Ini Mengapa saat Bayi, Nabi Muhammad Tak Disusui Ibunya
Rabu, 20 September 2023 - 15:15 WIB
Selama dua tahun Muhammad tinggal di Thaif, disusukan oleh Halimah. Ilustrasi: SINDOnews
Saat masih bayi, Nabi Muhammad SAW tak disusui sang bunda, Sayyidah Amina h. Beliau disusui Halimah as-Sadiyah. Sayyidah Aminah dan Tsuwaibah sempat menyusui namun hanya selama 8 hari saja. Mengapa hal itu terjadi?
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menyebutkan bahwa pada waktu itu bangsawan Arab selalu menyerahkan bayi-bayi mereka kepada perempuan dari pedalaman untuk disusui. Tujuannya agar bayi-bayi itu terhindar dari penyakit yang biasa menyebar di perkotaan dan agar fisiknya bisa tumbuh sehat di tengah-tengah hawa pedalaman yang segar.
"Juga agar bayi-bayi mereka terlatih berbahasa Arab yang fasih sejak kecil," tulis Haekal.
Kala itu sang kakek, Abdul Muththalib , mencari perempuan pedalaman yang mau menyusui cucunya. Pada mulanya, Halimah tidak tertarik untuk menyusui bayi yang yatim tersebut. Namun karena tidak mendapatkan bayi lain, Halimah pun akhirnya menerima.
Baca juga: Nabi Daniel Kabarkan Kedatangan Nabi Muhammad 1.200 Tahun sebelum Nabi Lahir
Martin Lings menyebutkan keistimewaan hidup di pedesaan di antaranya: memiliki udara segar untuk pernafasan, bahasa Arab yang fasih untuk lidah, dan kebebasan bagi jiwa.
Haekal menulis pada hari kedelapan sesudah dilahirkan bayi anak bangsawan Makkah biasanya dikirim ke pedalaman dan baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh tahun. Di kalangan kabilah-kabilah pedalaman yang terkenal dalam menyusukan ini di antaranya ialah kabilah Banu Sa'ad.
Fuad Abdurahman dalam bukunya berjudul "Jalan Damai Rasulullah: Risalah Rahmat bagi Semua" menceritakan sebelum diserahkan kepada tukang susu itu secara bergantian Aminah dan Tsuwaibah menyusui Muhammad. Thuwaiba adalah budak perempuan Abu Lahab .
Lazimnya, perempuan pedalaman yang biasa menyusui bayi masyarakat perkotaan berdatangan mencari bayi-bayi yang akan disusui. Sudah barang tentu mereka mencari bayi dari keluarga kaya.
Begitu datang rombongan para wanita yang biasa menyusui bayi dari Bani Sa'ad ke Makkah, Abdul Muthalib pun memberi tahu Halimah binti Abu Du’aib dari Bani Saad ibn Bakar atau Halimah Sa'diyah tentang cucunya yang baru beberapa hari lahir.
Baca juga: Mirip Fira'un saat Nabi Musa Lahir, Raja Kisra juga Mimpi Buruk saat Nabi Muhammad Lahir
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menyebutkan bahwa pada waktu itu bangsawan Arab selalu menyerahkan bayi-bayi mereka kepada perempuan dari pedalaman untuk disusui. Tujuannya agar bayi-bayi itu terhindar dari penyakit yang biasa menyebar di perkotaan dan agar fisiknya bisa tumbuh sehat di tengah-tengah hawa pedalaman yang segar.
"Juga agar bayi-bayi mereka terlatih berbahasa Arab yang fasih sejak kecil," tulis Haekal.
Kala itu sang kakek, Abdul Muththalib , mencari perempuan pedalaman yang mau menyusui cucunya. Pada mulanya, Halimah tidak tertarik untuk menyusui bayi yang yatim tersebut. Namun karena tidak mendapatkan bayi lain, Halimah pun akhirnya menerima.
Baca juga: Nabi Daniel Kabarkan Kedatangan Nabi Muhammad 1.200 Tahun sebelum Nabi Lahir
Martin Lings menyebutkan keistimewaan hidup di pedesaan di antaranya: memiliki udara segar untuk pernafasan, bahasa Arab yang fasih untuk lidah, dan kebebasan bagi jiwa.
Haekal menulis pada hari kedelapan sesudah dilahirkan bayi anak bangsawan Makkah biasanya dikirim ke pedalaman dan baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh tahun. Di kalangan kabilah-kabilah pedalaman yang terkenal dalam menyusukan ini di antaranya ialah kabilah Banu Sa'ad.
Fuad Abdurahman dalam bukunya berjudul "Jalan Damai Rasulullah: Risalah Rahmat bagi Semua" menceritakan sebelum diserahkan kepada tukang susu itu secara bergantian Aminah dan Tsuwaibah menyusui Muhammad. Thuwaiba adalah budak perempuan Abu Lahab .
Lazimnya, perempuan pedalaman yang biasa menyusui bayi masyarakat perkotaan berdatangan mencari bayi-bayi yang akan disusui. Sudah barang tentu mereka mencari bayi dari keluarga kaya.
Begitu datang rombongan para wanita yang biasa menyusui bayi dari Bani Sa'ad ke Makkah, Abdul Muthalib pun memberi tahu Halimah binti Abu Du’aib dari Bani Saad ibn Bakar atau Halimah Sa'diyah tentang cucunya yang baru beberapa hari lahir.
Baca juga: Mirip Fira'un saat Nabi Musa Lahir, Raja Kisra juga Mimpi Buruk saat Nabi Muhammad Lahir
Lihat Juga :