Kemenkes Siapkan 2.641 Pos Kesehatan di Jalur Mudik

Selasa, 15 Juli 2014 - 23:20 WIB
Kemenkes Siapkan 2.641...
Kemenkes Siapkan 2.641 Pos Kesehatan di Jalur Mudik
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siapkan 2.641 pos kesehatan di sepanjang jalur mudik 2014. Hal ini disesuaikan dengan jumlah pemudik yang diperkirakan meningkat sebanyak 3,83%.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi mengatakan, selain pos kesehatan juga disiapkan 1.554 rumah sakit (RS) untuk daerah Sumatera, Bali, dan Jawa yang disiagakan. Dalam hal ini, pos kesehatan terdiri dari 2.424 pos kesehatan milik Dinas Kesehatan (Dinkes) yaitu 800 pos di lapangan dan 1.624 Puskesmas.

Dalam satu pos, akan disediakan satu dokter, dua perawat serta driver. Karenanya dalam pos kesehatan ini ada yang mobile dengan ambulans dan pos kesehatan yang diam di tempat.

"Kita juga siapkan pos kesehatan pada Kantor Kesehatan Pelabuhan sebanyak 217 pos kesehatan. Karenanya, perpindahan penduduk dalam jumlah besar berpotensi terjadinya kecelakaan yang akan berdampak pada kematian dan kecacatan," tandansya saat ditemui dalam pelepasan apel siaga kesiapan bidang kesehatan pada mudik lebaran 2014, Selasa (15/7/2014).

Menurut data Kementerian Perhubungan yang diterima, jumlah pemudik setiap tahunnya cendrung meningkat. Pada tahun 2012 terdapat 17.245.054 pemudik. Sedangkan pada 2013 terdapat 18.587.668 pemudik.

Pada tahun 2014 diperkirakan jumlahnya naik menjadi 19.229.144 pemudik. Dengan arus padat di daerah Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Baten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengan (Jateng), DI Yogyakarta, Bali, dan Selawesi Selatan.

Walaupun telah terjadi penurunan jumlah kecelakaan dan kematian pada 2013 yaitu 3.675 kasus kecelakaan. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan 2012 sebesar 29,8% yang mengakibatkan 795 orang meninggal.

"Jumlah orang yang meninggal menurun 12,4% pada 2014. Kita harapkan tahun ini lebih turun lagi bahkan jika bisa tidak ada yang mengalami kecelakaan dan kecatatan," katanya.

Sementara itu, Nafsiah berpesan untuk pengemudi transportasi untuk menyiapkan fisik dan mental dengan prima. Memeriksa kesehatan sebelum mengemudi dan menyiapkan obat-obat pribadi yang dibutuhkan. Istirahat jika merasa kelelah adalah hal yang efektif untuk mencegah terjadi potensi kecelakaan, atau setelah mengalami perjalanan 4 jam lamanya.

"Manfaatkan pos kesehatan. Karena keberadanya diperpanjang dari dua minggu sebelum Lebaran sampai dua minggu setelah Lebaran," ungkapnya.

Sementara itu, PLT Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Agus Purwadianto mengatakan, penurunan jumlah kecelakaan saat mudik juga perlu diantisipasi oleh pemudik sendiri. Yaitu dengan peningkatan kesadaran dan pemahaman akan keselamatan, dengan tanggap memeriksa kendaraan setelah berjalan jauh 3-5 km. Kesiapan fisik dengan menjaga makanan dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Tentu harus menjaga kesehatan selain rajin mencuci tangan dan tidak mengonsumsi alkohol karena akan memengaruhi konsentrasi," ujarnya.

Menurut dia, faktor kelelahan menjadi faktor utama akan terjadinya kecelakaan di jalur mudik. Faktor risiko menjadi dan perilaku pengemudi dan pemudik harus diperhatikan.

Karena dalam perjalanan mudik juga berisiko terjadinya keracunan makanan, infeksi berbagai penyakit menular dan meningkatnya penyakit ga menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asma. "Ini harus dijaga betul dan dipersiapkan obat-obatannya," tegasnya.
(hyk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cek Kesiapan Jalur Mudik...
Cek Kesiapan Jalur Mudik 2024, Korlantas: Jalan Tol dan Non-tol Sudah 98 Persen
Mudik di Masa Pemulihan...
Mudik di Masa Pemulihan Ekonomi
Jalur Mudik Gentong...
Jalur Mudik Gentong Pagi Ini Didominasi Sepeda Motor
Jelang Mudik Lebaran,...
Jelang Mudik Lebaran, Polda Jabar Siapkan Jalur Alternatif Pengurai Kepadatan
Arus Mudik Lingkar Gentong...
Arus Mudik Lingkar Gentong Per 17 Maret 2026 Melonjak Capai 28.611 Kendaraan
35.000 Kendaraan Melintas...
35.000 Kendaraan Melintas Masuk Lingkar Gentong dalam 2 Hari Terakhir
Rekomendasi
5 Tsunami Besar yang...
5 Tsunami Besar yang Pernah Meluluhlantakkan sebuah Daerah
Seattle Berisiko Dihantam...
Seattle Berisiko Dihantam Tsunami 12 Meter dalam Hitungan 3 Menit
Biografi Nikola Tesla,...
Biografi Nikola Tesla, Ilmuwan yang Karyanya Banyak Diklaim Orang Lain
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved