Selamat Datang Bulan Safar, Inilah Keutamaan-keutamaannya!
Kamis, 17 Agustus 2023 - 14:01 WIB
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam (Hijriyah), untuk tahun ini umat Islam memasuki bulan Safar 1445 hijriah. Foto ilustrasi/SINDOnews
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam (Hijriyah), untuk tahun ini umat Islam memasuki bulan Safar 1445 hijriah. Meski tidak seagung bulan Muharram, bulan Safar memiliki keutamaan tersendiri. Shafar merupakan satu suku kata dengan Shifr (صفر) yang berarti kosong.
Dinamakan Shafar atau shifr, karena pada bulan ini orang-orang Arab terdahulu mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang.
Pada bulan ini, banyak terjadi peperangan di masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Di antaranya :
(1) Perang Al-Abwa atau Waddan
(2) Peristiwa Mata Air Roji'
(3) Perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah)
(4) Penaklukan Kaum Yahudi di Perang Khaibar
(5) Pengepungan Khats'am
(6) Masuk Islamnya Bani Udzrah.
Dan masih banyak peristiwa lainnya.
Artinya: "Tidak ada kesialan karena 'adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (keyakinan jahiliyah tentang rengkarnasi) dan tidak pula Safar (menganggap bulan Safar sebagai bulan haram atau keramat)." (HR Al-Bukhari)
Dinamakan Shafar atau shifr, karena pada bulan ini orang-orang Arab terdahulu mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang.
Pada bulan ini, banyak terjadi peperangan di masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Di antaranya :
(1) Perang Al-Abwa atau Waddan
(2) Peristiwa Mata Air Roji'
(3) Perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah)
(4) Penaklukan Kaum Yahudi di Perang Khaibar
(5) Pengepungan Khats'am
(6) Masuk Islamnya Bani Udzrah.
Dan masih banyak peristiwa lainnya.
Berikut Keutamaan Bulan Safar:
1. Bulan Menolak Khurafat
Istilah khurafat berarti cerita rekaan atau khayalan. Dulu orang Arab Jahiliyah menganggap bulan Safar sebagai bulan sial. Hal ini dibantah langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berikit:لا عدوى ولا طيرة ولا هامَة ولا صَفَر
Artinya: "Tidak ada kesialan karena 'adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (keyakinan jahiliyah tentang rengkarnasi) dan tidak pula Safar (menganggap bulan Safar sebagai bulan haram atau keramat)." (HR Al-Bukhari)
Lihat Juga :