Ngabuburit dengan ibadah

loading...
Ngabuburit dengan ibadah
Ngabuburit dengan ibadah
Banyak cara atau kegiatan yang dilakukan masyarakat saat ini untuk menghabiskan waktu sore hari guna menunggu waktu berbuka puasa.

Salah satunya dengan ngabuburit atau yang identik dengan kebiasaan jalan-jalan atau berkumpul bersama dengan teman-teman di suatu tempat. Kebiasaan jalan-jalan atau berkumpul bersama teman-teman telah menjadi kegiatan wajib yang tidak dilewatkan bagi kalangan masyarakat pada bulan Ramadan, terutama remaja saat ini.

Beragam kegiatan dilakukan, mulai jalan-jalan ke mal, berkeliling di pasar beduk mencari makanan berbuka, berkeliling dengan kendaraan tanpa tujuan guna menghabiskan waktu, hingga menghabiskan waktu di warung internet (warnet). Tidak ada sedikit pun aturan atau kebiasaan yang melarang seseorang untuk melakukan ngabuburit sepanjang Ramadan. Kegiatan tersebut juga tidak dibatasi. Namun, banyak orang berpendapat ada baiknya waktu kosong saat menunggu berbuka puasa tersebut dihabiskan untuk beribadah atau menjalani kegiatan positif yang mampu menjaga keutuhan ibadah puasa.

Padahal, budaya terdahulu mengajarkan untuk menghabiskan waktu selama menunggu waktu berbuka, masyarakat dapat melakukan berbagai kegiatan yang bersifat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab, bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat dan menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, kapan pun dan di mana pun. Melakukan tadarus di masjid atau rumah selepas salat asar, mendengarkan ceramah di masjid, atau beritikaf di masjid merupakan beberapa kegiatan yang sangat bermanfaat dilakukan saat bulan Ramadan. Kegiatan tersebut dapat juga dikatakan sebagai ngabuburit tanpa harus jalan-jalan keluar yang notabene lebih banyak godaannya.

“Memang saat ini ngabuburit itu banyak dihabiskan di luar hanya dengan jalan-jalan, tanpa nilai ibadah sedikit pun,” ujar Sekretaris Pelajar Nahdlatul Ulama Sumsel Rahmatul Arpan kemarin. Dengan banyak menghabiskan waktu di luar selama Ramadan tanpa tujuan pasti, dapat membuat puasa menjadi terganggu kekhusyukannya. Hal ini disebabkan godaan yang datang lebih besar dan lebih beragam.

“Berkumpul di tempat umum atau jalan-jalan ke mal akan membuat kita dekat dengan hal-hal yang mengurangi atau merusak pahala berpuasa,” ujar dia. Dengan begitu, apa yang dilakukan semenjak subuh hingga magrib akan berjalan tidak sempurna dan sedikit percuma. Kebiasaan tersebut disebabkan terjadinya perubahan kebudayaan. Dahulu orangtua mengajarkan anak-anaknya untuk menghabiskan waktu dengan beribadah, terutama pada bulan puasa serta mengajarkan dan memberikan ilmu agama secara terus-menerus. Namun, kini hal tersebut sudah jarang terjadi, orangtua kurang memedulikan dengan cara apa dan dengan siapa anaknya menghabiskan waktu.



“Pola pergaulan anak muda saat ini telah berubah. Kalau dahulu pola pendidikan agama sangat kental diberikan orang tua, jadi kita tahu harus bagaimana memanfaatkan waktu untuk beribadah. Saat ini banyak anak muda tidak bisa membedakan waktu bergaul dengan waktu beribadah. Padahal, bulan Ramadan adalah kesempatan luar biasa untuk mencari menambah amal ibadah,” kata dia. Kendati begitu, terdapat beberapa cara agar dapat mengajak remaja saat ini beribadah tanpa harus merasa terbebani dengan keadaan atau tanpa harus mengusik kesenangan mereka untuk ngabuburit bersama teman-teman sejawatnya.

Cara tersebut di antaranya menggunakan pendekatan persuasif. Pendekatan persuasif akan membuat seseorang tidak sadar jika telah mengikuti ajakan seseorang. “Contohnya, kalau kita mau ngabuburit di Benteng Kuto Besak (BKB), pasti akan melewati Masjid Agung. Jadi apa salahnya jika kita mampir sebentar untuk beribadah. Di sana nantinya kita akan melihat berbagai kegiatan dan itu merupakan salah satu upaya untuk menghabiskan waktu,” kata dia.

Hal senada dikatakan pengurus Masjid Baitul Hanan Palembang Febri. Menurut dia, ngabuburit jangan dilakukan dengan jalan-jalan semata atau berkumpul dengan teman-teman tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat. Ngabuburit dapat dilakukan dengan beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini disebabkan salam Ramadan banyak kesempatan yang ditawarkan untuk memperbanyak pahala.

“Akan sangat sia-sia jika puasa hanya dihabiskan dengan ngabuburit tanpa melakukan kegiatan ibadah sedikit pun,” kata dia. Selain itu, akan dapat mengurangi pahala karena bertemu atau berjumpa dengan bermacam-macam godaan yang membuat iman menjadi kendur. “Saat menjalani puasa, biasanya iman kita ini tidak stabil.Jadi perlu kekhusyukan dan kekuatan penuh untuk menjaga puasa agar tetap sempurna,” kata dia.

Karena itu, menurut dia, memanfaatkan waktu dengan baik merupakan solusi yang tepat dalam menjalani puasa. Dengan tujuan mendapatkan hasil yang baik dan menjadi orang yang fitrah seusai Ramadan berlangsung. “Marilah kita manfaatkan waktu di Ramadan ini, jalan-jalan boleh tapi harus diisi dengan kegiatan ibadah. Karena kita tidak tahu apakah tahun depan akan bertemu atau tidak dengan bulan Ramadan,”pungkas dia.
(hyk)
cover top ayah
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اصۡبِرُوۡا وَصَابِرُوۡا وَرَابِطُوۡا وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

(QS. Ali 'Imran:200)
cover bottom ayah
preload video