Korban Tewas Kecelakaan di Sumut Terus Bertambah

Minggu, 03 Agustus 2014 - 15:25 WIB
Korban Tewas Kecelakaan...
Korban Tewas Kecelakaan di Sumut Terus Bertambah
A A A
MEDAN - Kepolisian Daerah (Polda) Sumut mencatat, jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas terus bertambah. Pada H+4 berjumlah 36 orang, sementara pada H+6 menjadi 43 orang.

Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zulfikar mengatakan, berdasarkan catatan di Posko Operasi (Ops) Ketupat Toba 2014 terhitung sejak 22 Agustus 2014, dari 3.974 pelanggaran yang terjadi, sebanyak 2.112 di antaranya ditilang dan 1.862 pelanggaran mendapat teguran.

"Jika dibandingkan dengan tahun 2013, memang ada penurunan korban. Pada tahun 2013 tercatat 152 kasus kecelakaan, sedangkan tahun 2014 sebanyak 127 (menurun 16,45 persen), dengan korban meninggal dunia 47 (tahun 2013) dan 43 (tahun 2014) atau menurun sekitar 8,51 persen," katanya, Minggu (3/8/2014).

Selain itu, sambung dia, jumlah korban yang mengalami luka berat dan luka ringan juga menurun. Untuk luka berat, pada tahun 2013 sebanyak 93 orang, sementara tahun 2014 sebanyak 64 orang atau menurun 31,18 persen. Korban luka ringan tahun 2013 sebanyak 232 orang, sedangkan pada tahun 2014 sebanyak 127 orang, atau menurun 45,26 persen.

"Kerugian materil juga menurun dari Rp 489.900.000 tahun 2013 menjadi Rp 408.500.000 tahun 2014 atau turun sekitar 16,62 persen. Tetapi, meskipun ada penurunan, tetap saja angka kematian itu sangat tinggi. Karena kematian itu terjadi dengan sia-sia di jalanan."

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, puncak arus balik diperkirakan hari ini hingga pada malam hari, khususnya di Jalur Berastagi-Medan. "Karena dari kawasan ini tidak ada jalur alternatif. Sehingga fokus utamanya di kawasan ini," katanya.

Namun, sambung dia, daerah lainnya seperti Parapat-Siantar-Medan bukan berarti tidak diperhatikan. "Personel yang sudah diplot di posnya masing-masing difokuskan kerja maksimal, tetapi khusus yang di jalur Berastagi-Medan ada perhatian khusus," jelasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Ini yang Sebaiknya Masyarakat...
Ini yang Sebaiknya Masyarakat Lakukan Ketika Mudik Kembali Dilarang
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Kotoran Manusia Termahal...
Kotoran Manusia Termahal di Dunia Berasal dari Bangsa Viking
Badai Tropis Humberto...
Badai Tropis Humberto Terbentuk di Atlantik Ancam Kepulauan Azores
Ilmuwan Menemukan Bukti...
Ilmuwan Menemukan Bukti Terkuat Tentang 'Gen Migrasi' Pada Burung
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved