Mengapa Israel Menyerang Palestina? Ternyata Ini Penyebabnya
Selasa, 10 Oktober 2023 - 22:05 WIB
Motivasi Israel menguasai Palestina karena mereka menganggap itu tanah yang dijanjikan sebagaimana Nabi Musa pernah memerintahkan mereka untuk masuk ke Palestina. Foto/SINDOnews
Banyak yang bertanya, apa sebenarnya motivasi Israel menyerang Palestina dan ingin menguasai wilyahnya? Apakah karena motif politik atau sebab ideologi (agama)?
Mari kita simak penjelasan Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia, Ustaz Farid Nu'man Hasan berikut:
Motivasi Israel menguasai Palestina adalah karena mereka menganggap itu tanah yang dijanjikan. Menurut keyakinan Israel, saat mereka masih di Mesir, Allah telah menjanjikan kepada Abraham dan Bani Israel tanah tempat tinggal yaitu Kana'an. Kana'an menurut mereka adalah Baitul Maqdis dan sekitarnya.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Israel Melancarkan Serangan Berskala Penuh ke Jenin
"Alasan mereka memang didasari motif agama untuk mendirikan negara Israel Raya yaitu Palestina dan sekitarnya seperti Yordania, Lebanon, dan Suriah," terang Ustaz Farid Nu'man.
Nabi Musa Perintahkan Bani Israel Masuk ke Palestina
Kaum muslimin sendiri meyakini bahwa Bani Israil adalah kaum pendatang. Sedangkan warga Palestina adalah penduduk asli Baitul Maqdis. Berikut firman Allah Ta'ala tentang Nabi Musa yang memerintahkan Bani Israel untuk masuk ke Palestina:
يَٰقَوۡمِ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡأَرۡضَ ٱلۡمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِي كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡ وَلَا تَرۡتَدُّواْ عَلَىٰٓ أَدۡبَارِكُمۡ فَتَنقَلِبُواْ خَٰسِرِينَ
Artinya: "Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu,dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi." (Surat Al-Ma'idah: 21)
Menurut riwayat Ibnu 'Asakir dari Mu'adz bin Jabal bahwa tanah suci itu di antara Sungai Tigris dengan Sungai Furat. Tanah itu disebut suci karena telah sekian banyak Nabi menempatinya dan senantiasa mengajak kepada agama Tauhid. Karenanya tanah itu bersih dari patung-patung dan kepercayaan yang sesat.
Nabi Musa melarang Bani Israil murtad kembali menyembah berhala dan membuat keonaran dalam masyarakat dengan berbuat kezaliman dan mengikuti hawa nafsu. Jika mereka tidak mematuhi ketentuan itu, maka Allah akan mencabut nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada mereka.
Mari kita simak penjelasan Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia, Ustaz Farid Nu'man Hasan berikut:
Motivasi Israel menguasai Palestina adalah karena mereka menganggap itu tanah yang dijanjikan. Menurut keyakinan Israel, saat mereka masih di Mesir, Allah telah menjanjikan kepada Abraham dan Bani Israel tanah tempat tinggal yaitu Kana'an. Kana'an menurut mereka adalah Baitul Maqdis dan sekitarnya.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Israel Melancarkan Serangan Berskala Penuh ke Jenin
"Alasan mereka memang didasari motif agama untuk mendirikan negara Israel Raya yaitu Palestina dan sekitarnya seperti Yordania, Lebanon, dan Suriah," terang Ustaz Farid Nu'man.
Nabi Musa Perintahkan Bani Israel Masuk ke Palestina
Kaum muslimin sendiri meyakini bahwa Bani Israil adalah kaum pendatang. Sedangkan warga Palestina adalah penduduk asli Baitul Maqdis. Berikut firman Allah Ta'ala tentang Nabi Musa yang memerintahkan Bani Israel untuk masuk ke Palestina:
يَٰقَوۡمِ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡأَرۡضَ ٱلۡمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِي كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡ وَلَا تَرۡتَدُّواْ عَلَىٰٓ أَدۡبَارِكُمۡ فَتَنقَلِبُواْ خَٰسِرِينَ
Artinya: "Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu,dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi." (Surat Al-Ma'idah: 21)
Menurut riwayat Ibnu 'Asakir dari Mu'adz bin Jabal bahwa tanah suci itu di antara Sungai Tigris dengan Sungai Furat. Tanah itu disebut suci karena telah sekian banyak Nabi menempatinya dan senantiasa mengajak kepada agama Tauhid. Karenanya tanah itu bersih dari patung-patung dan kepercayaan yang sesat.
Nabi Musa melarang Bani Israil murtad kembali menyembah berhala dan membuat keonaran dalam masyarakat dengan berbuat kezaliman dan mengikuti hawa nafsu. Jika mereka tidak mematuhi ketentuan itu, maka Allah akan mencabut nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada mereka.
Lihat Juga :