Memaknai Keberkahan Ramadan (19): Puasa Menuntun Manusia ke Jalan yang Benar
Rabu, 19 April 2023 - 01:43 WIB
Imam Shamsi Ali, Dai yang juga Direktur Jamaica Muslim Center dan Presiden Nusantara Foundation. Foto/Ist
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation
Manusia itu makhluk Allah yang misterius. Salah seorang seorang penulis terkemuka, Alexis Carrel, menyebut manusia sebagai "the unknown" (makhluk yang tidak diketahui). Buku yang pernah jadi the best selling di Tahun 1935 itu membentangkan secara komprehensif apa yang diketahui dan tidak diketahui tentang manusia dan kehidupannya.
Ragam misteri tentang manusia dan kehidupannya tidak akan terjawab bahkan oleh dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan mendasar sekalipun manusia seringkali gagal meresponsnya jika bersandar pada dirinya sendiri.
Ada dua hal mendasar kenapa manusia gagal mengenal dirinya dan menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam hidupnya. Pertama, karena walaupun manusia memiliki potensi besar untuk tahu namun manusia sangat terbatas. Dan karenanya cerita tentang "Allah mengajarkan Adam nama-nama" menggambarkan di satu sisi potensi manusia untuk tahu. Namun di sisi lain juga menggambarkan ketidak tahuan tanpa diajarkan "Allama Aadama".
Kedua, karena realita dunia yang memang deras dan penuh tipu daya. Manusia tanpa pegangan samawi (heavenly guidance) rentang menjadi korban dunia dengan segala tipu dayanya. Dan tipu daya dunia ini dari masa ke masa semakin dahsyat.
Karena realita tersebut di atas Allah Yang Maha mengetahui dan kasih sayang mengutus hamba-hamba istimewa-Nya (pilihan) untuk mengingatkan manusia. Rujukan atau referensi peringatan itu terangkum dalam Kitab Suci-Nya. Muhammad adalah Utusan terakhir (khatamun Nabiyyin). Dan Kitab Suci yang merangkum petunjuk Ilahi yang diberikan kepada Muhammad SAW bernama Al-Qur'an. Kitab suci yang merangkum semuanya untuk semua manusia di semua zaman.
Di sinilah bentuk keberkahan terbesar Ramadan. Bulan di mana Al-Qur'an, petunjuk hidup yang sempurna untuk seluruh manusia dan zaman diturunkan. Petunjuk yang sangat mendesak (crucially urgent) untuk memastikan manusia tetap berada di jalan yang benar. Yaitu jalan kefitrahan dan kemanusiaannya yang hakiki.
Kita harus akui bahwa dalam dunia yang disebut dunia modern saat ini, salah satu ancaman terbesar yang dihadapi manusia adalah ketidakpastian (uncertainty). Ketidakpastian sejatinya memang itulah tabiat kehidupan. Segala yang belum nyata dalam hidup ini masuk Dalam kategori "uncertainty". Dan karenanya Allah mengingatkan: "Dan seseorang tidak tahu apa yang akan dilakukan di esok harinya."
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation
Manusia itu makhluk Allah yang misterius. Salah seorang seorang penulis terkemuka, Alexis Carrel, menyebut manusia sebagai "the unknown" (makhluk yang tidak diketahui). Buku yang pernah jadi the best selling di Tahun 1935 itu membentangkan secara komprehensif apa yang diketahui dan tidak diketahui tentang manusia dan kehidupannya.
Ragam misteri tentang manusia dan kehidupannya tidak akan terjawab bahkan oleh dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan mendasar sekalipun manusia seringkali gagal meresponsnya jika bersandar pada dirinya sendiri.
Ada dua hal mendasar kenapa manusia gagal mengenal dirinya dan menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam hidupnya. Pertama, karena walaupun manusia memiliki potensi besar untuk tahu namun manusia sangat terbatas. Dan karenanya cerita tentang "Allah mengajarkan Adam nama-nama" menggambarkan di satu sisi potensi manusia untuk tahu. Namun di sisi lain juga menggambarkan ketidak tahuan tanpa diajarkan "Allama Aadama".
Kedua, karena realita dunia yang memang deras dan penuh tipu daya. Manusia tanpa pegangan samawi (heavenly guidance) rentang menjadi korban dunia dengan segala tipu dayanya. Dan tipu daya dunia ini dari masa ke masa semakin dahsyat.
Karena realita tersebut di atas Allah Yang Maha mengetahui dan kasih sayang mengutus hamba-hamba istimewa-Nya (pilihan) untuk mengingatkan manusia. Rujukan atau referensi peringatan itu terangkum dalam Kitab Suci-Nya. Muhammad adalah Utusan terakhir (khatamun Nabiyyin). Dan Kitab Suci yang merangkum petunjuk Ilahi yang diberikan kepada Muhammad SAW bernama Al-Qur'an. Kitab suci yang merangkum semuanya untuk semua manusia di semua zaman.
Di sinilah bentuk keberkahan terbesar Ramadan. Bulan di mana Al-Qur'an, petunjuk hidup yang sempurna untuk seluruh manusia dan zaman diturunkan. Petunjuk yang sangat mendesak (crucially urgent) untuk memastikan manusia tetap berada di jalan yang benar. Yaitu jalan kefitrahan dan kemanusiaannya yang hakiki.
Kita harus akui bahwa dalam dunia yang disebut dunia modern saat ini, salah satu ancaman terbesar yang dihadapi manusia adalah ketidakpastian (uncertainty). Ketidakpastian sejatinya memang itulah tabiat kehidupan. Segala yang belum nyata dalam hidup ini masuk Dalam kategori "uncertainty". Dan karenanya Allah mengingatkan: "Dan seseorang tidak tahu apa yang akan dilakukan di esok harinya."
Lihat Juga :