Jika Bezuk Orang Sakit: Katakan Tidak Apa-Apa, InsyaAllah Sembuh
Rabu, 14 Desember 2022 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
"Apabila kamu menjenguk orang sakit, maka hendaklah kamu beri harapan akan panjang umur. Karena yang demikian itu meskipun tidak dapat menolak takdir sedikit pun, tetapi dapat menyenangkan hatinya."
Baca juga: Hukum Orang Sakit dan Berpuasa
Menurut al-Qardhawi, maksud perkataan naffisuu lahu (berilah harapan kepadanya) yakni berilah harapan kepadanya untuk hidup dan berumur panjang, seperti mengucapkan perkataan kepadanya, "insya Allah engkau akan sehat kembali," "selamat sejahtera," "Allah akan memberikan kamu umur panjang dan aktivitas yang bagus," dan ungkapan lainnya.
Oleh karena ucapan-ucapan seperti itu dapat melapangkan hatinya dari kesedihan yang menimpanya dan sekaligus dapat menenangkannya. Imam Nawawi berkata, "Itulah makna perkataan Nabi SAW kepada orang Arab Badui: 'Tidak apa-apa.'"
Menyenangkan Hatinya
Di samping itu, di antara hal yang dapat menghilangkan kepedihan si sakit dan menyenangkan hatinya ialah menaruh tangan ke badannya atau ke bagian tubuhnya yang sakit dengan mendoakannya, khususnya oleh orang yang dianggap ahli kebaikan dan kebajikan, sebagaimana yang dilakukan Nabi SAW terhadap Sa'ad bin Abi Waqqash.
Beliau pernah mengusap wajah dan perut Sa'ad sambil mendoakan kesembuhan untuknya. Sa'ad berkata, "Maka aku selalu merasakan dinginnya tangan beliau di jantung saya, menurut perasaan saya, hingga saat ini." (HR Bukhari).
Sementara itu, terhadap orang sakit yang kondisinya sudah tidak dapat diharapkan sembuh, --menurut sunnatullah-- maka hendaklah si pengunjung memohon kepada Allah agar Dia memberikan kasih sayang dan kelemahlembutan kepadanya, meringankan penderitaannya, dan memilihkan kebaikan untuknya.
Baca juga: 5 Bacaan Doa untuk Orang Sakit
Menurut al-Qardhawi, hendaknya hal demikian diucapkan dalam hati saja, jangan sampai diperdengarkan kepada si sakit agar tidak mempengaruhi pikiran dan perasaannya.
Baca juga: Hukum Orang Sakit dan Berpuasa
Menurut al-Qardhawi, maksud perkataan naffisuu lahu (berilah harapan kepadanya) yakni berilah harapan kepadanya untuk hidup dan berumur panjang, seperti mengucapkan perkataan kepadanya, "insya Allah engkau akan sehat kembali," "selamat sejahtera," "Allah akan memberikan kamu umur panjang dan aktivitas yang bagus," dan ungkapan lainnya.
Oleh karena ucapan-ucapan seperti itu dapat melapangkan hatinya dari kesedihan yang menimpanya dan sekaligus dapat menenangkannya. Imam Nawawi berkata, "Itulah makna perkataan Nabi SAW kepada orang Arab Badui: 'Tidak apa-apa.'"
Menyenangkan Hatinya
Di samping itu, di antara hal yang dapat menghilangkan kepedihan si sakit dan menyenangkan hatinya ialah menaruh tangan ke badannya atau ke bagian tubuhnya yang sakit dengan mendoakannya, khususnya oleh orang yang dianggap ahli kebaikan dan kebajikan, sebagaimana yang dilakukan Nabi SAW terhadap Sa'ad bin Abi Waqqash.
Beliau pernah mengusap wajah dan perut Sa'ad sambil mendoakan kesembuhan untuknya. Sa'ad berkata, "Maka aku selalu merasakan dinginnya tangan beliau di jantung saya, menurut perasaan saya, hingga saat ini." (HR Bukhari).
Sementara itu, terhadap orang sakit yang kondisinya sudah tidak dapat diharapkan sembuh, --menurut sunnatullah-- maka hendaklah si pengunjung memohon kepada Allah agar Dia memberikan kasih sayang dan kelemahlembutan kepadanya, meringankan penderitaannya, dan memilihkan kebaikan untuknya.
Baca juga: 5 Bacaan Doa untuk Orang Sakit
Menurut al-Qardhawi, hendaknya hal demikian diucapkan dalam hati saja, jangan sampai diperdengarkan kepada si sakit agar tidak mempengaruhi pikiran dan perasaannya.
(mhy)
Lihat Juga :