Asal Usul Marga Assegaf, Marga Tertua Habaib Keturunan Nabi Muhammad
Selasa, 01 Agustus 2023 - 22:12 WIB
Asal usul marga Assegaf disebut juga sebagai marga tertua yang mengayomi semua marga Habaib keturunan Nabi Muhammad SAW. Foto ilustrasi/Majelis Sayyidul Wujud
Asal usul marga Assegaf termasuk salah satu marga tertua di kalangan Habaib keturunan Nabi Muhammad ﷺ. Assegaf atau As-Saqqaf (السقاف) merupakan marga yang sangat populer di antara ratusan marga Habaib di dunia.
Orang pertama yang digelari Assegaf ialah Waliyullah Abdurrahman bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam. Gelar as-Saqqaf (Assegaf) ini disandang beliau karena menjadi pengayom para wali di zamannya.
Untuk diketahui, marga keturunan Nabi Muhammad ﷺ baik di Yaman dan di berbagai negara semuanya bermuara kepada Imam Abdurrahman Assegaf. Beliau adalah Wali yang nasabnya bersambung kepada Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam (574-653 H), sesepuh para Habaib/Sayyid di Yaman dan Asia Tenggara.
Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam sendiri adalah anak cucu dari Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, keturunan Nabi yang hijrah pertama ke Hadhramaut Yaman. Beliau generasi ke-8 keturunan Nabi Muhammad ﷺ dari jalur Sayyidina Husain bin Ali, suami Sayyidah Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah ﷺ.
Asal Usul Marga Assegaf
Mengutip keterangan dari Habib Ahmad Kazim Al-Kaff, Imam Abdurrahman Assegaf adalah putra dari Imam Muhammad Mauladdawilah. Ibunya bernama Syarifah Aisyah binti Abu Bakar Al-Wara bin Ahmad bin Muhammad Faqih Muqaddam.
Imam Abdurrahman Assegaf memiliki tujuh anak perempuan, yaitu Maryam, Bahiyah, Fatimah, Asma, Aisyah, Alwiyah As-Sughra dan Alwiyah Al-Kubra. Semuanya adalah wanita mulia dan ahli ibadah. Sedangkan anak laki-lakinya berjumlah 13 orang, enam yang keturunannya terputus yaitu Umar Muhdhar, Muhammad, Ahmad, Ja'far, Syeikh dan Hasan.
Sedangkan tujuh lainnya tetap lestari menurunkan Assegaf serta marga-marga lain yaitu:
1. Abu Bakar As-Sakran
2. Ali
Orang pertama yang digelari Assegaf ialah Waliyullah Abdurrahman bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam. Gelar as-Saqqaf (Assegaf) ini disandang beliau karena menjadi pengayom para wali di zamannya.
Untuk diketahui, marga keturunan Nabi Muhammad ﷺ baik di Yaman dan di berbagai negara semuanya bermuara kepada Imam Abdurrahman Assegaf. Beliau adalah Wali yang nasabnya bersambung kepada Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam (574-653 H), sesepuh para Habaib/Sayyid di Yaman dan Asia Tenggara.
Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam sendiri adalah anak cucu dari Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, keturunan Nabi yang hijrah pertama ke Hadhramaut Yaman. Beliau generasi ke-8 keturunan Nabi Muhammad ﷺ dari jalur Sayyidina Husain bin Ali, suami Sayyidah Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah ﷺ.
Asal Usul Marga Assegaf
Mengutip keterangan dari Habib Ahmad Kazim Al-Kaff, Imam Abdurrahman Assegaf adalah putra dari Imam Muhammad Mauladdawilah. Ibunya bernama Syarifah Aisyah binti Abu Bakar Al-Wara bin Ahmad bin Muhammad Faqih Muqaddam.
Imam Abdurrahman Assegaf memiliki tujuh anak perempuan, yaitu Maryam, Bahiyah, Fatimah, Asma, Aisyah, Alwiyah As-Sughra dan Alwiyah Al-Kubra. Semuanya adalah wanita mulia dan ahli ibadah. Sedangkan anak laki-lakinya berjumlah 13 orang, enam yang keturunannya terputus yaitu Umar Muhdhar, Muhammad, Ahmad, Ja'far, Syeikh dan Hasan.
Sedangkan tujuh lainnya tetap lestari menurunkan Assegaf serta marga-marga lain yaitu:
1. Abu Bakar As-Sakran
2. Ali
Lihat Juga :