Polri saja tak cukup untuk kawal Pantura
Minggu, 04 Agustus 2013 - 14:49 WIB
Polri saja tak cukup untuk kawal Pantura
A
A
A
Sindonews.com - Koordinator Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengapresiasi sikap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang melakukan penjagaan ketat, di sepanjang jalur Pantura.
Mulai dari kawasan Kalimalang, Jakarta Timur hingga kawasan Semarang, Jawa Tengah yakni dengan menerjunkan 6.500 personil Polri disepanjang jalur Pantura. Namun, Neta tetap berharap agar tahun ini, para pemudik tetap aman dan Neta juga berharap tahun ini jumlah kecelakaan bisa ditekan khususnya untuk para pemudik pengendara bermotor.
"Seharusnya, pemerintah mempunyai strategi khusus untuk mengurangi kepadatan Pantura, misalnya dengan mengangkut pemudik melalui jalur laut dgn mengerahkan seluruh kapal perang TNI AL dari Tanjung Priok dan jalur udara mengerahkan seluruh pesawat herkules TNI AU dari Halim Perdanakusuma. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan pemerintah dengan maksimal," kata Neta dalam rilisnya kepada Sindonews, Minggu (4/8/2013).
Menurut Neta, seharusnya pemerintah menerapkan darurat mudik sehingga segenap kekuatan militer dan sipil dikerahkan untuk mengurangi kepadatan Pantura. Meskipun sudah melakukan penjagaan disepanjang jalur Pantura oleh anggota Polri, Neta menilai, bahwa Polri saja tidak akan cukup untuk mengawal kepadatan di sepanjang jalur Pantura. Sebab kepadatan Pantura dari tahun ke tahun makin tidak terkendali.
"Peningkatan pemudik sepeda motor rata-rata sebesar 12 persen setiap tahun. Untuk itu perlu ada upaya maksimal dari pemerintah mengurangi kepadatan Pantura, sehingga kecelakaan dan korban jiwa di Pantura bisa diminimalisir," tandasnya.
Mulai dari kawasan Kalimalang, Jakarta Timur hingga kawasan Semarang, Jawa Tengah yakni dengan menerjunkan 6.500 personil Polri disepanjang jalur Pantura. Namun, Neta tetap berharap agar tahun ini, para pemudik tetap aman dan Neta juga berharap tahun ini jumlah kecelakaan bisa ditekan khususnya untuk para pemudik pengendara bermotor.
"Seharusnya, pemerintah mempunyai strategi khusus untuk mengurangi kepadatan Pantura, misalnya dengan mengangkut pemudik melalui jalur laut dgn mengerahkan seluruh kapal perang TNI AL dari Tanjung Priok dan jalur udara mengerahkan seluruh pesawat herkules TNI AU dari Halim Perdanakusuma. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan pemerintah dengan maksimal," kata Neta dalam rilisnya kepada Sindonews, Minggu (4/8/2013).
Menurut Neta, seharusnya pemerintah menerapkan darurat mudik sehingga segenap kekuatan militer dan sipil dikerahkan untuk mengurangi kepadatan Pantura. Meskipun sudah melakukan penjagaan disepanjang jalur Pantura oleh anggota Polri, Neta menilai, bahwa Polri saja tidak akan cukup untuk mengawal kepadatan di sepanjang jalur Pantura. Sebab kepadatan Pantura dari tahun ke tahun makin tidak terkendali.
"Peningkatan pemudik sepeda motor rata-rata sebesar 12 persen setiap tahun. Untuk itu perlu ada upaya maksimal dari pemerintah mengurangi kepadatan Pantura, sehingga kecelakaan dan korban jiwa di Pantura bisa diminimalisir," tandasnya.
(maf)