Bukan Salat dan Puasa, Inilah Amalan Paling Disukai Allah dari Nabi Musa

Minggu, 02 April 2023 - 04:00 WIB
Kisah Nabi Musa dan sepasang suami istri yang miskin mendadak jadi kaya berkat sedekah dan amalan membantu kesulitan orang lain. Foto ilustrasi/Channel YouTube Tinta Mahabbah
Setiap amalan manusia pasti memiliki nilai di sisi Allah termasuk salat dan puasa. Dalam Islam, salat dan puasa memiliki kedudukan sangat agung dan istimewa.

Bahkan ibadah puasa mendapatkan ganjaran langsung dari Allah. Tapi taukah Anda, ada satu amalan yang paling dicintai Allah dari Nabi Musa alaihissalam. Mari simak kisah berikut ini.

Seperti diketahui Nabi Musa adalah Nabi yang bisa berbicara dengan Allah 'Azza wa Jalla sehingga dijuluki Kaliimullah (كليم الله). Kisah beliau paling banyak diceritakan dalam Al-Qur'an.

Setiap kali hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah beliau akan berbicara, bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah satu kelebihan beliau dari Nabi lainnya.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub mengisahkan dialog Nabi Musa dengan Allah 'Azza wa Jalla. Berikut kisahnya diceritakan Gus Musa Muhammad dalam satu kajiannya.

"Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah yang Engkau perintahkan, manakah antara ibadahku yang Engkau senangi, apakah salatku? Allah kemudian menjawab pertanyaan Nabi Musa: "Salatmu itu hanya untumu sendiri, Karena salat membuat engkau terpelihara dari perbuatan keji dan mungkar."

Kemudian Nabi Musa bertanya lagi, "apakah zikirku?" Allah menjawab: "Zikirmu itu untuk dirimu sendiri, Karena zikir membuat hatimu menjadi tenang."

Nabi Musa masih penasaran, Apakah puasaku? Allah menjawab: "Puasamu itu hanya untukmu saja, karena puasa melatih diri dan mengekang hawa nafsumu."

"Lalu ibadah apa yang Engkau sukai Ya Rabb?" Kemudian Allah menjawab: "Tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang kesusahan dengan sedekah, sesungguhnya Aku berada di sampingnya."

Kisah Hikmah

Suatu ketika hiduplah sepasang suami istri yang merasa hidupnya penuh kemiskinan, saat mereka sedang beristirahat, sang istri bertanya pada sang suami: "Wahai suamiku, bukankah Musa adalah seorang Nabi yang bisa berbicara dengan Tuhannya (Allah)?"

Kemudian suaminya menjawab: "Ya, benar." "Kalau begitu kenapa kita tidak pergi mendatanginya dan mengadukan keadaan kita kepadanya. Kita meminta padanya agar berbicara kepada Tuhannya tentang keadaan kita dan memintakan diberi kekayaan," ucap sang istri.

Esok harinya, sepasang suami istri ini mendatangi Nabi Musa dan menyampaikan keinginannya tersebut. Nabi Musa kemudian bermunajat menghadap Allah dan menyampaikan keinginan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!