Pemudik Masuk Wilayah Jateng Diprediksi Capai 7 Juta

Rabu, 16 Juli 2014 - 14:37 WIB
Pemudik Masuk Wilayah...
Pemudik Masuk Wilayah Jateng Diprediksi Capai 7 Juta
A A A
JAKARTA - Jumlah pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah, baik dari Jakarta maupun kota-kota lainnya dari Jawa Barat termasuk Jawa Timur saat Lebaran nanti diprediksi akan mencapai tujuh juta pemudik. Dari jumlah itu, diprediksi sebanyak tiga juta pemudik menyebar di 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

"Kita prediksi saat Lebaran nanti jumlah pemudik yang melintasi Jawa Tengah dari kota-kota besar di Pulau Jawa ini yang menggunakan moda transportasi darat, seperti bus, kereta serta mobil pribadi termasuk sepeda motor dan pesawat terbang, mencapai tujuh juta pemudik. Tiga juta pemudik itu benar-benar tersebar di 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah," ujar Kepala Administrasi Daerah (Bangda) Jawa Tengah, Agus Suranto kepada Sindonews di sela sidak Lebaran di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/7/2014).

Menurut Agus, jumlah pemudik menggunakan transportasi sepeda motor saat Lebaran nanti diprediksi masih mendominasi arus mudik di sepanjang Pantura. Hanya saja, Agus belum bisa memprediksi berapa jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan sepeda motor saat Lebaran nanti.

Sedangkan untuk moda transportasi bus, Agus memprediksi dari laporan yang diterima pihaknya, sedikitnya 25 ribu bus diperkirakan akan masuk ke beberapa terminal besar di Jawa Tengah, termasuk Terminal Tirtonadi.

"Di Terminal Tirtonadi saja misalnya, diprediksi bus masuk setiap harinya akan mencapai 3.000 bus setiap harinya. Dari laporan Kepala UPTD Terminal Tirtonadi puncak Lebaran nanti, jumlah pemudik yang turun di Terminal Tirtonadi Solo ini akan mencapai 40 ribu penumpang," paparnya.

Meskipun telah siap menangani lonjakan penumpang, pihaknya tetap saja menyiapkan bus cadangan untuk mengangkut para pemudik Lebaran nanti.

Bus yang telah dipersiapkan berangkat dari Terminal Tirtonadi sebanyak 1900 bus. Sedangkan dari Terminal Semarang, bus yang telah dipersiapkan sebanyak 2.000 unit bus.

Untuk memastikan keselamatan penumpang, selain mewajibkan seluruh kru bus untuk melakukan cek kesehatan, semua armada bus yang masuk ke Terminal Tirtonadi akan dicek kelayakan jalan.

"Contohnya pada saat ini, semua kru bus dicek kesehatannya. Kalau dianggap tidak sehat, maka supir bus itu dilarang jalan," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Ini yang Sebaiknya Masyarakat...
Ini yang Sebaiknya Masyarakat Lakukan Ketika Mudik Kembali Dilarang
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Burung Dataran Tinggi...
Burung Dataran Tinggi Berevolusi untuk Perlindungan dari Dingin Ekstrem
Ini Wilayah di Bumi...
Ini Wilayah di Bumi dengan Udara Terbersih, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Arkeolog Beberkan Fakta...
Arkeolog Beberkan Fakta Penguat Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved