Tanda-Tanda Tobat Nasuha, Allah Turunkan Banyak Cobaan untuk Melebur Dosanya
Sabtu, 06 Mei 2023 - 05:15 WIB
Slalah satu tanda dari taubat nasuha adalah Allah SWT menurunkan kepadanya cobaan-cobaan yang dapat melebur kejelekan dan dosa-dosanya. Foto ilustrasi/ist
Tobat nasuha merupakan upaya dan langkah untuk memperbaiki diri atas dosa, maksiat dan kesalahan yang telah diperbuat dan memohon ampunan Allah Ta'ala. Disebut dengan tobat nasuha jika pelaku tobat tersebut benar-benar memurnikan, ikhlas (hanya semata-mata untuk Allah), dan jujur dalam taubatnya. Dia mencurahkan segala daya dan kekuatannya untuk menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat dengan taubat yang benar (jujur).
Baca juga: Taubat Nasuha: Mengiringi Perbuatan Buruk dengan Perbuatan Baik
Di antara tanda-tanda tobat nasuha , Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya "A'mal al-qulub au al-Maqamat wa al-Ahwal" menjelaskan, ketika seorang mukmin berbuat kejelekan maka siksanya dapat tertolak karena 10 hal berikut ini, yakni :
1. Ia hendaknya bertobat, Allah akan menerima taubatnya. Dan barang siapa yang telah bertaubat, maka ia seperti orang yang tidak ada dosanya lagi.
2. Ia meminta ampun dan Allah akan mengampuninya
3. Ia berbuat kebaikan karena perbuatan yang baik akan dapat menghapus kejelekan.
4. Ia telah didoakan oleh teman-temannya dan mereka memohonkan ampun untuknya baik setelah ia meninggal maupun sebelumnya.
5. Dengan pahala amal yang mereka miliki, mereka mengarahkannya menuju hal-hal yang bermanfaat
6. Ia telah diberi syafaat oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam
7. Allah telah menurunkan kepadanya cobaan-cobaan yang dapat melebur kejelekannya.
8. Allah di alam barzah telah menurunkannya kepadanya cobaan berupa petir, sehingga kejelekannya terhapus.
9. Pada hari kiamat nanti, ia akan diberi siksaan yang bisa melebur kejelekan-kejelekan yang ia miliki
10. Ia akan dikasihi oleh Allah Ta'ala, Zat Yang Paling Mengasihi di antara orang-orang yang dikasihi.
Barangsiapa yang tidak mendapatkan 10 hal di atas, maka jangan engkau mencela. Sebagaimana Allah Ta'ala telah menceritakannya melalui hadis Nabi Shalllallahu alaihi wa sallam,"
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua itu adalah amal-amalmu yang telah Aku hitung untuk kalian, lalau Aku memberikannya kepada kalian. Oleh karena itu, barangsiapa yang menemukan kebaikan, maka hendaknya ia memuji Allah dan barangsiapa yang tidak menemukan kebaikan, maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri," (HR Muslim dan hadis Abu Dzar al-Ghifari)
Baca juga: Taubat Nasuha: Mengiringi Perbuatan Buruk dengan Perbuatan Baik
Di antara tanda-tanda tobat nasuha , Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya "A'mal al-qulub au al-Maqamat wa al-Ahwal" menjelaskan, ketika seorang mukmin berbuat kejelekan maka siksanya dapat tertolak karena 10 hal berikut ini, yakni :
1. Ia hendaknya bertobat, Allah akan menerima taubatnya. Dan barang siapa yang telah bertaubat, maka ia seperti orang yang tidak ada dosanya lagi.
2. Ia meminta ampun dan Allah akan mengampuninya
3. Ia berbuat kebaikan karena perbuatan yang baik akan dapat menghapus kejelekan.
4. Ia telah didoakan oleh teman-temannya dan mereka memohonkan ampun untuknya baik setelah ia meninggal maupun sebelumnya.
5. Dengan pahala amal yang mereka miliki, mereka mengarahkannya menuju hal-hal yang bermanfaat
6. Ia telah diberi syafaat oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam
7. Allah telah menurunkan kepadanya cobaan-cobaan yang dapat melebur kejelekannya.
8. Allah di alam barzah telah menurunkannya kepadanya cobaan berupa petir, sehingga kejelekannya terhapus.
9. Pada hari kiamat nanti, ia akan diberi siksaan yang bisa melebur kejelekan-kejelekan yang ia miliki
10. Ia akan dikasihi oleh Allah Ta'ala, Zat Yang Paling Mengasihi di antara orang-orang yang dikasihi.
Barangsiapa yang tidak mendapatkan 10 hal di atas, maka jangan engkau mencela. Sebagaimana Allah Ta'ala telah menceritakannya melalui hadis Nabi Shalllallahu alaihi wa sallam,"
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua itu adalah amal-amalmu yang telah Aku hitung untuk kalian, lalau Aku memberikannya kepada kalian. Oleh karena itu, barangsiapa yang menemukan kebaikan, maka hendaknya ia memuji Allah dan barangsiapa yang tidak menemukan kebaikan, maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri," (HR Muslim dan hadis Abu Dzar al-Ghifari)
Lihat Juga :