Terminal Bayangan Diminta Segera Ditertibkan

Rabu, 15 Juli 2015 - 12:49 WIB
Terminal Bayangan Diminta...
Terminal Bayangan Diminta Segera Ditertibkan
A A A
JAKARTA - Keberadaan terminal bayangan diminta segera ditertibkan. Karena, keberadaan terminal ilegal itu, penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur menurun.

"Keberadaan terminal bayangan itu tentu sangat berpengaruh bagi Terminal Kampung Rambutan. Kami sulit memantau arus dan data pemudik di hari Lebaran," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Laudin Situmorang saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (15/7/2015).

Laudin meminta, agar Sudin Perhubungan Jakarta Timur bersama pihak kepolisian untuk bekerja sama dalam mengurus keberadaan terminal bayangan itu.

"Harus dikosongkan terminal bayangan itu. Jangan dibiarkan, harus dikontrol. Kami semua harus bekerja sama dalam melakukan itu. Khusus dari Terminal Kampung Rambutan, kami berharap supaya terminal bayangan itu ditertibkan," tuturnya.

Selain membuat kemacetan, kata Laudin, keberadaan terminal bayangan seperti yang ada di Pasar Rebo itu dapat membahayakan nyawa penumpang. Pasalnya, bus-bus yang masuk ke terminal bayangan tidak ada kepastian kalau kendaraannya layak pakai.

"Kalau terminal resmi dipastikan pengemudi dalam keadaan sehat dan siap. Tidak ada main handphone. Bebas narkoba. Layak jalan kendaraannya. Di luar (terminal bayangan) tidak ada seperti itu. Kenyamanan, keamanan, dan kesehatan terjamin di sini (Terminal Kampung Rambutan). Penetuan tarif pun di sini sesuai ketentuan pemerintah," katanya.

Ditemui terpisah, penumpang bus di terminal bayangan, Dani (29) menyatakan, enggan naik bus di Terminal Kampung Rambutan lantaran ingin menghindari kejaran calo. Maka itu, Dani memilih naik di terminal bayangan yang ada di Jalan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Males saja naik dari terminal resmi kaya di (Terminal) Kampung Rambutan, banyak calo soalnya. Kalau beli di calo harganya enggak kira-kira, sudah begitu kalau nawarin ada yang maksa lagi. Di sini (terminal bayangan) enggak perlu pake calo gampang, ada bus yang kosong saja langsung naik, malah bisa tawar-tawaran ongkos dahulu sama kernetnya langsung sebelum naik," kata pria asal Tasikmalaya itu.

Sejalan dengan Dani, Fuji (34) mengungkapkan, dia memilih naik bus ke kampung halamannya yang ada di Ngawi melalui terminal bayangan itu lantaran enggan menanti kedatangan bus di terminal resmi.

"Males sajah nungguinnya, kalau di Terminal (Kampung) Rambutan. Busnya lama nunggunya, ngetem dahulu lagi, terus ribet beli-beli tiketnya. Kalau di sini langsung bayar saja sudah, busnya juga banyak tiap jam itu ada dan di sini 24 jam bus ada terus. Emang di sini ongkosnya lumayan, saya biasa ke Ngawi Rp250 ribu, sekarang jadi Rp 600 ribuan," tuturnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Ini yang Sebaiknya Masyarakat...
Ini yang Sebaiknya Masyarakat Lakukan Ketika Mudik Kembali Dilarang
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Berputar, Hal Ini yang Dirasakan Penduduk Dunia
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Benda Berbulu Jatuh...
Benda Berbulu Jatuh dari Langit, Apakah Itu?
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved