3 Ketua Umum MUI yang Berasal dari Kader Muhammadiyah, Salah Satunya Pahlawan Nasional

Kamis, 27 Juli 2023 - 09:52 WIB
Hasan Basri menjabat sebagai Ketua Umum MUI pada periode 1984 sampai dirinya meninggal pada 1990. Foto istimewa
MUI atau Majelis Ulama indonesia sempat tiga kali dipimpin oleh kader Muhammadiyah . Pemilihan ketua umum ini dilakukan dengan berdasar kesepakatan tim formatur terpilih.

Para anggota tim formatur penentu ketua umum MUI nantinya akan beranggotakan 15-17 orang yang dipilih berdasar perwakilan wilayah dan sejumlah pengurus demisioner dari pusat.

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terkadang bergantian mengisi kepemimpinan MUI. Sampai saat ini tercatat ada lima kader NU dan tiga kader Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI.

Berikut ini tiga profil singkat dari tiga kader Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI.

1. Abdul Malik Karim Amrullah

Pria yang populer dengan nama Hamka ini menjabat sebagai Ketua MUI periode 1975 sampai 1981. Pria yang lahir pada 17 Februari 1908 ini merupakan seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia.

Sebelum menjadi Ketua Umum MUI, Hamka sempat aktif di politik melalui Masyumi. Kehadirannya di Muhammadiyah sendiri dimulai ketika dia telah masuk ke MUI.

Berkat pengetahuannya yang luas, Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo mengukuhkan Hamka sebagai guru besar.

Meskipun telah meninggal pada 24 Juli 1981, atas jasa-jasanya pada negara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2011 memberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional pahlawan Nasional pada Hamka berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 113/TK/2011.

2. Hasan Basri

Hasan Basri menjabat sebagai Ketua Umum MUI pada periode 1984 sampai dirinya meninggal pada 1990. Selain dikenal sebagai seorang da'i, dan juga merupakan Imam Masjid al-Azhar, Jakarta, dia juga merupakan sosok yang menggagas Bank Syariah Indonesia.

Sama seperti Hamka, Hasan Basri juga sempat aktif di Masyumi sebelum partai Islam tersebut dibubarkan. Bahkan ketika RIS terbentuk, Basri sempat terpilih untuk menjadi anggota DPR mewakili Provinsi Kalimantan Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!