya Orang Kulit Hitam).

Baca juga: Kisah Maryum Putri Muhammad Ali Berdakwah Lewat Musik Rap dan Komedi

Hidup Mewah
Kepemimpinan telah mengubah hidup Farrakhan. Sejak masa kejayaan Elijah, ketika dia masih menjabat menteri NOI di Boston, keluarganya makan buncis panggang setiap malam, katanya.

Setelah memimpin organissinya keluarga Farrakhan (dia mempunyai sembilan anak) hidup mewah di sebuah tempat yang disebut sebagai "Istana" oleh para pengikutnya --sebuah rumah yang sangat besar dengan dinding pualam yang kokoh berkilau di pusat kota Chicago di daerah Hyde Park yang dahulu dimiliki oleh Elijah. Bangunan itu merupakan sebuah benteng berdinding tinggi dan dikelilingi pagar listrik.

Pada 1973, Farrakhan mengawal Elijah Muhammad masuk ke dalam istananya. Sebagaimana yang diingat Farrakhan, sementara orang-orang mengagumi bangunan yang disebut rumah itu, Elijah berkata kepadanya, "Saudaraku, Muhammad tidak akan berada di rumah ini dengan bertopang kaki sambil menikmati rumah yang sangat indah ini. Muhammad akan berada di rumah ini untuk memikirkan bagaimana caranya agar ke tujuh belas juta anggota kita dapat tinggal di rumah seperti ini."

Farrakhan berkata dia membeli rumah itu seharga 500.000 dolar, dan melunasi tunggakan pajaknya. Dia membandingkannya dengan Gedung Putih. "Rumah ini milik komunitas kita," katanya, "Barang siapa yang duduk di kursi Yang Mulia Elijah Muhammad, akan memimpin Nation of Islam dari rumah ini."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir Los...
Masjid At-Thohir Los Angeles: Simbol Harmoni, Dakwah, dan Kepedulian Diaspora Indonesia di AS
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
MABIMS Sepakati 8 Resolusi...
MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026
Kematian : Takdir yang...
Kematian : Takdir yang Pasti Datang, Walaupun Bersembunyi dalam Benteng Tinggi dan Kokoh
Kisah Mualaf Dondy Tan,...
Kisah Mualaf Dondy Tan, Mempelajari Al Quran Secara Serius hingga Melakukan Penelitian
Rekomendasi
Teliti Bangkai yang...
Teliti Bangkai yang Dipercaya Peri, Ilmuwan Pastikan Bukan Makhluk dari Bumi
Fenomena Aneh, Ribuan...
Fenomena Aneh, Ribuan Capung Serbu Pantai Rhode Island AS
Penemuan Struktur Raksasa...
Penemuan Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda Jadi Teka-teki Terbaru
Artikel Terkini
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Sah Tapi Beresiko, Ini...
Sah Tapi Beresiko, Ini Dampak Nikah Siri bagi Istri dan Anak
4 Jenis Nikah Siri Beserta...
4 Jenis Nikah Siri Beserta Hukumnya dalam Islam, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak?
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved