Garut Diguyur Hujan, BPBD Imbau Pemudik Berhati-hati
Sabtu, 26 Juli 2014 - 13:40 WIB
Garut Diguyur Hujan, BPBD Imbau Pemudik Berhati-hati
A
A
A
GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengimbau agar para pemudik yang akan melintasi sejumlah jalur di wilayah Garut meningkatkan kewaspadaan. Imbauan diberikan menyusul tingginya curah hujan di Kabupaten Garut dalam kurun waktu terakhir ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dikdik Hendrajaya menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi dapat berpengaruh pada kondisi struktur tanah di beberapa wilayah Garut yang terkenal labil. Dia menyebutkan, terdapat empat jalur yang mesti diwaspadai berada di daerah rawan longsor.
"Jalur yang rawan longsor saat musim hujan di Garut ini ada empat. Sebagian besar didominasi oleh jalur yang menuju kawasan Garut selatan," kata Dikdik di Garut, Sabtu (26/7/2014).
Keempat jalur ini adalah jalur Garut-Cikajang-Pakenjeng-Pamulihan-Cisewu-Talegong, jalur Garut-Cikajang-Pameungpeuk, Jalur Garut-Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy, dan Jalur Limbangan-Malangbong. Sebagai antisipasi jika bencana terjadi, BPBD Kabupaten Garut telah menyiagakan relawan BPBD di setiap kecamatan.
"Saya sudah instruksikan kepada setiap relawan dan seluruh pihak di lingkungan masyarakat untuk segera melapor jika bencana terjadi. Cepatnya laporan akan berpengaruh pada tepatnya penanganan yang diberikan," ujarnya.
Dikdik mengaku dirinya juga menyiagakan seluruh petugas BPBD. Seluruh petugas yang terdiri dari 21 orang, ditugasi untuk piket selama 24 jam penuh. Mereka akan standby untuk koordinasi jika bencana terjadi.
"Selain personel, kami juga sudah menyiapkan enam kendaraan yang teridiri dari satu unit truk multi fungsi, satu unit kendaraan station, satu unit minibus, dan tiga unit kendaraan bak terbuka, yang siap diterjunkan. Belum lagi kami sudah mendapat dukungan dari Dinas Bina Marga yang akan menurunkan alat beratnya jika bencana terjadi."
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dikdik Hendrajaya menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi dapat berpengaruh pada kondisi struktur tanah di beberapa wilayah Garut yang terkenal labil. Dia menyebutkan, terdapat empat jalur yang mesti diwaspadai berada di daerah rawan longsor.
"Jalur yang rawan longsor saat musim hujan di Garut ini ada empat. Sebagian besar didominasi oleh jalur yang menuju kawasan Garut selatan," kata Dikdik di Garut, Sabtu (26/7/2014).
Keempat jalur ini adalah jalur Garut-Cikajang-Pakenjeng-Pamulihan-Cisewu-Talegong, jalur Garut-Cikajang-Pameungpeuk, Jalur Garut-Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy, dan Jalur Limbangan-Malangbong. Sebagai antisipasi jika bencana terjadi, BPBD Kabupaten Garut telah menyiagakan relawan BPBD di setiap kecamatan.
"Saya sudah instruksikan kepada setiap relawan dan seluruh pihak di lingkungan masyarakat untuk segera melapor jika bencana terjadi. Cepatnya laporan akan berpengaruh pada tepatnya penanganan yang diberikan," ujarnya.
Dikdik mengaku dirinya juga menyiagakan seluruh petugas BPBD. Seluruh petugas yang terdiri dari 21 orang, ditugasi untuk piket selama 24 jam penuh. Mereka akan standby untuk koordinasi jika bencana terjadi.
"Selain personel, kami juga sudah menyiapkan enam kendaraan yang teridiri dari satu unit truk multi fungsi, satu unit kendaraan station, satu unit minibus, dan tiga unit kendaraan bak terbuka, yang siap diterjunkan. Belum lagi kami sudah mendapat dukungan dari Dinas Bina Marga yang akan menurunkan alat beratnya jika bencana terjadi."
(zik)
Lihat Juga :