Pemudik Menggunakan Motor Meningkat 7%

Minggu, 20 Juli 2014 - 14:07 WIB
Pemudik Menggunakan...
Pemudik Menggunakan Motor Meningkat 7%
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya memprediksi jumlah pemudik bermotor mengalami peningkatan hingga 7%. Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Irvan Prawira Yuda menegaskan, berdasarkan perhitungan pihaknya memprediksi ada peningkatan 7% untuk pemudik bersepeda motor.

"Itu hasil perhitungan akademisi untuk jumlah pemudik tahun ini," katanya. Dia menegaskan, sepeda motor masih menjadi transportasi favorit para pemudik karena lebih cepat dan irit bahan bakar.

Namun, pihaknya tidak menyarankan pemudik untuk menggunakan motor saat mudik dengan rute perjalanan jauh.

"Karena motor tidak didesain untuk perjalanan jarak jauh dan dia tidak punya rumah-rumah yang melindungi tubuh kita," tegasnya.

Meski terjadi peningkatan, lanjutnya, kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan motor tahun ini tidak terlalu melonjak.

Karena disamping yang menggunakan motor meningkat, pemudik yang menggunakan angkutan massal seperti bus juga mengalami peningkatan.

"Tahun kemarin ada 2.500 bus dan tahun ini sekarang sampai 3.200 bus yang akan mudik bareng. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan angkutan yang lebih aman selama mudik sudah baik," tuturnya.

Selain itu, pada sejumlah ruas jalan di Jakarta akan mengalami kemacetan pada saat mudik lebaran. Pihaknya mencatat sedikitnya ada 66 titik rawan kemacetan di Jakarta yang merupakan jalur mudik ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera.

"Titik rawan macet ada 66 titik. Ini sedikit berkurang karena tahun lalu ada 70 titik," tegasnya.

Irvan mengatakan, kemacetan terbanyak terdapat di wilayah Jakarta Selatan yakni 38 titik. Sementara untuk jalur mudik ke daerah Jawa, kemacetan terdapat di sepanjang Kalimalang hingga Kedung Waringin, Bekasi.

Pihaknya juga sudah memetakan jam kemacetan saat mudik. Para pemudik diprediksi akan melakukan mudik mulai pukul 05.00 WIB. "Jam 05.00 WIB di Kalimalang itu sudah macet, jam 06.00 WIB di Universitas Borobudur, jam 06.30 WIB di Bekasi," katanya.

Memasuki jam 08.00 pagi, para pemudik mulai mengosongkan Bekasi Timur untuk menuju Karawang, Jawa Barat. Pada pukul 11.00 WIB sudah ada di Cirebon.

Sementara, Polda Metro Jaya menyiapkan personil untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2014 ini.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sudjarno menjelaskan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama seluruh pemangku kepentingan, yakni TNI, Dishub, Jasa Raharja, pengelola tempat rekreasi, dan sebagainya.

"Hasil rapat intinya sudah siap mendukung kelancaran arus mudik dan lebaran. Tanggal (21/7) kita akan ada gelar pasukan bersama pak Kapolri di Polda Metro Jaya," jelasnya.

Dia menuturkan, total personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Jaya 2014 mencapai 7.260 orang. Selain di wilayah hukum Polda Metro Jaya, personel juga akan diperbantukan ke sejumlah titik di jalur Pantura yakni perbatasan dengan Polda Jawa Barat.

“Ke jalur Pantura, 288 orang dengan sepeda motor dan mobil untuk bantu kelancaran di jalur Pantura,” tuturnya.

Sedangkan pengamanan di Jakarta difokuskan ke rumah kosong yang ditinggal penghuninya, tempat rekreasi dan hiburan, terminal, stasiun, dan bandara.

Untuk pengemudi bus Mudik, tetap akan diperiksa urinnya di terminal. Apakah mengandung minuman keras atau narkotika.

“Sehingga kita mencegah sejak awal untuk potensi kecelakaan. Untuk rumah kosong, bisa dititip ke tetangga, atau Ketua RT, RW dan satpam perumahan, Polisi juga aakan menyambangi pemukiman warga,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menegaskan, pihaknya tidak bisa melarang orang mudik menggunakan sepeda motor namun hanya bisa mengimbau.

"Manfaatkanlah mudik gratis, karena banyak kejadian pemudik sepeda motor kecelakaan, bahkan ada yang putranya tewas dalam dekapan, karena kedinginan dan masuk angin, disarankan pemudik motornya dinaikan ke truk, ini lebih baik karena hitung-hitungan ekonomi sama saja hasilnya. Pakai motor jajannya banyak, dan lebih melelahkan," tegasnya.

Tercatat sebanyak 16 perusahaan akan menggelar mudik bareng gratis untuk masyarakat. Sekitar 128.060 pemudik dari Jabodetabek akan menikmati mudik bareng yang diadakan perusahaan ini. Sebagian besar kota tujuan berada di pulau Jawa.

"Perusahaan tersebut sudah menyewa 1.790 bus mudik gratis, jumlah ini juga diprediksi masih akan terus bertambah," ujarnya.

Bus mudik gratis juga akan mendapat pengawalan dari petugas. Pengawalan dilakukan berantai, yakni sampai ke perbatasan wilayah hukum Polda Metro Jaya, dan disambung dengan pengawalan Polda setempat.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Dampak Larangan Mudik...
Dampak Larangan Mudik Tidak Besar Bagi Perekonomian
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Abbas bin Firnas, Ilmuwan...
Abbas bin Firnas, Ilmuwan Islam Penemu Pesawat Terbang Sebelum Wright Bersaudara
Cuaca Ekstrem, Hujan...
Cuaca Ekstrem, Hujan Deras Melanda Wilayah Makkah
Objek Misterius Menerangi...
Objek Misterius Menerangi Langit Malam di Jepang Bagian Barat
Artikel Terkini
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved