Mudik Lebaran, pemohon SIM di Depok naik 50%
Minggu, 04 Agustus 2013 - 14:01 WIB
Mudik Lebaran, pemohon SIM di Depok naik 50%
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya pemudik yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor ataupun mobil, membuat jumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Depok meningkat 50 persen. Namun, jumlah itu dinilai tidak terlalu signifikan dibanding daerah penyangga lainnya seperti Bekasi atau Tangerang yang lebih dari 100 persen.
Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Kristanto Yoga mengatakan, fenomena mudik membuat pemohon SIM meningkat 30 sampai 50 persen. Di bulan Ramadan rata-rata 1.000 pemohon per minggu, saat ini per minggu sampai 1.500 menjelang Lebaran.
"Tidak terlalu signifikan sih melonjaknya, yang paling seksi memang masalah kemacetan," katanya kepada wartawan di Posko Pengamanan Lebaran Terminal Depok, Minggu (4/8/2013).
Kristanto menyebutkan, intensitas kendaraan di Jalan Raya Margonda adalah sebanyak 2.000 per hari, dengan komposisi 70 persen sepeda motor dan 30 persen mobil. Namun menjelang berbuka puasa, jumlahnya mencapai 5.000 kendaraan dengan komposisi yang sama.
Sejauh ini, kata dia, tidak ada angkutan kota (angkot) yang bakal dijadikan moda transportasi mudik ke kampung halaman. Pihaknya juga mengimbau pemudik tidak menggunakan sepeda motor.
"Pemudik jangan pakai sepeda motor, di jalur Pantura setiap 3 km harus ada polisi pembatas orang hidup. Kalaupun ada yang pakai motor jangan bonceng bertiga, jangan melawan arus, dan jangan kelebihan beban muatan," tegasnya.
Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Kristanto Yoga mengatakan, fenomena mudik membuat pemohon SIM meningkat 30 sampai 50 persen. Di bulan Ramadan rata-rata 1.000 pemohon per minggu, saat ini per minggu sampai 1.500 menjelang Lebaran.
"Tidak terlalu signifikan sih melonjaknya, yang paling seksi memang masalah kemacetan," katanya kepada wartawan di Posko Pengamanan Lebaran Terminal Depok, Minggu (4/8/2013).
Kristanto menyebutkan, intensitas kendaraan di Jalan Raya Margonda adalah sebanyak 2.000 per hari, dengan komposisi 70 persen sepeda motor dan 30 persen mobil. Namun menjelang berbuka puasa, jumlahnya mencapai 5.000 kendaraan dengan komposisi yang sama.
Sejauh ini, kata dia, tidak ada angkutan kota (angkot) yang bakal dijadikan moda transportasi mudik ke kampung halaman. Pihaknya juga mengimbau pemudik tidak menggunakan sepeda motor.
"Pemudik jangan pakai sepeda motor, di jalur Pantura setiap 3 km harus ada polisi pembatas orang hidup. Kalaupun ada yang pakai motor jangan bonceng bertiga, jangan melawan arus, dan jangan kelebihan beban muatan," tegasnya.
(mhd)