Pemerintah harus terapkan darurat mudik

Minggu, 04 Agustus 2013 - 14:01 WIB
Pemerintah harus terapkan...
Pemerintah harus terapkan darurat mudik
A A A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada pihak Kepolisian yang sudah melakukan pagar betis di sepanjang jalur mudik, khususnya di pantai utara (Pantura) Jawa.

Mulai dari kawasan Kalimalang, Jakarta Timur hingga kawasan Semarang, Jawa Tengah, pagar betis dilakukan Polri untuk menghindari kecelakaan lalulintas dan jatuhnya korban.

Di sepanjang jalur mudik dari Kalimalang hingga ke perbatasan Jawa Barat (Jabar)-Jawa Tengah (Jateng), setidaknya ada 40 titik daerah rawan kecelakaan. Kawasan rawan itu akibat jalanan rusak atau jalanan tambal sulam.

"Sejak mulai dari depan Masjid Al Azhar Kalimalang, pemudik pengguna sepeda motor sudah terancam kecelakaan. Perbaikan jalan yg belum selesai dan ditinggal begitu saja terhampar sepanjang 1 km. Kondisi ini makin parah karena banyaknya jalanan tambal sulam," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane lewat rilisnya, Minggu (4/8/2013).

IPW berharap, musim mudik jangan sampai menjadi ladang pembantaian di jalanan, terutama bagi pemudik bersepeda motor. "Seharusnya, pemerintah mempunyai strategi khusus untuk mengurangi kepadatan Pantura, misalnya dengan mengangkut pemudik melalui jalur laut mengerahkan seluruh kapal perang TNI Angkatan Laut (AL) dari Tanjungpriok dan jalur udara mengerahkan seluruh pesawat herkules TNI Angkatan Udara (AU) dari Halim Perdanakusuma. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan dengan maksimal," ucapnya.

Padahal, melihat situasi yang ada, seharusnya pemerintah menerapkan "darurat mudik" sehingga segenap kekuatan militer dan sipil dikerahkan untuk mengurangi kepadatan Pantura. Meskipun sudah melakukan pagar betis, IPW menilai, Polri tidak cukup kuat untuk mengawal kepadatan Pantura.

"Sebab kepadatan Pantura dari tahun ke tahun makin tak terkendali. Peningkatan pemudik sepeda motor rata-rata sebesar 12 persen setiap tahun. Untuk itu perlu ada upaya maksimal dari pemerintah mengurangi kepadatan Pantura, sehingga kecelakaan dan korban jiwa di Pantura bisa diminimalisir," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Ini yang Sebaiknya Masyarakat...
Ini yang Sebaiknya Masyarakat Lakukan Ketika Mudik Kembali Dilarang
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Al-Quran Adalah Kitab...
Al-Qur'an Adalah Kitab Petunjuk, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Ketika Matahari Terbit...
Ketika Matahari Terbit dari Barat, Tanda Kiamat yang Dijelaskan dalam Al-Quran dan Sains
NOAA Prediksi Air Permukaan...
NOAA Prediksi Air Permukaan Laut Akan Naik hingga 40 Kaki
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved