Kaya vs Hedonisme, Begini Pandangan Islam

Rabu, 01 Maret 2023 - 17:13 WIB
Imam Shamsi Ali, Direktur Jamaica Muslim Center yang juga Presiden Nusantara Foundation. Foto/Ist
Imam Shamsi Ali

Direktur Jamaica Muslim Center,

Presiden Nusantara Foundation

Di antara keunikan ajaran agama Islam adalah keseimbangan dan kesesuaian (appropriateness). Dalam segala hal keseimbangan dan kesesuaian menjadi pegangan dalam bersikap, bahkan dalam sikap beragama. Karakter wasathiyah sejatinya menggambarkan keduanya.

Keseimbangan dan kesesuaian juga menjadi penekanan penting dalam menyikapi kehidupan dunia. Upaya keseimbangan dan kesesuaian inilah yang menjadikan dunia dalam Al-Qur'an, di satu sisi harus dibangun semakmur-makmurnya. Namun di sisi lain diingatkan marabahaya yang dapat ditimbulkannya. Karenanya dunia diingatkan sebagai permainan yang melalaikan (la'ibun wa lahwun). Bahkan juga dikategorikan sebagai kesenangan yang menggoda (mataa' al-ghuruur).

Sikap Islam ini, yang di satu sisi mendorong mencari dunia (wabtaghuu min fadhlilllah) dan di sisi lain mengingatkan konsekwensi buruknya, merupakan urgensi menyikapi dunia secara berimbang dan berkesesuaian.

Sikap Islam terhadap kehidupan dunia ini terekspresi dengan peringatan Allah di Surah Al-Baqarah: "Dan bagimu di atas bumi ini kesenangan (mataa') hingga pada batas yang tertentu (ilaa hiin). Realita ini yang kemudian tersimpulkan dalam doa sapu jagad umat: "Rabbana aatina finddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qinaa afzaban naar."

Kaya vs Hedonis

Sesungguhnya kata "ghinaa" dalam bahasa Islam (Al-Qur'an dan Sunnah) lebih merujuk kepada keadaan batin yang terpuaskan dengan realita kehidupannya. Bukan pada bentuk dan kwantitas kehidupan dunia yang digenggamnya. Rasulullah SAW menekankankan: "Kekayaan itu bukan banyaknya harta. Tapi kekayaan itu adalah kepuasan jiwa (ghina an-nafs)."

Poin terpenting dari realita ini adalah bahwa kekayaan itu banyak terkait dengan sikap batin (mentalitas) manusia. Dan karenanya seseorang yang memiliki harta yang banyak atau sebaliknya memiliki harta yang kurang, keduanya dapat merasakan kekayaan itu ketika memilki batin atau mentalitas yang sehat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!