Kitab Suci Agama Yahudi Sebut Israel sebagai Orang-Orang Suci
Rabu, 18 Oktober 2023 - 10:00 WIB
Yahudi memiliki dua kesatuan makna yang membentuk identitas tunggal, yaitu sebagai agama dan sekaligus sebagai etnis/bangsa. Foto/Ilustrasi: al Jazeera
Yahudi merupakan sebuah agama . Di dalam kitab suci agama ini memaparkan Israel sebagai orang-orang suci yang kehidupannya mencakup pengalaman di pengasingan ( diaspora ) dan kembali ke tanah yang dijanjikan.
"Yahudi memiliki dua kesatuan makna yang membentuk identitas tunggal, yaitu sebagai agama dan sekaligus sebagai etnis/bangsa," jelas Samsuri dalam karya tulisnya berjudul "Yahudi dalam Zionisme dan Israel". "Sebagai agama maupun etnis, Yahudi memiliki karakteristik eksklusif dengan klaim ajarannya yang menyatakannya sebagai umat/bangsa pilihan Tuhan," tambah dosen tetap di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta dan peserta Program Doktor (S-3) Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
Dalam Kitab Keluaran 19:5-6 dan Deutoronomi 10:14-15 secara lugas sekali disebutkan bahwa Yahudi adalah bangsa (umat) pilihan Tuhan (Yahweh) tampaknya mendasarkan diri kepada rumusan di atas.
"Pada akhirnya, Tuhan agama Yahudi akan jatuh dalam bentuk rasisme , jika rumusan ayat-ayat tersebut ditafsirkan secara naif," ujar Samsuri.
Baca juga: Mengapa Hitler Sangat Membenci Yahudi?
Mengutip Aloysius Pieris, S.J, penulis buku "Teologi Pembebasan Asia", Samsuri berpendapat bahwa makna skriptural dari kata "pilihan" adalah berarti sebuah penerimaan panggilan dari Tuhan yaitu utusan (missi).
Siapapun yang dipanggil untuk diutus adalah pilihan yang benar oleh Tuhan, bukan di atas (bangsa/umat) yang lain-lainnya. "Dengan demikian, bangsa pilihan adalah untuk melayani, bukan untuk mendominasi, seluruh dunia dengan pesan pembebasan mereka," ujarnya.
Gary G. Porton dalam "Other Religions, Judaic Doctrines of" menyebut implikasi rasisme dalam Judaisme tersebut terhadap agama-agama lain adalah menjadikan agama-agama lainnya sebagai tidak termasuk yang diselamatkan, karena tidak memiliki harapan religius yang sama untuk bangsa non-Israel sebagaimana dilakukan untuk bangsa Israel.
Samsuri menjelaskan sikap terhadap agama Kristen di awal ke-Kristen-an, umat Yahudi memandangnya hanyalah sebuah sekte agama Yahudi. Selain itu, agama Kristen dipandang sebagai "…as any more threatening than any other of the various messianic movements found within the Jewish population…."
"Sikap Kristen terhadap Yahudi yang kemudian memusuhinya terutama di daratan Eropa adalah karena Yesus dikhianati dan dibunuh oleh orang Yahudi sendiri," ujarnya.
"Yahudi memiliki dua kesatuan makna yang membentuk identitas tunggal, yaitu sebagai agama dan sekaligus sebagai etnis/bangsa," jelas Samsuri dalam karya tulisnya berjudul "Yahudi dalam Zionisme dan Israel". "Sebagai agama maupun etnis, Yahudi memiliki karakteristik eksklusif dengan klaim ajarannya yang menyatakannya sebagai umat/bangsa pilihan Tuhan," tambah dosen tetap di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta dan peserta Program Doktor (S-3) Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
Dalam Kitab Keluaran 19:5-6 dan Deutoronomi 10:14-15 secara lugas sekali disebutkan bahwa Yahudi adalah bangsa (umat) pilihan Tuhan (Yahweh) tampaknya mendasarkan diri kepada rumusan di atas.
"Pada akhirnya, Tuhan agama Yahudi akan jatuh dalam bentuk rasisme , jika rumusan ayat-ayat tersebut ditafsirkan secara naif," ujar Samsuri.
Baca juga: Mengapa Hitler Sangat Membenci Yahudi?
Mengutip Aloysius Pieris, S.J, penulis buku "Teologi Pembebasan Asia", Samsuri berpendapat bahwa makna skriptural dari kata "pilihan" adalah berarti sebuah penerimaan panggilan dari Tuhan yaitu utusan (missi).
Siapapun yang dipanggil untuk diutus adalah pilihan yang benar oleh Tuhan, bukan di atas (bangsa/umat) yang lain-lainnya. "Dengan demikian, bangsa pilihan adalah untuk melayani, bukan untuk mendominasi, seluruh dunia dengan pesan pembebasan mereka," ujarnya.
Gary G. Porton dalam "Other Religions, Judaic Doctrines of" menyebut implikasi rasisme dalam Judaisme tersebut terhadap agama-agama lain adalah menjadikan agama-agama lainnya sebagai tidak termasuk yang diselamatkan, karena tidak memiliki harapan religius yang sama untuk bangsa non-Israel sebagaimana dilakukan untuk bangsa Israel.
Samsuri menjelaskan sikap terhadap agama Kristen di awal ke-Kristen-an, umat Yahudi memandangnya hanyalah sebuah sekte agama Yahudi. Selain itu, agama Kristen dipandang sebagai "…as any more threatening than any other of the various messianic movements found within the Jewish population…."
"Sikap Kristen terhadap Yahudi yang kemudian memusuhinya terutama di daratan Eropa adalah karena Yesus dikhianati dan dibunuh oleh orang Yahudi sendiri," ujarnya.
Lihat Juga :