Sahur bareng ala Desa Tambak

Sahur bareng ala Desa Tambak
A
A
A
Sindonews.com - Buka puasa bersama mungkin sudah lazim dilakukan dimana-mana. Namun tradisi warga Desa Tambak Sumur, Waru, Sidoarjo, cukup unik. Sejumlah warganya memilih sahur bareng di teras Masjid Jami Da'watul Falah.
Tradisi sahur bareng biasanya dimulai dengan membangunkan warga menjelang sahur, warga setempat biasa menyebutnya dengan istilah patrol. Menggunakan beduk yang ditaruh gerobak, belasan warga berkeliling membangunkan sahur.
Usai melakukan patrol, warga langsung berkumpul di teras masjid terbesar di kawasan Tambak Sumur ini. Dengan menu sekadarnya, warga tampak antusias karena rasa kebersamaan yang tinggi. Sedangkan lainnya, sibuk menyusun makanan dan minuman di depan kaki yang bersila.
Danu (56) tokoh msyarakat setempat menyatakan, tradisi ini sudah berlangsung lama. "Kami hanya berusaha mempertahankan tradisi ini," katanya, Rabu (1/8/2012). Tradisi sahur ini juga untuk mempererat rasa persaudaraan.
Selain dihadiri warga sekitar, tradisi tahunan ini juga sering dihadiri sejumlah tokoh politik dan pejabat negara. Biasanya, para pejabat ini tidak sekedar ingin melihat langsung tapi juga ikut berbagi dalam kebersamaan.
Kegiatan sahur bareng ini biasanya baru rampung setelah usai salat Subuh. Setelah melaksanakan salat, takmir masjid akan membagikan perangkat salat sumbangan dari pejabat atau tokoh politik yang
hadir.
Tradisi sahur bareng biasanya dimulai dengan membangunkan warga menjelang sahur, warga setempat biasa menyebutnya dengan istilah patrol. Menggunakan beduk yang ditaruh gerobak, belasan warga berkeliling membangunkan sahur.
Usai melakukan patrol, warga langsung berkumpul di teras masjid terbesar di kawasan Tambak Sumur ini. Dengan menu sekadarnya, warga tampak antusias karena rasa kebersamaan yang tinggi. Sedangkan lainnya, sibuk menyusun makanan dan minuman di depan kaki yang bersila.
Danu (56) tokoh msyarakat setempat menyatakan, tradisi ini sudah berlangsung lama. "Kami hanya berusaha mempertahankan tradisi ini," katanya, Rabu (1/8/2012). Tradisi sahur ini juga untuk mempererat rasa persaudaraan.
Selain dihadiri warga sekitar, tradisi tahunan ini juga sering dihadiri sejumlah tokoh politik dan pejabat negara. Biasanya, para pejabat ini tidak sekedar ingin melihat langsung tapi juga ikut berbagi dalam kebersamaan.
Kegiatan sahur bareng ini biasanya baru rampung setelah usai salat Subuh. Setelah melaksanakan salat, takmir masjid akan membagikan perangkat salat sumbangan dari pejabat atau tokoh politik yang
hadir.
(ysw)