Pedagang Petasan Mulai Terlihat di Polman

Selasa, 01 Juli 2014 - 23:57 WIB
Pedagang Petasan Mulai...
Pedagang Petasan Mulai Terlihat di Polman
A A A
POLEWALI - Memasuki hari ketiga Ramadan, sejumlan pedagang petasan dan kembang api mulai terlihat di di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Pedagang musiman itu mengaku hanya berjualan di saat bulan puasa, hari raya, dan tahun baru. Sejumlah pedagang yang ditemui KORAN SINDO MAKASSAR mengaku mendapatkan petasan dan kembang api berbagai jenis tersebut dari agen yang ada di Makassar, Pare-pare, bahkan ada yang langsung dari Surabaya.

"Saya tiap tahun berjualan petasan saat di bulan puasa, lebaran, dan momen tahun baru. Ini saja baru buka," kata Wawan, salah seorang pedagang petasan di Polewali, Selasa (1/7/2014).

Wawan mengaku hingga saat ini belum ada larangan atau imbauan dari aparat terkait atas penjualan petasan tersebut. Tapi, dia mengetahui bahwa petasan dengan daya ledakan besar sudah dilarang karena bisa membahayakan bagi masyarakat dan pengguna. "Yang saya jual masih petasan yang aman-aman saja. Karena rata-rata daya ledakannya kecil. Adapun yang besar, tapi bukan yang meledak di bawah, tapi di atas udara," tuturnya.

Salah seorang warga, Adi, mengaku tidak takut membeli petasan tersebut karena tidak terlalu berbahaya untuk digunakan. "Sepanjang tidak berbahaya, tidak ada masalah. Cuma, memang kita minta kalau ada petasan yang bisa membahayakan, ya jangan dijual," ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Polman AKP Mihardi mengatakan, menyikapi mulai munculnya pedagang petasan, pihaknya tidak akan menghambat aktivitas itu asalkan memiliki izin dan petasan yang dijual tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat maupun yang menggunakan. "Sepanjang petasan itu aman, tidak ada persoalan, tapi harus ada izin juga. Sebaliknya, walaupun ada izin tapi membahayakan, bisa saja langsung diamankan jika ada yang kedapatan," ujar Mihardi.

Mihardi berharap agar masyarakat, khususnya pemuda tidak menggunakan petasan saat ibadah sedang berlangsung. Karena, itu akan sangat mengganggu dan bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Demi Keamanan, Aparat...
Demi Keamanan, Aparat Polres Pekalongan Razia Balon Udara dan Petasan
Operasi Cipta Kondisi...
Operasi Cipta Kondisi 2023, Polresta Bogor Kota Sita Belasan Ribu Petasan
Nyaris Bakar Rumah di...
Nyaris Bakar Rumah di Ponorogo, 20 Balon Udara Diamankan Polisi
20.000 Butir Petasan...
20.000 Butir Petasan Korek di Bogor Disita Polisi
Dijual Rp300 Ribu per...
Dijual Rp300 Ribu per 1 Kg, Ratusan Petasan untuk Rayakan Lebaran Diamankan di Pasuruan
Kapolres Ponorogo Kejar...
Kapolres Ponorogo Kejar dan Turunkan Balon Udara Berukuran 20 Meter
Rekomendasi
Kuburan Ini Diyakini...
Kuburan Ini Diyakini Lebih Tua dari Makam Habil Anak Nabi Adam
Malam Ini, Ada Fenomena...
Malam Ini, Ada Fenomena Langit yang Terakhir Terjadi Hampir 400 Tahun Lalu!
PBB Sebut Banyak Wilayah...
PBB Sebut Banyak Wilayah yang Tak Bisa Dihuni Akibat Panas Ekstrem
Artikel Terkini
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Infografis
Fenomena Langit di Penghujung...
Fenomena Langit di Penghujung 2020, Ada Hujan Meteor Geminid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved