Bubur Panembahan Bodho jadi menu wajib tiap puasa

Rabu, 17 Juli 2013 - 09:26 WIB
Bubur Panembahan Bodho...
Bubur Panembahan Bodho jadi menu wajib tiap puasa
A A A
Sindonews.com - Tradisi menyajikan bubur sebagai menu buka puasa masih dipertahankan pengurus Masjid Sabiilurrosyaad, Kauman Wijirejo, Pandak, Bantul.

Tradisi ini juga sangat dinanti masyarakat karena bubur untuk buka puasa hanya muncul satu tahun sekali tiap Ramadan. Takjil atau makanan pembuka berupa bubur ini sudah menjadi sebuah tradisi turuntemurun, sejak masjid tertua ini didirikan. Masjid tersebut konon dibangun Panembahan Bodho seorang ulama besar yang diyakini sebagai Waliyulloh (kekasih Allah). Panembahan Bodho bernama asli Raden Trenggono adalah Adipati Terung III pada awal abad ke-15 Masehi.

Dia merupakan salah satu murid dari Sunan Kalijaga. Pembuatan bubur di masjid tersebut juga tidak dilakukan sembarang orang. Bubur tersebut harus dibuat juru masak bubur khusus yang masih keturunan generasi pertama. Bubur itu dibuat empat lelaki yang kini sudah memasuki usia senja, masing-masing Zurkoni, Wardani, Jamhani dan Hasanudin. “Mboten enten paksaan, semua sukarela,” papar Wardani, 60. Bubur itu disajikan dengan piring dari logam seng warna kuning dan putih. Bubur lantas diberi sayur dengan hiasan potongan tahu putih serta beberapa potongan tempe dengan pemanis irisan cabai kecil.

Satu hari proses pembuatan bubur menghabiskan 4,5 kg beras dan tujuh butir kelapa serta memotong beberapa tempe dan tahu. Ketua Takmir Masjid Sabiilurrosyaad, Haryadi mengatakan semua bahan mulai dari beras, uba rampe berasal dari sumbangan warga sekitar. “Kami sadar ini sebuah tradisi yang harus kami lestarikan,” ujar Kabag Kesra Desa Wijirejo ini. Menurut Haryadi, tradisi bubur awalnya untuk syiar agama Islam.

Tradisi ini dibawakan Panembahan Bodho, kakak kandung Panembahan Senopati. Bubur sangat cocok untuk buka puasa karena lembut dan segar sehingga enak di perut yang baru saja kosong karena puasa. Bubur, ujar Haryadi, bisa bermakna bibirrrin berarti hal yang bagus, yaitu di masjid harus menjadi sumber dan pusat kebaikan dan hal yang bagus bagi masyarakat. Beber, yaitu membeberkan karena di dalam masjid Kanjeng Panembahan Bodho menerangkan ajaran Islam.

Babar, yaitu meratakan ajaran agama islam ke seluruh lapisan masyarakat. Bubur juga artinya melebur yaitu ajaran Islam agar dapat melebur dengan jiwa masyarakat penganutnya.
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mahasiswa Jatinangor...
Mahasiswa Jatinangor Sambut Antusias DCDC Ngabuburit di Kampus Ikopin
6 Tempat Ngabuburit...
6 Tempat Ngabuburit Ramadhan Ramah Kantong di Jakarta
Yuk, Isi Waktu Nunggu...
Yuk, Isi Waktu Nunggu Buka Puasa bareng Endeus.tv di Ngabuburit Festival 2021!
Ngabuburit Asyik dan...
Ngabuburit Asyik dan Irit, 3 Taman di Jagakarsa Ini Bisa Jadi Pilihan
5 Rekomendasi Tempat...
5 Rekomendasi Tempat Ngabuburit Seru di Jakarta, Wajib Dicoba
Ngabuburit Bareng Transformer...
Ngabuburit Bareng Transformer dan Kendaraan Tempur Pindad
Rekomendasi
Kuburan Ini Diyakini...
Kuburan Ini Diyakini Lebih Tua dari Makam Habil Anak Nabi Adam
Burung Dataran Tinggi...
Burung Dataran Tinggi Berevolusi untuk Perlindungan dari Dingin Ekstrem
Lubang Lapisan Ozon...
Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Artikel Terkini
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Infografis
5 Menu Buka Puasa Khas...
5 Menu Buka Puasa Khas Bali, Tidak Cuma Sate Lilit!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved